
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, kerana dari situlah terpancar kehidupan.”
Ada cerita tentang seorang ratu yang cantik tetapi penuh dengan sifat dengki dan iri hati. Setiap hari,ratu itu akan berdiri di depan cermin ajaib dan bertanya, “Cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini?” Dan setiap hari juga cermin ajaib menjawab, “Ratuku adalah wanita paling cantik di negeri ini.”
Waktu terus berlalu. Sampai bertahun-tahun kemudian, sang ratu seperti biasa bertanya pada cermin ajaib, “Cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”
Betapa terkejutnya ia ketika cermin ajaib itu menjawab, “Paduka Ratu memang cantik, tetapi Puteri Salju seribu kali lebih cantik.”
Seperti dalam dongeng itu, cermin tidak pernah berbohong. Apabila seseorang berwajah cantik berdiri di hadapannya, ia akan memantulkan bayangan wajah yang jelita.
Hati kita ibarat cermin kehidupan. Apa yang ada di dalamnya akan terpancar keluar dengan sendirinya. Ketika kita mengisi hati dengan kasih, sukacita, dan kemurahan, kehidupan kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.
Namun jika ada iri hati, amarah, serta kebencian, kehidupan kita akan menjadi batu sandungan. Manusia mungkin dapat berpura-pura tampil baik,tetapi itu hanyalah sementara. Tidak ada kepura-puraan yang bertahan. Cepat atau lambat ia akan terpancar.
Mari kita isi perbendaharaan hati kita dengan hal-hal yang baik dan benar. Tidak ada kebusukan di dalamnya sehingga di mana pun kita berada, kita menjadi terang.