
..ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami…
Pada 3 July 1988, kapal perang USS Vincennes menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Airbus A300 Iran dengan 290 jiwa di dalamnya.
Pencetusnya remeh, kapten kapal USS Vincennes waktu tu berasumsi mereka sedang diserang oleh sebuah pesawat tempur F-14 milik Iran.
Majoriti masyarakat Amerika menentang idea pembayaran ganti rugi kepada para keluarga yang terkorban. Alasannya, mereka masih mengingat perlakuan kejam terhadap tebusan Amerika di Iran.
Namun Presiden Reagan berkeras dan tetap menyetujui pembayaran ganti rugi itu.
Ketika ditanya oleh wartawan bagaimana jika tindakannya itu adalah keutamaan yang buruk, ia menjawab, “Saya tidak pernah melihat belas kasihan sebagai keutamaan yang buruk.”
Daud telah bertindak mengambil Mefiboset cucu Saul ke dalam bagian keluarganya, walaupun Saul telah berlaku jahat kepadanya. Ini kerana Daud tidak mahu memiliki hati yang dikuasai oleh roh dendam. Itu sebabnya dia menaruh belas kasihan kepada Mefiboset dan untuk menunjukkan betapa dia sangat mengasihi dan mengampuni keluarga Saul.
Apa reaksi kita ketika mendapati seseorang, yang mungkin pernah melukai hati kita, dan kini sedang mengalami hal buruk? Apakah kita merasa senang kerana memang sudah sewajarnya hal buruk itu dialaminya sebagai balasan dari kejahatannya, atau kita merasa prihatin, menaruh belas kasihan, dan kemudian berusaha menolongnya?
Biarlah kiranya kasih Tuhan menggerakkan hati kita untuk menaruh belas kasihan dan pengampunan kepada setiap orang yang pernah melukai hati kita.