‘Fake’ atau ‘Original’ ?

“𝑂𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑎𝑙𝑠𝑢 𝒉𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑑𝑢𝑙𝑖 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑏𝑒𝑟𝒉𝑎𝑡𝑖-𝒉𝑎𝑡𝑖𝑙𝑎𝒉.”

Selain wabak penyakit, dunia hari ini juga mengalami 𝑤𝑎𝑏𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑙𝑠𝑢𝑎𝑛. Hampir semua yang ada di dunia sudah dipalsukan. Baju, kasut, bag aksesoris, smartphone, bahkan sampai ubat dan makanan juga telah dipalsukan sehingga merugikan konsumen. Bahkan untuk penampilan diri saja pun palsu. Penggunaan filter untuk gambar/video yang berlebihan supaya kelihatan cantik katanya (tapi palsu).

Gaya hidup hedonisme menjadi pilihan. Budaya hidup yang suka mempamerkan kehidupannya seolah-olah ‘berharta’. Sanggup berhutang demi untuk gaya,mutu dan keunggulan katanya (tapi palsu).

𝑆𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡-𝑠𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡,
Berhati-hatilah dengan segala bentuk kepalsuan. Mencari jati diri tidak perlu harus mendapat pengakuan dari orang lain terhadap kita. Berusaha mendefinisikan citra diri agar diakui orang lain hanya membuat kita menjadi tidak jujur pada diri sendiri.

Hiduplah dalam kejujuran, tidak perlu menggadaikan kebenaran dan menyeksa diri sendiri. 𝐵𝑒 𝒉𝑢𝑚𝑏𝑙𝑒 and 𝑏𝑒 𝑦𝑜𝑢𝑟𝑠𝑒𝑙𝑓. Biarlah kehidupan kita menghasilkan buah yang selaras dengan status kita sebagai ‘𝑨𝒏𝒂𝒌-𝒂𝒏𝒂𝒌 𝑻𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈.’

Leave a Comment