Buang Sampahmu

Di taman perumahan saya, lori pengangkut sampah tidak datang setiap hari, tetapi hanya tiga kali dalam seminggu, iaitu setiap Isnin,Rabu dan Sabtu.

Namun, setiap pagi, saya akan membuang sampah rumah ke tong sampah besar di depan rumah, sebelum nanti diangkut oleh lori sampah menurut jadual.

Suatu kali, jiran bertanya mengapa setiap saya pagi membuang sampah itu, padahal lori sampah tidak akan datang mengambilnya.

Saya katakan kepada jiran ,”saya tidak nyaman menyimpan sampah di dalam rumah.”

Tidak ada orang yang nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Namun, bagaimana dengan sampah kehidupan kita? Faktanya, banyak orang nyaman-nyaman saja menyimpan sampah dalam hidup mereka.

Cuba kita re-check cara hidup kita?Masihkah kita menyimpan sampah kehidupan? Segala sesuatu yang duniawi seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan dalam diri kita? Masihkah kita menyimpan kemarahan, geram, kejahatan, fitnah dan segala perkataan kotor yang keluar dari mulut kita?

Memang bukan perkara mudah untuk menjaga hidup kita bersih dari sampah kehidupan. Namun, kita bila kita menanggalkan manusia lama serta kelakuannya dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui,ia tidak mustahil untuk dilakukan.

Dia Selalu Memikirkan Kamu

“π‘†π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘ π‘’π‘ π‘’π‘›π‘”π‘”π‘’π’‰π‘›π‘¦π‘Ž, π·π‘–π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ 𝑔𝑒𝑛𝑒𝑛𝑔-𝑔𝑒𝑛𝑒𝑛𝑔 π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘π‘–π‘π‘‘π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘›π‘”π‘–π‘›, π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘‘π‘Žπ’‰π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘šπ‘Žπ‘›π‘’π‘ π‘–π‘Ž π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘–π‘˜π‘–π‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘›-π‘π‘¦π‘Ž, π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Žπ‘‘ π‘“π‘Žπ‘—π‘Žπ‘Ÿ π‘‘π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘”π‘’π‘™π‘Žπ‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘Ÿπ‘—π‘’π‘—π‘Žπ‘˜ 𝑑𝑖 π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  π‘π‘’π‘˜π‘–π‘‘-π‘π‘’π‘˜π‘–π‘‘ π‘π‘’π‘šπ‘–β€¦”

Gunung melambangkan kemegahan dan tempat mencari damai sejahtera. Gunung sering dilihat sebagai kekuatan strategis secara kerana orang yang berada di atas gunung sukar untuk diserang oleh musuh.

Namun tanpa perlindungan Tuhan, kota di atas gunung pun tidak aman dari serangan musuh yang akan mengalahkannya.

Angin adalah pembawa kesejukan tetapi jika mengamuk,ia menjadi sangat menakutkan. Angin menyebabkan ombak besar yang menenggelamkan kapal di lautan atau menumbangkan pohon yang menindis kehidupan.

Fajar dan kegelapan adalah lambang proses kehidupan yang silih berganti antara susah dan senang, gembira dan sedih, untung dan malang.

Tuhan selalu memikirkan dan merancangkan yang baik bagi manusia yang percaya akan kuasa dan anugerah-Nya.

“π‘†π‘’π‘π‘Žπ‘ π΄π‘˜π‘’ 𝑖𝑛𝑖 π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘‘π‘Žπ’‰π‘’π‘– π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›-π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž-𝐾𝑒 π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘›π‘Žπ‘– π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’;β€¦π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘– π‘ π‘’π‘—π‘Žπ’‰π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘Ž π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘’π‘™π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘Žπ‘›, π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘šπ‘’ π’‰π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘‘π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” 𝑝𝑒𝑛𝑒𝒉 π’‰π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘π‘Žπ‘›.”

Tidak Atau Tunggu Dulu?

β€œπ΄π‘˜π‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘’, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– πΈπ‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’ π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘—π‘Žπ‘’π’‰ π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘šπ‘’π‘›π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘Žπ‘˜π‘’.”

Jika kita berdoa dan langsung dijawab β€˜ya’ oleh Tuhan, kita pasti gembira. Tetapi jika jawaban dari Tuhan adalah β€˜tidak’, pada umumnya reaksi negatif yang kita tunjukkan: kecewa, bersungut-sungut, mengeluh, marah dan kemudian menyalahkan Tuhan. Kita tidak siap menerima kenyataan.

