Barometer Tidak Rusak

Seorang laki-laki memesan barometer. Setelah menerima alat itu, dia kecewa kerana jarum indikator terus menunjuk pada bahagian yang bertuliskan “Angin Taufan.”

Dia menggoyangkan barometer itu beberapa kali tapi jarumnya tetap tidak beralih.

Dia menulis surat komplain kepada penjual alat itu dan mengirimnya keesokan harinya semasa dalam perjalanan ke New York.

Petangnya dia pulang ke rumahnya di Long Island, dan mendapati rumahnya sudah hilang diterbangkan angin taufan.

Sangkaannya bahawa barometer itu rusak adalah salah. Jarum barometer itu menunjukkan arah dengan tepat. Kejadian berlaku September 1938, di mana angin taufan dahsyat yang hampir menghancurkan seluruh Long Island.

Kelaparan dashyat terjadi di Samaria. Seorang perempuan mengadukan dampak kelaparan itu kepada raja. Raja mendatangi Elisa sebab ia menyangka musibah itu terjadi akibat kesalahan hamba-Nya. Elisa menjawab bahwa besok harga makanan akan menjadi murah. Pembantu raja tidak percaya dan dengan sombong berkata: “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?”

Perkataan Nabi Elisa tergenapi. Waktu itu empat orang kusta masuk ke perkemahan orang Aram. Di sana banyak sekali makanan, minuman, dan harta benda yang ditinggalkan begitu saja.

Setelah rakyat lain diberitahu,mereka menyerbu perkemahan itu. Pembantu raja ada di sana, dan dipijak-pijak orang sampai mati.

Ketidakpercayaan sering mendatangkan akibat yang buruk. Kiranya kita berpegang teguh pada Tuhan dan petunjuk-petunjuk-Nya, yang senantiasa mengarahkan kita secara tepat: ke jalan yang benar.

Leave a Comment