Selalu Menyertaimu

Suatu ketika seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang rumahnya. Kerana mau cepat terjun ke dalam air dingin, ia lari melalui pintu belakang, sambil meninggalkan kasut, stokin dan pakaiannya.

Ia melompat ke dalam air, tanpa menyadari bahwa sewaktu berenang ke tengah danau, seekor buaya sedang berenang ke arah arahnya. Ibunya yang di rumah sedang melihat keluar melalui jendela ketika itu melihat buaya dan anaknya makin saling mendekati.

Dalam ketakutannya, ia berlari ke arah danau, berteriak dan menjerit-jerit pada anaknya sekuat tenaga. Mendengar suaranya, anak kecil itu jadi waswas dan berbelok balik menuju ibunya. Tapi sudah terlambat…

Ketika ia sampai pada ibunya, buaya itu sempat mencapainya. Dari pinggir danau, ibu itu dengan pantas menangkap tangan anaknya yang kakinya sedang digigit buaya. Maka terjadilah pertarungan yang luar biasa di antara ibu dan buaya itu. Buaya itu jauh lebih kuat dari ibu itu, tetapi sang ibu dengan semangat juang yang tinggi tidak mau melepaskan tangan anaknya.

Pada waktu itu,seorang pemburu kebetulan sedang melalui tempat itu, ia mendengar suara jeritan, lalu dengan pantas ia berlari ke sumber suara jeritan yang didengarnya, lalu membidik dan menembak mati buaya tersebut.

Apa yang luarbiasa,setelah berminggu-minggu di hospital, anak kecil itu terselamat. Kakinya memang sangat terluka parah, penuh parut akibat serangan ganas buaya, dan pada tangannya, ada goresan garutan dalam sekali akibat kuku-kuku ibunya yang menancap kedalam dagingnya waktu ia terus bertahan menyelamatkan anaknya yang tercinta.

Reporter surat kabar lokal yang mewawancarai anak itu tentang trauma yang dialaminya, bertanya apakah ia mau menunjukkan bekas-bekas lukanya. Anak itu menaikkan celananya dan menunjukkan parut gigitan buaya. Kemudian, dengan bangga, ia berkata pada reporter itu, “Tapi coba lihat tangan-tanganku. Ada juga parut-parut bekas luka di tanganku. Aku dapat ini sebab ibuku tidak melepaskan aku.”

Kitapun sama seperti anak kecil itu. Kita pun ada luka-luka. Bukan akibat gigitan buaya. Tapi akibat luka-luka kehidupan masa lalu yang menyakitkan. Mungkin beberapa di antaranya begitu buruk dan telah membuat kita begitu menyesalinya. Akan tetapi, beberapa luka-luka itu adalah kerana Tuhan tidak melepaskan kita. Dia menjaga dan menyertai kita.

Di tengah pergumulan, Tuhan ada di sana sambil memegang tangan kita. Ia mau melindungi dan menyediakan segalanya. Tapi terkadang kitalah yang secara bodoh melangkah ke dalam situasi berbahaya. Kolam renang hidup kita penuh dengan mara bahaya dan kita lupa bahwa musuh sedang menunggu untuk menyerang. Di saat itulah mulai ada peperangan, dan sekiranya kita dapatkan parut-parut luka cinta kasih-Nya pada tangan-tangan kita, bersyukurlah, sebab itu kerana Ia tidak pernah dan tidak akan melepaskan kita. Dia selalu menyertai kita.

Leave a Comment