βπΏπππ ππ ππππ π ππππππ. πΉπππ’π ππ π€πππ‘’π ππππππ‘πππ‘. πΆπππ‘π’ππ π‘ππ ππππ π‘ππππ . π΄ππ ππ π‘πππππ πππ’π‘ π€πππ ππ’π‘, ππ’π π‘ π‘πππ ππππ‘πππ π πππ‘.β – Ziad K. Abdelnour
Seperti kamera yang hasilnya bergantung pada apa yang kita fokuskan, begitu juga kehidupan. Kita boleh memilih untuk memfokuskan kamera itu untuk memotret hal-hal yang baik atau memotret untuk hal-hal yang buruk.
Pilihannya bergantung pada kita, apa yang mau kita lihat dan apa yang mau kita fokuskan dalam hidup ini?
Jika kita memilih untuk memotret dan berfokus kepada hal-hal yang baik dan indah yang kita miliki serta menikmati hidup ini, kita akan memiliki kehidupan yang bahagia.
Sebaliknya, jika kita memilih berfokus kepada kecacatan, kemalangan, dan ketidaksempurnaan yang kita atau orang lain miliki, hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup kita, dan berfikir negatif dan berprasangka buruk tentang orang lain, sudah pastilah hidup kita akan penuh dengan drama dan penderitaan.
Ambil kamera, kemudian ambil sebanyak-banyak gambar sesuka hati. Dengan begitu, kita akan mengerti bentuk bahagia dari hasil potretan kamera kita sendiri.
