
Stres tidak selalu berakibat buruk atau berdampak negatif apabila kita meresponi dan menanggapi masalah itu dengan bijak.
Ada positif dan negatifnya. Stres dari sisi yang negatif dapat menyebabkan seseorang menjadi lemah dan tertekan sehingga dapat menghambat kemajuannya.
Sisi positifnya, stres boleh diresponi sebagai suatu kesempatan bagi seseorang untuk bertindak dan mencari penyelesaian di tengah krisis atau situasi sulit sehingga menjadikannya semakin matang dan kuat dalam bertindak. Oleh itu kita tidak harus dari masalah.
Salah satu cara mudah agar kita terhindar dari stres adalah istirahat yang cukup dan makan secara teratur. Ketika melihat Elia sedang down Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk membangunkan Elia. “Bangunlah, makanlah! Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.”
Tuhan membiarkan Elia beristirahat sejenak untuk memulihkan fizikalnya, setelah itu Tuhan menarik Elia untuk mengungkapkan hal-hal yang menjadi beban dalam hatinya. “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”
Apabila kita mengungkapkan apa yang tersirat di hati kita kepada Tuhan, beban yang ada di hati akan menjadi semakin ringan.
Selain itu perlu juga bagi kita untuk menarik diri dari kesibukan sejenak untuk menenangkan diri. “Hati yang tenang menyegarkan tubuh,”.
Kita tidak perlu terus-menerus larut dalam masalah, mengasihani diri sendiri, berputus asa. Hidup harus tetap berjalan. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.