Manusia Yang Tidak Pernah Salah

Suatu hari Iblis, bertemu Tuhan. Iblis pun menceritakan keluh kesahnya.

“Tuhan, manusia itu keterlaluan. Mereka yang korupsi, mencuri, membunuh, saya yang disalahkan. mereka kata,”digoda Iblis,” keluhnya.

Tuhan pun menyambut keluhan Iblis.

“Sama, Aku pun begitu, Blis. Banjir, kecelakaan lalu lintas, suami isteri bercerai, mereka cakap, sudah kehendak Tuhan,” kata Tuhan.

Begitulah sifat manusia. Sering lari dari tanggungjawab, sering mencari kambing hitam,melemparkan kesalahan kepada pihak lain.

Itu juga yang terjadi di Taman Eden, ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Adam yang telah melanggar perintah Tuhan dengan memakan “buah terlarang” itu, melemparkan kesalahan kepada Hawa. Dan Hawa pula melemparkan kesalahannya kepada ular.

Ini adalah sifat yang buruk. Sebab dengan melemparkan kesalahan kepada pihak lain, bukan saja kita telah mengandakan dosa kita, tetapi kita juga tidak belajar dari kesalahan itu.

Seberapa cerdikpun kita bersembunyi dari dosa, kita tidak dapat lari dari Tuhan. Seperti Adam dan Hawa, kita tidak dapat mengelak dari konsekuensi dosa. Pada akhirnya, kita harus mempertanggungjawabkan setiap dosa kita di hadapan Tuhan.

Jika dosa dibiarkan tinggal dalam diri kita,akan melahirkan dosa-dosa lainnya. Oleh itu, kita harus memutus mata rantai dosa,dengan mengakui dan bertanggung jawab atasnya. Mungkin kita akan “sakit” sesaat menanggung akibatnya, tetapi itu lebih baik daripada kita harus menanggung akibat dosa yang berpanjangan.

Telinga Untuk Mendengar

Suatu hari Sam bermimpi sedang berada di sorga. Ketika berjalan-jalan ia melihat sebuah rak berisi benda-benda yang kelihatan aneh.

“Apa itu?” tanya Sam kepada malaikat.

Jawab malaikat, “Oh itu telinga orang-orang yang ketika hidup di dunia mendengarkan hal-hal yang harus mereka lakukan, tetapi tidak melakukannya. Jadi waktu meninggal, telinga mereka saja yang masuk ke sorga sementara bagian tubuh yang lain tidak.”

Lalu ada rak yang lain, dan malaikat menjelaskan, “Ini lidah orang-orang yang ketika hidup di dunia memberi tahu orang lain untuk berbuat baik dan hidup baik, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Maka ketika meninggal, lidah-lidah mereka saja yang masuk ke sorga dan bagian tubuh yang lain tidak.”

Humor ini mengingatkan kita untuk berhenti menjadi orang yang hanya suka mendengarkan pengajaran yang baik, tetapi tidak pernah melakukan apa yang didengarnya.

Humor ini juga mengingatkan kita,berhenti menjadi orang yang hanya fasih berbicara tentang hal kebaikan, tetapi tidak pernah mempraktikkan kebaikan itu sendiri.

Saya percaya ketika kita menjadi PELAKU(DOER), buah-buah yang nyata akan kelihatan sehingga dapat dirasakan, dinikmati, dan memberkati orang lain.

“But be doers of the word, and not only hearers, deluding your own selves.”

Procasinator

“Action today can prevent a crisis tomorrow.”

Archis, hakim kota Thebes di Yunani Kuno, sedang menikmati anggur dengan para perwira setempat.

Tiba-tiba, muncul seorang kurier yang membawa surat berisi pemberitahuan tentang konspirasi yang mahu membunuhnya. Oleh sebab itu,dia ingatkan untuk melarikan diri.

Archis menerima surat itu. Akan tetapi menunda untuk membukanya, ia memasukkan surat itu ke dalam poket dan berkata kepada kurier itu, “Urusan business besok saja.”

Keesokan harinya, dia mati. Sebelum sempat membuka surat itu dia sudah ditangkap dan dikurung. Ketika itulah dia membacanya tapi semua sudah terlambat.

