Akibat Kelalaian

“π‘†π‘’π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘’π‘šπ‘’π‘šπ‘›π‘¦π‘Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘’π‘šπ‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘Žπ’‰π‘€π‘Ž π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘”-π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ -π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘Ÿπ‘’π‘  π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘›π‘Žπ‘ π‘–π‘ π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π’‰π‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘Žπ‘– π‘˜π‘œπ‘›π‘ π‘’π‘˜π‘’π‘’π‘›π‘ π‘– π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘™π‘Žπ‘–π‘Žπ‘›, π‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ , π‘‘π‘Žπ‘› π‘–π‘šπ‘π‘Ÿπ‘œπ‘£π‘–π‘ π‘Žπ‘ π‘– π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–, π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘’ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘–π‘›π‘”π‘–π‘›π‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘π‘™π‘–π‘˜π‘Žπ‘ π‘–. – Samuel Smiles

Ana seorang gadis muda sedang menunggu pesawatnya di ruangan menunggu sebuah airport yang super sibuk. Kerana menunggu berjam-jam, Ana membeli sebuah buku untuk mengisi waktunya. Dia juga membeli sebungkus biskuit. Dia kemudian duduk di ruangan menunggu VIP, sambil membaca dengan tenang.

Seorang pemuda duduk di sebelahnya, yang kelihatannya sedang asyik membaca majalah.
Ketika Ana mengambil biskuit pertama, pemuda itu juga turut mengambil. Ana merasa geram tetapi tidak berkata apa-apa. Dalam hatinya berkata, β€œewh tidak tahu sopan santun laki-laki ini. Kalau aku bukan seorang yang sabar, sudah kutumbuk dia ni”
Setiap kali Ana mengambil sekeping biskuit, pemuda itu juga ikut-ikutan mengambil sekeping. Ana makin marah namun dia tidak ingin membuat kekacauan di ruangan menunggu itu.

Ketika tinggal satu keping biskuit Ana berkata dalam hati, β€œEhm lihat saja apa yang akan dibuat oleh orang yang tidak tahu sopan santun ini?” Lalu, pemuda itu mengambil biskuit yang tersisa, membaginya menjadi dua, dan memberikan yang separuh padanya.
β€œhuh! benar-benar sudah keterlaluan ini!!!” katanya dalam hati. Ana marah besar. Dia segera menutup bukunya, mengemas barangnya, dan bergegas menuju pintu boarding.

Ketika sudah duduk di dalam pesawat, Ana membuka begnya untuk mengambil kacamata, dan…. dia terkejut, ternyata biskut yang dibelinya masih ada di dalam begnya, dan belum dibuka. Ana merasa sangat malu. Dia merasa bersalah kerana kelalaiannya.

Dia lupa biskuitnya masih tersimpan di dalam beg. Ternyata pemuda tadi telah berbagi biskuit dengannya, tanpa marah sedikit pun. Sebaliknya Ana pula yang marah, kerana dia fikir pemuda itu ikut makan biskuitnya. Dia ingin sekali meminta maaf kepada pemuda itu atas kelalaiannya tetapi tidak ada kesempatan lagi. Sebentar lagi pesawatnya sudah mau take-off.

𝐼𝑑 𝑀𝑖𝑙𝑙 π‘”π‘’π‘›π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘™π‘™π‘¦ 𝑏𝑒 π‘“π‘œπ‘’π‘›π‘‘ π‘‘π’‰π‘Žπ‘‘ π‘šπ‘’π‘› π‘€π’‰π‘œ π‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘π‘œπ‘›π‘ π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘™π‘¦ π‘™π‘Žπ‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘›π‘” π‘‘π’‰π‘’π‘–π‘Ÿ 𝑖𝑙𝑙 π‘™π‘’π‘π‘˜ π‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘œπ‘›π‘™π‘¦ π‘Ÿπ‘’π‘Žπ‘π‘–π‘›π‘” 𝑑𝒉𝑒 π‘π‘œπ‘›π‘ π‘’π‘žπ‘’π‘’π‘›π‘π‘’π‘  π‘œπ‘“ π‘‘π’‰π‘’π‘–π‘Ÿ π‘œπ‘€π‘› 𝑛𝑒𝑔𝑙𝑒𝑐𝑑, π‘šπ‘–π‘ π‘šπ‘Žπ‘›π‘Žπ‘”π‘’π‘šπ‘’π‘›π‘‘, π‘Žπ‘›π‘‘ π‘–π‘šπ‘π‘Ÿπ‘œπ‘£π‘–π‘‘π‘’π‘›π‘π‘’, π‘œπ‘Ÿ π‘€π‘Žπ‘›π‘‘ π‘œπ‘“ π‘Žπ‘π‘π‘™π‘–π‘π‘Žπ‘‘π‘–π‘œπ‘›. -π‘†π‘Žπ‘šπ‘’π‘’π‘™ π‘†π‘šπ‘–π‘™π‘’π‘ 

Leave a Comment