“Feeling hopeless is just a slower way of being dead.”
Akibat pandemic, Diego kehilangan pekerjaan dan dia sudah berusaha menghantar permohonan kerja di banyak perusahaan tapi belum ada yang menerimanya.
Ia mulai down dan kehilangan harapan. Setiap hari ia selalu murung.
Melihat keadaan Diego, ibunya pun mengajaknya pergi ke suatu tempat.
Ternyata mereka pergi ke kuburan. Diego terkejut. “Kenapa ibu mengajak saya ke sini?” tanyanya kehairanan.
Sambil menunjuk batu nisan, ibunya berkata, “Di sinilah tempat orang-orang yang tidak lagi punya pengharapan. Selama kita masih hidup, selalu ada harapan.”
Diego tersadar. Keyakinan dirinya pulih dan harapannya pun kembali datang. Ia tahu ia masih ada harapan.
Pengharapan di dalam diri manusia hilang tatkala meninggal dunia. Namun bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil. Tulang-tulang kering pun boleh diubahkan-Nya menjadi tentera yang sangat besar.
Tulang kering berbicara kehidupan yang mati secara spiritual. Hidup tanpa tujuan, tanpa pengharapan, dan tidak lagi mampu melihat masa depan.
Mungkin kita merasakan atau dikatakan sebagai orang yang tidak ada masa depan. Mungkin juga kita mengganggap diri kita sudah mati bagaikan tulang-tulang kering. Tapi ketahuilah bahwa bersama Tuhan, kita selalu memiliki pengharapan dan masa depan yang indah.