Penundaan memang tidak selalu berakibat fatal seperti yang menimpa Archis. Namun, kebiasaan menunda tugas biasanya menunjukkan kurang disiplin diri dan tidak bijak mengatur waktu.

Merasa tugas itu berat, membosankan, atau tidak menyenangkan itu bukan alasan yang wajar untuk menundanya. Jangan menunda besok untuk menuntaskan tugas hari ini. Tindakan hari ini dapat mencegah krisis besok. Lagipun besok belum tentu kita waktu dan mampu melakukannya.

“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”Proverbs 10:4

Semangat Yang Kuat

Kadangkala kita mengalami kegagalan dalam hidup bukan kerana bodoh atau tidak berpendidikan, tetapi kerana kita tidak memiliki semangat dalam menjalani hidup.

Apabila diperhadapkan dengan masalah atau kesulitan kita terlalu cepat mengeluh atau mengasihani diri sendiri sehingga kehilangan semangat. Ada ayat yang berkata; “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”.

Walau diperhadapkan tantangan dan kesulitan yang berat,jangan sampai kehilangan semangat. Kerana hanya orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. Lagi pula,kita di”design” untuk menjadi pemenang. Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan kita. Tapi ada waktu-waktunya di mana kita harus di”training agar kita benar-benar “ready” untuk meraih kemenangan itu.

“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.”

Kaya Tapi Tidak Bahagia

Christina Onassis (11 Disember 1950 – 19 November 1988) ialah seorang ahli perniagaan, sosialit dan waris kepada kekayaan raja kapal Yunani. Dia adalah satu-satunya anak perempuan Aristotle Onassis dan Tina Onassis Niarchos.

Kerana terlalu kaya Christina Onassis, menyelesaikan banyak masalahnya dengan wang. Christina sanggup membayar $ 30,000 sekali sebulan untuk jet peribadinya demi untuk mendapatkan bekalan minuman kegemarannya iaitu Diet Coke yang hanya ada di Amerika Syarikat dan dia pula tinggal di Eropah.

Sewaktu bercuti di Austria dan menyadari bahwa rakaman David Bowie favorit nya tertinggal di rumahnya yang terletak di Swiss, dia sanggup mengarahkan pilotnya untuk mengambilnya. Christina juga akan menawarkan wang tunai kepada teman-temannya untuk menemaninya selama 24 jam. Begitulah betapa mewahnya kehidupan Christina Onnasis. Hampir apa saja yang diinginkan mampu dibelinya.

Kelihatannya penuh dengan kebahagiaan bukan? Namun,
masa kecil Christina sangat tidak menentu dan sentiasa kesepian. Orang tuanya bercerai dan ayahnya sering tidak ada di sampingnya.

Setelah dewasa, keempat-empat pernikahannya bermasalah dan berakhir dengan penceraian. Dia mengalami depresi dan beberapa kali mencuba untuk bunuh diri.

Dalam tempoh 29 bulan, Christina kehilangan seluruh keluarga terdekatnya. Abangnya Alexander meninggal dunia dalam nahas kapal terbang di Athens pada 1973 pada usia 24 tahun. Ibunya meninggal dunia akibat disyaki overdosis dadah pada tahun 1974, bapanya meninggal dunia pada Mac 1975.

Christina sendiri mati muda, pada usia 37 tahun (1988)dunia akibat serangan jantung yang disebabkan oleh edema pulmonari akut .

Kebahagiaan yang dunia tawarkan adalah semu,palsu dan tidak abadi. Sekalipun kita memiliki semuanya (wang, harta, populariti, pangkat), tidak menjamin kebahagian. Hanya mendekatkan diri dengan sumber kebahagian iaitu Sang Pencipta kita beroleh bahagia.“Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.”

Merpatiku

“Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!”

Ada kiasan kata ; “Jinak-jinak merpati”. Merpati adalah burung yang tidak terlalu susah tetapi juga tidak mudah untuk ditangkap. Sejenis burung yang boleh berada di sekitar manusia. Bagi manusia, merpati menjadi lambang kecantikan atau kemolekan karakter seseorang.

Merpati yang berada di celah-celah batu, yang bersembunyi di lereng-lereng gunung,adalah seseorang yang menjaga kualiti dirinya dengan baik tetapi hidupnya tetap terbuka bagi orang lain melalui suaranya yang merdu.

