Merpatiku

“Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!”

Ada kiasan kata ; “Jinak-jinak merpati”. Merpati adalah burung yang tidak terlalu susah tetapi juga tidak mudah untuk ditangkap. Sejenis burung yang boleh berada di sekitar manusia. Bagi manusia, merpati menjadi lambang kecantikan atau kemolekan karakter seseorang.

Merpati yang berada di celah-celah batu, yang bersembunyi di lereng-lereng gunung,adalah seseorang yang menjaga kualiti dirinya dengan baik tetapi hidupnya tetap terbuka bagi orang lain melalui suaranya yang merdu.

Suara merdu merujuk kepada tutur kata yang sopan dan lemah lembut. Tetapi boleh juga merujuk kepada pendapat yang baik dari orang lain tentang seseorang itu.

Wajah yang elok memang merujuk kepada paras yang cantik tetapi boleh juga merujuk kepada karakter baik dan budi yang luhur seseorang. Kecantikan hidup bukanlah pada roman wajah tetapi pada karakter seseorang yang nilainya seperti emas.

Seseorang yang seperti merpati itu bukanlah yang tersembunyi apalagi tertutup bagi orang lain. Apakah kita antara ‘merpati’ yang nilainya yang suci, mulia, dan terhormat itu?

Leave a Comment