Jika Tuhan tidak menjawab ya atau menolak permintaan kita bukan berarti Tuhan pilih kasih atau bertindak jahat kepada kita. Tuhan berkata β€˜tidak’ mungkin sebab kita salah berdoa: apa yang kita minta dalam doa semata-mata hanya bertujuan untuk memuaskan keinginan daging kita. β€œπ΄π‘‘π‘Žπ‘’ π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘Ž π‘—π‘’π‘”π‘Ž, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Ž π‘Žπ‘π‘Ž-π‘Žπ‘π‘Ž, π‘˜π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘Ž, π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘–π‘›π‘‘π‘Ž 𝑖𝑑𝑒 π’‰π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π’‰π‘Žπ‘π‘–π‘ π‘˜π‘Žπ‘› π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘šπ‘’π‘Žπ‘ π‘˜π‘Žπ‘› π’‰π‘Žπ‘€π‘Ž π‘›π‘Žπ‘“π‘ π‘’π‘šπ‘’.”

Kadangkala jawaban Tuhan terhadap doa kita adalah β€˜tunggu’. Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan sehingga kita tidak sabar menanti-nantikan jawaban Tuhan. Ketidaksabaran menunggu jawaban dari Tuhan seringkali menjadi penyebab kegagalan kita mengalami penggenapan janji Tuhan. Daud berkata: β€œπ‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘‡π‘ˆπ»π΄π‘! πΎπ‘’π‘Žπ‘‘π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘”π‘’π’‰π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘šπ‘’! π‘Œπ‘Ž, π‘›π‘Žπ‘›π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘‡π‘ˆπ»π΄π‘!”

Sifat alamiah manusia umumnya menginginkan segala sesuatunya secara instan. Dan ketika pertolongan Tuhan sepertinya tidak kunjung tiba, kita pun menyerah di tengah jalan dan tidak lagi berdoa. Berdoa itu memerlukan konsistensi. Jangan cepat menyerah.

Bukan Tuhan sengaja menunda waktu, tetapi Ia tahu waktu yang tepat dan terbaik bagi kita. Waktu Tuhan itu tidak pernah terlambat atau terlalu cepat, β€œπΌπ‘Ž π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Žπ‘‘ π‘ π‘’π‘”π‘Žπ‘™π‘Ž π‘ π‘’π‘ π‘’π‘Žπ‘‘π‘’ π‘–π‘›π‘‘π‘Žπ’‰ π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘€π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’π‘›π‘¦π‘Ž.” Selalu ada maksud dan tujuan Tuhan di balik penundaan-Nya: Ia ingin menguji kesabaran kita, menguji ketekunan kita dan mengajar kita untuk bergantung kepada-Nya.

Jangan Cemas Hatimu

β€œπ½π‘Žπ‘‘π‘–, π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘œπ‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘’ π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘–π‘›π‘’π‘š π‘‘π‘Žπ‘› π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘šπ‘Žπ‘  π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘šπ‘’.”

Situasi dunia saat ini sering membuat hati kita cemas. Orang-orang kurang berada,cemas tentang bagaimana memenuhi keperluan hidup, orang-orang berada pula cemas memikirkan harta kekayaan yang dimiliki. Mau disimpan di mana, takut dirompak, atau cukupkah untuk menjamin kelangsungan hidup keturunannya.

Kita akan menjadi cemas jika hati dan fikiran kita terfokus hanya kepada perkara-perkara duniawi, padahal semua yang ada di dunia ini bersifat sementara saja.

Kecemasan adalah sesuatu yang dirancang oleh si jahat untuk menghasilkan stres, ketegangan dan maut. Kita boleh menghindari rasa cemas ini dengan belajar bersyukur dan menyerahkan segala kekuatiran kita kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kita sampai saat ini dan selamanya.

Kita mungkin berkata, “saya sudah berdoa tapi masih merasa cemas.” ini kerana kita tidak menyerahkan segala permasalahan hidup kepada Tuhan, tapi hanya sebagian saja atau beberapa saja, dan berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kekuatan sendiri. β€œβ€¦π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘’-π‘ π‘’π‘Ÿπ‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‡π‘ˆπ»π΄π‘ π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘˜π‘’π‘ π‘’π‘ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž, π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘–π‘ π‘’π‘™π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘‘π‘˜π‘Žπ‘›-π‘π‘¦π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘˜π‘’π‘π‘’π‘šπ‘Žπ‘ π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž.”

