Bebas Memilih

“…menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang pantas, bidang perindustrian juga semakin pesat dibangun dan membuka banyak peluang pekerjaan. Namun kepesatan pembangunan perindustrian menimbulkan masalah baru iaitu sisa toksik yang berbahaya.

Apabila pembuangan sisa toksik ini tidak dikelola dengan baik dan dibuang sembarangan,ia akan menimbulkan pencemaran alam. Contohnya jika sisa toksik dibuang ke sungai atau laut,spesis yang hidup di dalamnya boleh mati akibat keracunan.

Hal ini tidak jauh berbeza dengan kehidupan kita. Jika kita terus berada di tempat yang kotor dan penuh dengan pencemaran, lama kelamaan kita pun tercemar dan mengalami keracunan.

Beginilah gambaran tentang hidup yang berkompromi dengan dunia atau mencemarkan diri dengan dunia. Mungkin pada awalnya tidak menampakkan gejala apa-apa, tetapi bila berterusan dan keadaan ini tidak ditangani, kotoran-kotoran tersebut akan menembus masuk ke dalam kehidupan kita.

Namun hidup kita di tengah dunia yang jahat dan kotor ini,kita mempunyai kebebasan untuk memilih. Apakah kita mau hidup dalam kecemaran atau menjaga hidup tetap bersih. Kehendak Tuhan dalam hidup kita adalah menjaga kesucian dan kekudusan.

Namun, Tuhan tidak memaksa kita, Ia tidak ingin memperlakukan manusia seperti robot untuk mengikuti kehendak-Nya. Kita bebas memilih. Tetapi yang harus kita ingat adalah setiap ketidaktaatan pasti membawa konsekuensi yang menghancurkan, dan ketaatan pasti mendatangkan ‘upah’ yang baik.

Pilihan di tangan kita. Kehancuran atau ‘upah’ yang baik.

Leave a Comment