Jojo sedang menunggang motor di jalan raya. Tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Dengan cepat Jojo berteduh di tepi sebuah kedai. Jojo membuka helmetnya dan segera perhatiannya tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu.
Sambil menggigil kedinginan, bibirnya berkomat-kamit melantunkan doa, “Tuhan, tolong hentikan hujan yang Kau kirim ini. Engkau tahu, saya harus segera tiba di tempat tujuan. Tuhan, tolong dengarkan doa ini.”
Jojo merasa sangat beruntung. Tidak berapa lama setelah memanjatkan doa dengan kesungguhan itu,hujan berhenti. Cuaca kembali terang. Jojo pun segera melanjutkan perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengar dan mengabulkan doanya.
Di waktu yang lain,hujan lebat turun lagi. Kembali Jojo mengulang kegiatan yang sama seperti pengalamannya yang lalu, yakni berdoa memohon Tuhan menghentikan hujan.
Dia berharap, kalau dulu doanya terkabul, kali ini pun Tuhan akan memberikan hal yang sama. Namun kali ini walaupun dengan kesungguhan berdoa yang sama,hujan tidak berhenti, tapi semakin lebat. Air mulai naik hingga mengotori alas kakinya.
Sementara menunggu berhentinya hujan, Jojo merenung. Dia sadar, dirinya harus berusaha menemukan cara agar terhindar dari situasi ini, jika kejadian yang sama berulang lagi. Lalu Jojo membeli baju hujan untuk dipakai jika hujan. Walaupun terlambat, dia belajar sesuatu hal, yakni ada saatnya mengucap doa, tetapi juga harus disertai dengan usaha, iaitu menyediakan baju hujan.
Suatu hari, motornya rosak. Jojo berjalan kaki ke office. Hujan turun lagi. Baju hujan yang dibelinya, ternyata tertinggal di rumah bersama dengan motornya. Dia mulai bertanya jika ada yang mau meminjamkan payung atau apa pun untuk melindunginya dari hujan agar dia boleh segera pulang dari office. Dia pun memanjatkan doa.
Tiba-tiba seorang teman yang bersiap hendak meninggalkan office berkata, “Jo, kalau kita searah jalan, mari ikut aku. Aku hantar sampai tempat tujuanmu dan dijamin tidak kehujanan. Bagaimana?” Kali ini Jojo mendapat pengalaman yang lain lagi.
Peristiwa alam yang sama, yakni turunnya hujan, telah mengajarkan Jojo bahwa selain doa, kita harus berusaha, dan akhirnya berserah. Kerana jika kita mau membuka hati, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tetapi kitalah yang harus berusaha dengan cara dan fikiran yang telah diberikanNya kepada kita untuk menyelesaikan masalah dan keadaan yang mungkin terjadi.
