Janganlah menghakimi maka kamupun tidak akan dihakimi.
Seorang gadis berusia 24 tahun sedang berada di kereta api bersama dengan ibunya. Ia melihat keluar melalui jendela keretaapi dan berteriak, “mama, lihat pohon-pohon itu berjalan!”
Mamanya tersenyum, namun ada pasangan muda yang duduk di dekatnya, memandang perilaku kekanak-kanakan gadis yang berusia 24 tahun dengan kasihan. Tiba-tiba si gadis kembali berseru “mama, awan itu berlari mengejar kita!”
Pasangan itu tidak dapat menahan perasaan rimas mereka dan berkata kepada ibu gadis tersebut, “Mengapa tidak membawa anak kamu ke doktor sakit jiwa?” ibu itu tersenyum dan berkata;
“Saya sudah membawa dia ke doktor, dan kami baru saja pulang. Anak saya buta sejak lahir, dia baru mendapat donor mata dan baru dapat melihat hari ini”.
Sahabat-sahabat, Setiap orang di dunia ini ada cerita tersendiri. Jangan terlalu cepat menilai atau menghakimi orang lain sebelum kita benar-benar mengenal mereka. Kerana mungkin kenyataan yang terjadi dapat mengejutkan kamu. Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, kerana Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.
Suatu hari ketika dalam perjalanan pulang kerja Aley dirompak. Pada waktu itu dia sedang memandu dan terperangkap dalam kesesakan jalanraya. Tiba-tiba dia didatangi dua pemuda mengacukan pistol dan memaksa menyerahkan uang dalam dompetnya. Aley menuruti saja permintaan perompak itu.
Ketika sampai di rumah, Aley menceritakan kejadian itu kepada suaminya. Lalu suaminya bertanya bagaimana perasaannya. Marah? Menyesal?
“Tidak,” katanya. “Buat apa? Itu tidak akan mengembalikan uang yang hilang. Malah syukur cuma uang di dompet yang mereka ambil, bukan nyawa saya. Dan syukurnya lagi, saya yang dirompak bukan yang merompak. Semoga uang itu boleh berguna buat mereka.”
Di balik setiap kejadian atau keadaan yang kita alami, termasuk yang tidak menyenangkan sekalipun, selalu ada sisi-sisi baiknya. Kuncinya, kita jangan terjebak dalam kemarahan dan kekecewaan yang berpanjangan.
Kita tidak akan kehilangan sukacita dan rasa syukur jika kita menjalani segala situasi dengan penyerahan diri kepada Tuhan, dan menyakini bahwa di balik semua itu ada hikmahnya. Mungkin ini tidak akan menyelesaikan masalah tapi at least kita masih ada sukacita.
Menegur dan menghakimi itu suatu yang sangat berbeza. Kita memang perlu menegur tapi kita tidak perlu menghakimi orang lain. Apa beza menegur dan menghakimi?
𝐌𝐞𝐧𝐞𝐠𝐮𝐫 :
1. Cara penyampaian yang lebih baik. Intonasi suara lebih santai dan tidak emosi.
2.Menegur dengan cara berkelas, bukan di depan umum sehingga suasana menjadi tidak nyaman. Tetapi memilih berbicara secara empat mata.
3.Memberi masukan yang baik atau menasihati dengan cara positif walaupun orang yang ditegur itu salah.
𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐤𝐢𝐦𝐢 :
1. Menyampaikan dengan kalimat kasar, bahkan menghardik.
2.Bersembunyi dibalik topeng menegur atau menasihati padahal membully.
3.Nada suara meninggi dan memarahi.
4.Pelaku penghakiman biasanya merasa dirinya yang paling benar, dan berhak menghakimi seseorang tersebut.
Jika sedang menasihati seseorang mari kita belajar untuk lebih memperhatikan penggunaan kata-kata dan intonasi suara kita supaya orang yang dinasihati merasa kita bukan sedang menasihati tetapi menghakimi dirinya.
Selain wabak penyakit, dunia hari ini juga mengalami 𝑤𝑎𝑏𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑙𝑠𝑢𝑎𝑛. Hampir semua yang ada di dunia sudah dipalsukan. Baju, kasut, bag aksesoris, smartphone, bahkan sampai ubat dan makanan juga telah dipalsukan sehingga merugikan konsumen. Bahkan untuk penampilan diri saja pun palsu. Penggunaan filter untuk gambar/video yang berlebihan supaya kelihatan cantik katanya (tapi palsu).
Gaya hidup hedonisme menjadi pilihan. Budaya hidup yang suka mempamerkan kehidupannya seolah-olah ‘berharta’. Sanggup berhutang demi untuk gaya,mutu dan keunggulan katanya (tapi palsu).
𝑆𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡-𝑠𝑎𝒉𝑎𝑏𝑎𝑡, Berhati-hatilah dengan segala bentuk kepalsuan. Mencari jati diri tidak perlu harus mendapat pengakuan dari orang lain terhadap kita. Berusaha mendefinisikan citra diri agar diakui orang lain hanya membuat kita menjadi tidak jujur pada diri sendiri.