Jaga Hatimu

“π½π‘Žπ‘”π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘šπ‘’ π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘”π‘Žπ‘™π‘Ž π‘˜π‘’π‘€π‘Žπ‘ π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Žπ‘›, π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘–π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘’π’‰π‘–π‘‘π‘’π‘π‘Žπ‘›.”

Banyak orang berkata dalam hidup ini kita harus menjaga fikiran, harta, kesihatan, dan sebagainya. Itu semua baik dan penting. Namun ada satu hal terpenting yang harus dijaga lebih dari pada yang lain, dan adalah HATI.

Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu. Ada hubungan antara hati dan jalan hidup kita. β€œπ΅π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘π‘Ž π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘šπ‘’π‘›π‘œπ‘™π‘Žπ‘˜ π’‰π‘Žπ‘‘π‘– π‘›π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘–π‘›π‘¦π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘›π‘– 𝑖𝑑𝑒, π‘‘π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž 𝑖𝑑𝑒 π‘˜π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘ π‘™π‘Žπ’‰ π‘–π‘šπ‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž.”

Hati memiliki peranan yang penting dalam hidup kita. Hati adalah pusat kegiatan hidup manusia. Banyak penyakit manusia yang berpunca dari virus tetapi ada satu virus yang sangat berbahaya. Virus itu adalah sakit hati dan iri hati, yang dapat menyebabkan kerohanian kita mandul dan mati.

β€œπ‘†π‘’π‘ π‘’π‘›π‘”π‘”π‘’π’‰π‘›π‘¦π‘Ž, π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘π‘œπ‘‘π‘œπ’‰ 𝑑𝑖𝑏𝑒𝑛𝑒𝒉 π‘œπ‘™π‘’π’‰ π‘ π‘Žπ‘˜π‘–π‘‘ π’‰π‘Žπ‘‘π‘–, π‘‘π‘Žπ‘› π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘π‘Žπ‘™ π‘‘π‘–π‘šπ‘Žπ‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘› π‘œπ‘™π‘’π’‰ π‘–π‘Ÿπ‘– π’‰π‘Žπ‘‘π‘–.”

Jangan menganggap virus sakit hati dan iri hati itu remeh. Mari kita menjaga hati kita dari kontaminasi virus berbahaya ini.

β€œπ΄π‘‘π‘Ž π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘”-π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘‘π‘– π‘ π‘Žπ‘˜π‘–π‘‘ π‘œπ‘™π‘’π’‰ π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘˜π‘’π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘ π‘Ž, π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘–π‘ π‘–π‘˜π‘ π‘Ž π‘œπ‘™π‘’π’‰ π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘˜π‘’π‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰π‘Žπ‘›-π‘˜π‘’π‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž… “

Kata-kata vs Tindakan

Suatu hari, seorang wanita meminta bantuan kepada pendeta kerana tidak ada tempat berteduh. Oleh kerana sangat sibuk dan tidak berdaya untuk membantu, pendeta itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini:

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›β€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘˜π‘’π‘™π‘œπ‘šπ‘π‘œπ‘˜ π‘‘π‘–π‘ π‘˜π‘’π‘ π‘– π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘–π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž.

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘Ÿπ‘Žβ€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘¦π‘’π‘™π‘–π‘›π‘Žπ‘ π‘˜π‘’ π‘˜π‘Žπ‘π‘’π‘™ π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘Ž π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘˜π‘’π‘π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž.

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘”β€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π’‰π‘Žπ‘‘π‘– π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘šπ‘π‘–π‘™π‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž.

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘ π‘Žπ‘˜π‘–π‘‘β€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘™π‘’π‘‘π‘’π‘‘ π‘šπ‘’π‘›π‘Žπ‘–π‘˜π‘˜π‘Žπ‘› π‘ π‘¦π‘’π‘˜π‘’π‘Ÿ π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‡π‘’π’‰π‘Žπ‘› π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  π‘˜π‘’π‘ π‘–π’‰π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž.

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘’π‘‘π‘’π’‰β€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π’‰π‘œπ‘‘π‘π‘Žπ’‰ π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‡π‘’π’‰π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘”π‘Žπ‘– π‘‘π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘’π‘‘π‘’π’‰π‘Žπ‘› π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘–.

