Seorang guru mengambil sehelai kertas putih dengan lubang kecil di tengahnya dan bertanya kepada murid-muridnya. “Apa pendapat kamu tentang kertas ini?” tanyanya.
Hampir semua murid menjawab mereka melihat sebuah lubang. Ada sesuatu yang hilang dari kertas itu yang membuatnya tidak lengkap lagi.
Namun, seorang murid memiliki pendapat yang sangat berbeza dan berkata, “Saya melihat masih ada cukup ruang untuk melukis dalam kertas ini.”
Tuhan mengizinkan Iblis menguji Ayub. Iblis diperbolehkan mengambil semua harta benda bahkan anak-anaknya. Tetapi, Tuhan tidak mengizinkan Iblis menyentuh hidup Ayub. Harta benda dan anak-anak Ayub hilang, tetapi tidak demikian dengan hidupnya.
Iblis masih tidak puas hati. Ia request lagi dengan Tuhan. Kali ini Tuhan izinkan Iblis untuk mengambil kesihatan Ayub, tetapi jangan mencabut nyawa Ayub. Tuhan selalu menyisakan sesuatu dalam hidup Ayub. Ayub merespons setiap kehilangan itu dengan sikap yang benar.
Kita tidak dapat mengelakkan kehilangan terjadi dalam hidup ini. Tetapi pada waktu hal itu terjadi, kita boleh teladani Ayub. Kita boleh memilih untuk berfokus pada berkat yang masih tersisa. Kita selalu ada alasan untuk mengucap syukur bukan?

