
“Ia membuat lobang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.”
Kita hidup di zaman orang tidak lagi segan untuk melakukan perbuatan jahat. Sanggup melakukan segala cara untuk mewujudkan apa yang diinginkan.
Sanggup memasang “jerat” atau “ranjau” untuk mencelakakan dan menghancurkan hidup orang lain tanpa peduli itu teman, kawan, atau lawan,dengan cara bergosip, memfitnah, menyebarkan berita hoax, atau perbuatan apa saja yang berunsur negatif.
Perbuatan seperti ini terjadi di di mana-mana. Tujuannya hanya satu, menjatuhkan atau menghancurkan orang lain yang dianggapnya sebagai saingan atau lawan.
Tanpa mereka sadari perbuatan jahat yang dilakukan itu akan menjadi bumerang yang dapat menghancurkan diri sendiri, atau senjata makan tuan.
“Terhadap dirinya ia mempersiapkan senjata-senjata yang mematikan, dan membuat anak panahnya menjadi menyala. Sesungguhnya, orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman dan melahirkan dusta. Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya, dan kekerasannya turun menimpa batu kepalanya.” (Psalm 7)
Orang yang merancangkan kejahatan terhadap orang lain akan berperkara sendiri dengan Tuhan. Ada tertulis: “Rancangan orang jahat adalah kekejian bagi TUHAN,” .
Tuhan tidak pernah melepaskan pengawasan-Nya terhadap semua orang. Kejahatan sekecil apa pun, bahkan niat jahat yang timbul di dalam hati sekalipun Tuhan tahu dan pada waktunya Dia akan bertindak.
Biarlah kiranya kita menjadi orang-orang yang bijaksana dan tidak memasang bumerang untuk diri sendiri.