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘˜π‘’π‘ π‘’π‘π‘–π‘Žπ‘›β€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘Žπ‘› π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘Ž.

π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘˜π‘’π‘™π‘–π’‰π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑑𝑒 𝑠𝑒𝑐𝑖, 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑑𝑒 π‘‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘‘ π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‡π‘’π’‰π‘Žπ‘›.
π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘‘ π‘™π‘Žπ‘π‘Žπ‘Ÿ, π‘˜π‘’π‘ π‘’π‘π‘–π‘Žπ‘›, π‘‘π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘–π‘›π‘Žπ‘›β€¦

Kadang kita sendiri mungkin tidak jauh beza dengan pendeta tersebut. Dalam memberi bantuan, kita kerap lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis. Namun, tidak ada satu pun tindakan nyata yang kita lakukan.

Mengasihi bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan. Seribu kata mutiara tidak ada artinya jika tidak ada satu saja perbuatan nyata.

“π΄π‘›π‘Žπ‘˜-π‘Žπ‘›π‘Žπ‘˜π‘˜π‘’, π‘šπ‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘™π‘Žπ’‰ π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘ π‘–π’‰π‘– π‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Žπ‘› π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘’ π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘–π‘‘π‘Žπ’‰, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘’π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘˜π‘’π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›.”

Kesempatan Kedua

Di kesepian malam, tampak seorang gadis cantik sedang memandu laju kenderaannya. Kerana terlalu penat dan mengantuk, tiba-tiba tanpa sedar dia melanggar sebuah pohon besar.

Oleh kerana hentakan yang kuat di kepala, gadis itu koma dan dirawat di hospital. Setelah kesedarannya pulih kembali, ia baru tahu kalau kenderaan yang dipandunya hancur teruk dan jika melihat keadaan kereta itu, seharusnya pemandunya pasti meninggal dunia.

Ajaibnya, dia masih hidup (walaupun mengalami gegaran otak yang parah, tulang paha yang patah menjadi enam, dan lebam sana-sini. Dia harus menjalani operasi dan proses terapi penyembuhan yang lama dan menyakitkan).

Waktu pakciknya datang menjenguk, gadis bersungut-sungut tentang kehidupannya, β€œDunia sungguh tidak adil! Dari kecil aku sudah ditinggalkan oleh ayahku. Walaupun aku tidak pernah hidup berkekurangan tetapi teman-temanku jauh lebih baik hidupnya. Gara-gara ibu membelikan kereta buruk, aku kecelakaan. Wajahku pun sudah cacat. Malang sungguh hidupku..”

Pakciknya yang mengenal gadis itu dari kecil menegur keras, β€œLuna! Wajahmu rupawan, tetapi jiwamu ternyata tidak. Ibumu bekerja keras selama ini hingga hidupmu berkecukupan. Lihatlah sekelilingmu, begitu banyak orang yang tidak seberuntung kamu. Tidak perlu menyalahkan orang lain. Kecelakaan ini kerana kesalahanmu sendiri. Pernahkan kamu fikirkan, seandainya kecelakaan itu merenggut nyawamu, bekal apa yang kamu bawa untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatanmu di hadapan Sang Pencipta? Tuhan begitu baik, memberi kesempatan kedua kepadamu untuk hidup lebih lama. Itu artinya, kamu harus hidup lebih baik. Apakah kamu mengerti?”

Luna terpana sesaat dan lirih menjawab, β€œTerima kasih pakcik Jo. Saya akan mengingat nasihat pakcik. Biarlah luka di wajah ini sebagai pengingat agar aku tahu diri dan mampu untuk bersyukur”.

Sesungguhnya setiap hari di setiap hembusan nafas kita adalah β€œkesempatan kedua”. Kesempatan untuk selalu mengingat kebaikan yang telah kita terima dan mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik kepada orang lain juga.

Manfaatkan setiap kesempatan yang ada dengan menjalankan ibadah dan amanah.

Hidup Yang Penuh ‘Kejutan’.

β€œπ‘†π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘π‘’π‘›π‘”π‘Ž π‘–π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”, π‘™π‘Žπ‘™π‘’ π‘™π‘Žπ‘¦π‘’, π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘›π‘”-π‘π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘–π‘Ž π’‰π‘–π‘™π‘Žπ‘›π‘” π‘™π‘’π‘›π‘¦π‘Žπ‘ π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ’‰π‘Žπ‘›.”

