Melatih Kesabaran

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

Isteri Socrates yang bernama Xanthippe seorang yang cerewet, kuat membebel dan suka mengkritiknya dengan keras.

Suatu hari, isteri Socrates jatuh sakit. Kawan-kawan Socrates berkata , “Kini engkau beruntung kerana tidak perlu mendengar kritikan dan bebelan isterimu buat sementara waktu.

Socrates menjawab, “Tidak mendapat kritikan sebenarnya membuat aku sedih. Aku kehilangan kesempatan untuk melatih kesabaran.”

Melatih kesabaran memang dapat dilakukan dengan banyak cara. Bagi Socrates, kesabarannya semakin terlatih ketika menghadapi bebelan dan kritikan isterinya.

Kesabaran juga dapat dilatih waktu menghadapi klien yang banyak permintaan, terperangkap dalam kesesakan jalan raya, anak-anak yang tidak mau mendengar nasihat dan masih banyak lagi. Orang yang sabar adalah seorang yang hebat, bahkan melebihi pahlawan.

Cuba kita re-check bagaimana sikap kita ketika diperhadapkan dengan “ujian kesabaran” melalui orang-orang di sekitar atau situasi yang kita alami sehari-hari? Bertahanlah dalam menjalani proses itu, kerana ia akan mendewasakan kita, menguatkan kita bahkan hasil buah kesabaran kita yang matang akan membuat hidup kita dan orang-orang yang kita sayang lebih baik dan sejahtera.

Leave a Comment