Hiduplah dalam kejujuran, tidak perlu menggadaikan kebenaran dan menyeksa diri sendiri. 𝐵𝑒 𝒉𝑢𝑚𝑏𝑙𝑒 and 𝑏𝑒 𝑦𝑜𝑢𝑟𝑠𝑒𝑙𝑓. Biarlah kehidupan kita menghasilkan buah yang selaras dengan status kita sebagai ‘𝑨𝒏𝒂𝒌-𝒂𝒏𝒂𝒌 𝑻𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈.’
“Berdoa adalah ekspresi iman seseorang yang natural sama seperti bernafas bagi hidupnya.”
Jonathan Edwards
Martin Luther pernah mengatakan, “Menjadi seorang Kristian tanpa berdoa sama mustahilnya dengan hidup tanpa bernafas” jadi doa bukan lagi suatu pilihan tapi merupakan keperluan mutlak kita. Sama seperti kita perlu bernafas untuk hidup.
Orang-orang yang berseru kepada Tuhan di dalam doa dan mengalami sendiri pertolongan Tuhan dalam hidupnya akan mengerti bahwa hanya Tuhan yang dapat diandalkan, tidak ada yang lain. Tuhan yang hidup akan mendengar dan menjawab doa kita.
George Muller seorang missionaris menjadi berkat bagi puluhan ribu anak-anak yatim piatu yang ada di Bristol, England. Muller bukan orang kaya tetapi dia adalah orang yang sepenuhnya bergantung pada pertolongan Tuhan di dalam doa. Muller memiliki beban besar dalam hatinya untuk menunjukkan kepada setiap orang, terutama mereka yang tidak percaya pada Tuhan, bahwa dia berdoa kepada Tuhan yang hidup dan menjawab doa-doanya dengan cara dan waktu-Nya yang ajaib.
Suatu pagi seperti biasa di rumah anak yatim,kira-kira 300 anak-anak sudah duduk manis di depan meja makan untuk sarapan. Tetapi saat itu di hadapan mereka hanya ada piring yang kosong. Hari itu mereka kehabisan makanan, tidak ada makanan yang dapat diberikan untuk anak-anak. Dengan tenang Muller tetap memimpin doa makan seperti biasa dan mengucap syukur kepada Tuhan untuk makanan yang akan mereka makan (dengan penuh keyakinan Tuhan akan menyediakan). Tidak lama setelah itu, terdengar suara ketukan pintu. Seorang tukang roti datang dengan membawa begitu banyak roti. Dia berkata bahwa sepertinya Tuhan menyuruhnya untuk membuat roti lebih banyak dari biasanya untuk dikirim ke rumah anak yatim.
Muller begitu berterima kasih dan membagikan roti itu kepada anak-anak. Tidak lama setelah itu, terdengar suara ketukan lain dari luar. Kali ini seorang tukang susu yang berdiri di depan pintu. Dia berkata bahwa tayar keretanya pancit dan memerlukan waktu yang lama untuk diperbaiki. Jadi dia memutuskan untuk memberikan semua susu yang dibawanya kepada rumah anak yatim Muller kerana kalau tidak, susu itu akan rusak.
Pagi itu, Tuhan menyediakan makanan dan minuman kepada ratusan anak dengan cara yang luar biasa. Dalam hidupnya, Muller tidak pernah meminta atau memohon bantuan dari orang lain. Dia mengandalkan dan percaya kepada Tuhan sepenuhnya dan Muller membuktikan sendiri bahwa Tuhannya hidup dan mendengar doa.
Tuhan selalu ingin mendengar kita berbicara kepada-Nya, Ia menyendengkan telinga-Nya terhadap doa permohonan kita. Bahkan ketika ada yang tidak dapat kita ucapkan dalam hati, Ia pun mengerti dan mengetahuinya. Tidak perlu bertele-tele dan sibuk menyusun kalimat indah atau merangkai kata yang panjang seperti ingin memberi setumpuk informasi kepada Tuhan dalam doa kita. Tidak perlu mengarahkan Tuhan atas jalan keluar sesuai keinginan kita. Tuhan tidak perlu arahan kita. Dia mengetahui setiap detail hidup kita dan paling mengerti jalan keluar terbaik bagi kita.
Serahkanlah seluruh jawaban doa di tangan Tuhan, biarkanlah Dia bekerja dengan bebas dalam hidup kita melalui cara-Nya sendiri.
“Sudahkah Anda mempersiapkan diri? Tidak ada jalan keluar lain. “
Vernon Grounds
Seorang komedian, bernama W.C. Fields (1880-1946), mampu membuat penonton tertawa terbahak-bahak, tetapi ia sendiri tidak pernah merasa bahagia. Ia tidak pernah memperhatikan kehidupan rohaninya.
Namun ketika mengetahui dirinya akan mati, ia mulai meluangkan waktu untuk membaca Bible. Ketika ditanya tentang minat barunya itu? Fields menjawab, “Saya sedang mencari jalan keluar, teman.”
Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi. Suatu saat nanti kita semua akan mati dan dihakimi oleh sang Pencipta, apakah kita sudah mempersiapkan pertemuan kita dengan-Nya? Jangan merencanakan untuk bertobat pada jam 11,kerana mungkin kamu akan mati pada jam 10.30.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Mengasihi musuh tidak bermaksud bahawa kita tiba-tiba menjadi kawan mereka. Perkataan “musuh” berasal dari bahasa Latin ” inimicus” yang bermaksud “bukan kawan“. Namun tidak bermaksud semua orang yang bukan kawan adalah musuh kita.
Dunia mengajar kita untuk membalas setiap perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang lain terhadap kita. Tetapi jika kita mahu menjadi orang yang berbeda dan berdampak, kita boleh belajar untuk mengasihi musuh kita.
1. Berikan penghormatan sejati kepada musuhmu selayaknya yang harus diterima oleh semua orang dengan penuh belas kasihan.
2.Berusahalah untuk mengenal dan memahami mereka dengan lebih baik – harapan, ketakutan, kebimbangan, dan aspirasi mereka.
3.Jangan berpegang pada kekuatan dan keyakinan sendiri. Andalkanlah Tuhan.
4.Jangan menghakimi dan menilai orang, tetapi perhatikan kesan tindakan mereka. Apakah tindakan mereka membangun atau menjatuhkan
5.Seboleh-bolehnya, perlihatkan kebaikan dengan ikhlas kepada musuh dan berdoalah untuk mereka.
6.Praktikkan “penyangkalan diri”. Adakalanya Tuhan memakai orang-orang yang “menjengkelkan” sebagai cara untuk membentuk kita.
Dalam kehidupan ini adakalanya kita perlu melepaskan dan meneruskan. Ini berlaku bukan sahaja dalam hubungan romantis, tetapi dalam pekerjaan,situasi kehidupan sehari-hari, hubungan profesional dan persahabatan.
Namun, walaupun kita secara intelektual memahami hakikat ini,kadangkala kita sukar mempraktikkannya. Kita sukar mengucapkan ‘goodbye’ kepada masa lalu atau manusia lama kita.
Ada ayat mengatakan, “…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,”
Masa lalu sudah berlalu dan tidak mungkin terulang kembali. Kita adalah manusia baru. Jika kita terus dibayang-bayangi oleh masa lalu sampai bila pun kita tidak akan dapat ‘move on’ . Ada orang suka yang membangga-banggakan masa lalunya kerana diwarnai prestasi dan kejayaan. Ada pula yang suka melupakan masa lalu kerana penuh kegagalan dan kepahitan hidup. Ucapkan ‘goodbye’ dan ‘move on’.
Hidup kita akan berubah jika kita punya penyerahan diri penuh kepada Tuhan. Miliki tekad yang kuat untuk meninggalkan masa lalu atau kehidupan lama. Jika kita sudah meninggalkan kehidupan lama jangan menoleh ke belakang lagi.
Luna sedang berjoging di suatu petang. Tiba-tiba langit yang awalnya cerah berubah menjadi gelap dan hujan lebat pun turun. Oleh kerana Luna tidak membawa payung, dengan segera dia berlari mencari tempat perteduhan dan menemukannya sebelum basah kuyup.
“Nasib baik ada safe haven,daripada memaksa meneruskan perjalanan dan basah kuyup, lebih baik berteduh sementara waktu.”katanya dalam hati.
Kehidupan kita seperti pejalan kaki yang menyusuri jalan-jalan kehidupan. Perjalanan yang tidak selamanya mudah. Ada saja hambatan dan tantangan yang muncul. Kesulitan- kesulitan,sakit-penyakit,krisis keuangan dan sebagainya tiba-tiba datang menyerang tanpa diduga.
Itulah sebabnya kita perlu tempat perteduhan (safe Haven). Kita tidak memilih tempat perteduhan yang atapnya bocor atau mudah roboh melainkan tempat yang atapnya cukup lebar dan kuat.
Di dalam tempat perteduhan kita masih mendengar bunyi guruh, melihat petir dan hujan, tetapi semua itu tidak mengenai kita. Begitu juga selama kita hidup di dunia ini, kita masih menghadapi berbagai ancaman kehidupan. Tetapi ketika kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perteduhan, kita tidak lagi merasa takut.
Perlindungan Tuhan itu kuat bagaikan perisai dan pagar tembok. Akan ada rasa aman bagi setiap orang yang berada dalam naungan Tuhan sebab badai kehidupan tidak dapat menggoyahkannya.
“Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.”
Semua orang memiliki hati namun belum tentu semua orang memiliki kesucian hati. Kesucian hati adalah sikap yang suka melakukan segala yang baik, tulus,ikhlas,setia, adil dan tidak pilih kasih. Maksud dan tujuan perbuatannya adalah untuk kebaikan semata-mata.Kebaikan yang bukan hanya bagi dirinya sendiri tetapi demi kebaikan semua orang.
Seseorang yang memiliki hati yang suci senantiasa berbicara manis dan tulus. Kata-kata manis dan indah yang terlahir dari hati yang tulus tanpa kemunafikan dari sang pemilik hati. Sehingga ia dicintai,dikasihi dan mewarnai hidup orang-orang dalam lingkungannya.