Perjalanan hidup manusia di dunia ini selalu diwarnai dengan kejutan-kejutan. Kadang ada tawa, kemudian berganti dengan tangis, ada keberhasilan, tapi ada juga yang harus menelan pahitnya kegagalan. Kejutan demi kejutan kadangkala seperti sebuah hantaman palu yang datang secara bertubi-tubi tanpa melihat status dan pangkat.

Memang, kejutan yang berupa masalah atau pun penderitaan itu menimpa setiap orang. Namun satu hal yang menguatkan kita adalah Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera untuk memberikan hari depan yang penuh harapan. Di tengah kejutan-kejutan yang terjadi dalam kehidupan ini kita harus percaya β€œβ€¦bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Setia Sepanjang Waktu

“π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Ž 𝑅𝑒𝑑: π½π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘‘π‘’π‘ π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘˜π‘’ π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’ π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘™π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘– π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’; π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘˜π‘’ π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘”π‘–, π‘˜π‘’ 𝑠𝑖𝑑𝑒 π‘—π‘’π‘”π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘Žπ‘˜π‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘”π‘–, π‘‘π‘Žπ‘› 𝑑𝑖 π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘š, 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑑𝑒 π‘—π‘’π‘”π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘Žπ‘˜π‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘š…”

Rut menantu kepada Naomi. Setelah suaminya meninggal, Rut tetap setia dan tidak ingin meninggalkan mertuanya itu.

Rut mengikatkan dirinya dengan mertuanya dengan kesetiaan dalam segala aspek kehidupannya. Tujuan, perjuangan, tempat hidup, cara hidup, budaya, bangsa, dan agama,iman dan lain-lain.

Kesetiaan Rut kepada mertuanya sangat kuat sampai apabila matinya nanti pun ingin dikuburkan di tempat yang sama dengan mertuanya. Definisi kesetiaan beginilah yang menjadi harapan bagi semua orang.

Kita juga boleh memilih untuk berharap dalam kesetiaan antara satu dengan yang lain sampai mati dan dikuburkan sebagai orang setia. Dari kesetiaan akan tumbuh kasih dan kasih akan berbuah kesetiaan.

“π½π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘˜π‘–π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’.πΎπ‘Žπ‘™π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ 𝑖𝑑𝑒 π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘™π‘’π’‰π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘’, π‘‘π‘’π‘™π‘–π‘ π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ 𝑖𝑑𝑒 π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘™π‘œπ’‰ π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘šπ‘’.”

Di Dalam Dunia Ada Dua Jalan.

“𝐷𝑖 π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘‘π‘’π‘›π‘–π‘Ž π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘’π‘Ž π‘—π‘Žπ‘™π‘Žπ‘›
πΏπ‘’π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘šπ‘π‘–π‘‘, π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘’ 𝑝𝑖𝑙𝑖𝒉
π‘Œπ‘Žπ‘›π‘” π‘™π‘’π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘Žπ‘π‘– π‘—π‘–π‘€π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘Žπ‘‘π‘–,
π‘‡π‘Žπ‘π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘šπ‘π‘–π‘‘ π‘—π‘–π‘€π‘Žπ‘šπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘–.”

Kita berjalan pasti ada tujuannya. Kita berjalan untuk mencapai sesuatu.
Namun ada juga yang malas berjalan dalam hidup ini dan hanya mengikut arus kehidupan. Ia ditentukan oleh situasi di mana ia berada atau terserah apa saja kata orang, yang penting aman, kata hati nurani tidak pernah dipermasalahkan.

Perjalanan yang benar adalah yang sengaja dilakukan mengikut route dan peta yang didasari kebenaran untuk mencapai matlamat hidup.

Peta bagi pejalan kebenaran adalah di dalam Tuhan dan bersama Tuhan. Itulah jalan yang menuju hidup. Tidak ada jaminan bahwa jalan kebenaran selalu mulus tetapi Tuhan sendiri membawanya kepada tujuan hidup itu.

Murtad adalah berbalik dari jalan Tuhan. Hanya kesenangan duniawi yang menjadi dasar perjalanannya. Kelihatan baik dan menyenangkan tetapi menuju kehancuran, maut dan jalan yang tidak diberkati.

“𝐷𝑖 π‘—π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ 𝒉𝑖𝑑𝑒𝑝, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘—π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘—π‘’ π‘šπ‘Žπ‘’t.”