Suara merdu merujuk kepada tutur kata yang sopan dan lemah lembut. Tetapi boleh juga merujuk kepada pendapat yang baik dari orang lain tentang seseorang itu.

Wajah yang elok memang merujuk kepada paras yang cantik tetapi boleh juga merujuk kepada karakter baik dan budi yang luhur seseorang. Kecantikan hidup bukanlah pada roman wajah tetapi pada karakter seseorang yang nilainya seperti emas.

Seseorang yang seperti merpati itu bukanlah yang tersembunyi apalagi tertutup bagi orang lain. Apakah kita antara ‘merpati’ yang nilainya yang suci, mulia, dan terhormat itu?

Ask And It Will Be Given To YouYou

Jika kita ingin pergi ke suatu tempat tetapi tidak tahu arah dan jalannya, apa yang akan kita lakukan? Berdiam diri tentu tidak akan memberi jalan keluar. Satu-satunya cara yang kita harus lakukan adalah bertanya untuk menghindari kita dari tersesat.

Kehidupan kitapun begitu, kerana terlalu banyak masalah mungkin membuat kita tidak tahu lagi ke mana harus memulakan langkah. Ketika itu terjadi, apakah kita akan bertanya kepada Tuhan untuk mencari jawabannya?

Kematian raja Saul tidak serta-merta melancarkan perjalanan Daud untuk menaiki takhta menjadi raja. Daud sendiri pun tidak tahu apa yang harus dilakukan atau ke mana ia akan melanjutkan perjalanannya. Lalu Daud bertanya kepada Tuhan kerana ia tahu Tuhan akan memberitahunya apa yang harus dilakukan. Dan Tuhan meminta Daud untuk pergi ke Hebron.

“Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: ‘Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?’ Kata TUHAN kepadanya: ‘Pergilah.’ Lalu kata Daud: ‘Ke mana aku pergi?’ JawabNya: ‘Ke Hebron.'”

Pada saat itu Daud belum mengerti maksud Tuhan hingga beberapa waktu menetap di kota itu. Sampai akhirnya orang-orang Yehuda mengurapinya dan mengangkatnya menjadi raja Yehuda.

Dalam situasi terjepit dan dituntut untuk segera mengambil keputusan, langkah apa yang akan kita lakukan? Akankah kita bertanya kepada Tuhan?

Diperlukan kerendahan hati untuk bertanya dan menerima jawaban Tuhan. Kerana kadangkala jawaban Tuhan itu tidak sesuai dengan kehendak kita. Tapi maukah kita tetap taat?

Kadang kita harus menjalani sebuah perjalanan yang tidak mudah dan beberapa kali bertemu hambatan, namun perjalanan kita akan berakhir dengan indah. Kerana arahan Tuhan selalu berbuah kebaikan pada akhirnya.

Musuh Yang Baik

Muhammad Ali dikagumi dan diminati banyak orang kerana dia seorang peninju legend. Namun, orang sering melupakan lawan-lawannya.

Salah seorang musuh lama yang bertarung dengan Muhammad Ali sampai tiga kali adalah Joe Frazier. Frazier menaklukkan Ali pada perlawanan pertama mereka yang disebut The Fight of the Century pada 8 March 1971.

Pada perlawanan tinju 15 round itu Frazier merebut tali pinggang dan gelaran “Juara Dunia Kelas Berat” dari Ali, namun pada perlawanan kali kedua (28 Januari 1974) dan ketiga (1 Oktober 1975) Frazier tewas kepada Ali.

Tanpa lawan yang lasak, tanpa musuh lama, mungkin Muhammad Ali sang legend tidak wujud.

Hidup kita pun merupakan sebuah pertandingan. Kita bertanding agar kita bertumbuh dewasa, tidak menjadi seorang yang lemah. Pertandingan tinju lawannya adalah manusia lain, tapi dalam pertandingan iman,lawan kita yang pertama adalah Iblis, yang dapat membuat kita kehilangan iman. Lawan kita juga adalah keinginan daging. Lawan yang lainnya adalah kegagalan kita dalam menaati perintah Tuhan.

