
Suatu hari seorang murid mendatangi seorang guru. Tanpa diduga, murid itu datang hanya untuk meludahi muka guru tersebut.
Ada murid lain yang sedang bersama guru itu segera bergerak maju untuk membelah gurunya. Namun guru itu memberi isyarat kepadanya untuk membiarkannya pergi.
“Bukan saya yang diludahinya. Ia belum mengenal saya. Ia meludahi gagasannya sendiri tentang saya, yang ia dengar dari orang lain,” kata guru.
Perkataan itu membuat murid itu merasa bersalah. Keesokan harinya ia datang kembali kepada sang guru, katanya: “Saya hendak meminta maaf atas perbuatan saya kemarin.”
“Perbuatan yang mana?” tanya sang guru.
“Meludahi Anda,” sahutnya.
“Tidak ada yang perlu dimaafkan, kerana saya yang hari ini bukanlah saya yang kemarin. Seperti kamu hari ini, yang juga berbeda dari kamu yang kemarin.”
Seperti sungai yang selalu mengalirkan air baru setiap hari, demikian pula hidup kita. Kita pada hari ini bukan lagi kita yang kemarin. Dan perubahan ini tidak berhenti dalam kehidupan kita saja, melainkan tersalur menjadi berkat bagi sesama.