“Bukan bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi bersyukur yang membuat kita bahagia.”
Di sebuah wad hospital ada 2 katil pesakit,yang satu dekat dengan jendela dan yang satu lagi jauh dari jendela. Setiap hari Kai, pesakit yang terbaring lemah di katil dekat jendela menceritakan apa yang dia lihat kepada Teo pesakit yang terbaring di katil satunya lagi.
“Apa yang kamu lihat hari ini?” tanya Teo.
Kai menjawab, “Di luar ada anak-anak kecil berlari riang sedang main dengan anjing kesayangannya. Ada gemerlap lampu-lampu taman yang indah. Ada beberapa anak muda sedang berbaring santai di taman. Dan banyak sekali angsa-angsa di kolam.” Dengan riangn Kai bercerita.
Hari ke hari Teo bertanya kepada Kai, dan Kai terus menceritakan apa yang dia lihat di luar jendela.
Pada suatu malam, Kai sesak nafas. Tapi Teo membiarkan saja keadaan itu sedangkan dia boleh membantu menekan loceng kecemasan untuk memanggil nurse. Dalam hatinya, “Ini kesempatanku untuk pindah ke katil sebelah jika Kai mati, jadi boleh melihat pemandangan di luar.”
Esok harinya Kai meninggal dan Teo memberitahu nurse, “Saya mau pindah ke katil dekat jendela.” Teo pun dipindahkan ke katil sebelah. Waktu dia menoleh ke jendela,ternyata hanya tembok yang ada di pemandangan itu.
Terkadang kita selalu merasa diri tidak bahagia dan selalu melihat orang lain lebih bahagia. Suka berandai-andai. Andai aku kaya seperti dia, andai aku punya suami yang baik seperti dia,andai aku ada isteri seperti dia, andai gajiku besar seperti dia, andai begitu dan andai begini…
Setiap orang ada kesusahan masing-masing. Orang yang bahagia adalah orang yang selalu melihat hidup ini indah, berfikir positif walaupun hanya “tembok” di depan mata tapi yang dia lihat adalah visinya dan selalu ceria serta bersemangat menjalani kehidupan. Bersyukurlah telah diberikan kehidupan.
