Di Dalam Dunia Ada Dua Jalan.

“𝐷𝑖 π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘‘π‘’π‘›π‘–π‘Ž π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘’π‘Ž π‘—π‘Žπ‘™π‘Žπ‘›
πΏπ‘’π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘šπ‘π‘–π‘‘, π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘’ 𝑝𝑖𝑙𝑖𝒉
π‘Œπ‘Žπ‘›π‘” π‘™π‘’π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘Žπ‘π‘– π‘—π‘–π‘€π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘Žπ‘‘π‘–,
π‘‡π‘Žπ‘π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘šπ‘π‘–π‘‘ π‘—π‘–π‘€π‘Žπ‘šπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘–.”

Kita berjalan pasti ada tujuannya. Kita berjalan untuk mencapai sesuatu.
Namun ada juga yang malas berjalan dalam hidup ini dan hanya mengikut arus kehidupan. Ia ditentukan oleh situasi di mana ia berada atau terserah apa saja kata orang, yang penting aman, kata hati nurani tidak pernah dipermasalahkan.

Perjalanan yang benar adalah yang sengaja dilakukan mengikut route dan peta yang didasari kebenaran untuk mencapai matlamat hidup.

Peta bagi pejalan kebenaran adalah di dalam Tuhan dan bersama Tuhan. Itulah jalan yang menuju hidup. Tidak ada jaminan bahwa jalan kebenaran selalu mulus tetapi Tuhan sendiri membawanya kepada tujuan hidup itu.

Murtad adalah berbalik dari jalan Tuhan. Hanya kesenangan duniawi yang menjadi dasar perjalanannya. Kelihatan baik dan menyenangkan tetapi menuju kehancuran, maut dan jalan yang tidak diberkati.

“𝐷𝑖 π‘—π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ 𝒉𝑖𝑑𝑒𝑝, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘—π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘—π‘’ π‘šπ‘Žπ‘’t.”

Leave a Comment