Tertunduk lesu. Itulah yang terjadi pada seorang laki-laki melihat isterinya terbaring di ranjang hospital dengan penuh luka-luka di badannya.
Laki-laki itu menyesal kerana tidak menghantar motorsikalnya untuk di servis,padahal isterinya sudah banyak kali memberitahu brek motosikal itu ada masalah.
Pada hari itu,isterinya membawa motosikal itu agak laju sebab terburu-buru menjemput anaknya di sekolah, lalu melanggar kendaraan lain kerana brek motorsikal itu rusak.
Isteri masuk hospital, motorsikal rusak, dan harus membayar ganti rugi pemilik kendaraan yang dilanggar isterinya.
Penyesalan pasti selalu datang terlambat, setelah kita merasakan berbagai kesusahan yang terjadi. “Seandainya akuβ¦, ” itulah yang selalu diucapkan.
Penyesalan juga dirasakan oleh Daud kerana perbuatannya yang mengambil Batsyeba dari suaminya. Daud harus menanggung konsekuensi yang berat dari dosanya itu. Dan Daud menyingkapi penyesalan itu dengan bertobat.
Jika ketika ini kita menyesal kerana melakukan sesuatu yang tidak benar, sehingga harus menanggung berbagai kerugian, jangan terus menyalahkan diri sendiri. Jadikan ini pelajaran berharga dan bangkit kembali. Mintalah kekuatan dari Tuhan agar kita mampu menjalaninya dengan melakukan berbagai hal yang berguna dan membangun.