Tanpa musuh,kita tidak akan menjadi pemenang. Tanpa pertandingan, kita tidak akan tahu seberapa besar kekuatan kita. Mari menjadi petarung yang gigih, agar kita dapat memenangi setiap pertandingan iman dalam hidup ini.

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.”

Janganlah Hendaknya Kamu Kuatir

Pohon bambu itu memohon agar petani itu tidak menebangnya. “Tapi aku sangat memerlukan kamu,” kata petani itu.

“Jika kami ditebang, siapa yang akan menggantikan kami?” keluh bambu itu lagi.

“Lihat, di kakimu tumbuh tunas-tunas baru,” jawab petani.

Petani itu pun memotongnya menjadi beberapa bagian. Memasang beberapa bagian tepat di bawah aliran sungai, lalu menyambungnya dengan bagian-bagian lain dan terhubung hingga sampai ke ladang dan kawasan sawah padi.

Air pun mengalir melalui bambu-bambu itu dan membasahi tanah pertanian. Benih-benih yang ditanam petani itu tumbuh dengan suburnya hingga masa penuaian.

Sering kita terlalu nyaman berada di satu tempat, tumbuh subur di sana, tanpa menyadari sesungguhnya ada tempat-tempat lain yang memerlukan kehadiran kita. Oleh itu Tuhan kadangkala “memaksa” kita dengan cara mencabut, memotong, dan mengeluarkan kita dari zon nyaman untuk dibawa-Nya pada sebuah rencana yang lebih besar dan bermanfaat. Kita pula selalu memberontak.

Sebelum tiba waktunya kita tidak memahami bahwa Tuhan hendak memakai hidup kita untuk sebuah tujuan yang lebih mulia. Sampai akhirnya kita akan mampu memahami maksud dan tujuan Tuhan mengapa Ia membawa kita ke sebuah tempat yang kita dahulunya tidak inginkan.

Ketika kita harus berada di sebuah tempat yang menurut kita tidak sesuai dengan harapan,berdoalah kepada-Nya. Tuhan tentu ada tujuan mulia dan di tempat itulah kita dapat dipakai-Nya untuk menjadi penyalur berkat-Nya. Sebuah tempat yang gersang pun akan menjadi segar kerana Tuhan menghadirkan diri kita di sana.

Jangan Biarkan Koiros Itu Berlalu Sia-sia

Tom Bahler jatuh cinta kepada Karen Carpenter. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Dua tahun mereka menjalani hubungan cinta.

Namun, beberapa lama kemudian Tom tidak lagi memandang kehadiran Karen sebagai kesempatan istimewa. Dia tidak memberi kepastian tentang ke mana arah hubungan mereka.

Kerana tiada kepastian akhirnya, Karen meninggalkan Tom. Waktu ditinggalkan barulah Tom menyadari, kesempatan berharga itu telah berlalu.

Dengan hati remuk, Tom menggubah lagu berjudul She’s Out of My Life. “Akhirnya aku belajar sesuatu,” kata Tom, “tetapi semua sudah terlambat.”

Kesempatan bagaikan awan yang berlalu. Pergunakanlah ketika ia ada dlnampak di hadapanmu. Kesempatan ialah momen yang tepat untuk berbuat sesuatu.

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada gilirannya. Tuhan mengizinkan berbagai peristiwa singgah dalam hidup kita, silih berganti. Dan di setiap kejadian, ada kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bernilai kekal.

Sayangnya, kita sering tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Tuhan. Rutin kehidupan,menjebak kita menjalani hidup ini seperti mesin. Akhirnya kita lupa melihat bahwa dalam tiap rutin hidup, ada kesempatan indah untuk melakukan sesuatu. Akibatnya, koiros itu berlalu.

Hari ini, ketika sedang menjalani rutin seharian, jangan lalukan kesempatan untuk melakukan sesuatu walaupun mungkin hal kecil. Mungkin hanya sebuah senyuman atau kalimat pembangkit semangat tapi ia mampu menyentuh hidup seseorang. Atau hanya tunjukkan sikap simpatik dan caring,kita membuat seseorang itu dikuatkan. Setiap kesempatan mari kita gunakan untuk menabur kasih. Jangan biarkan Koiros itu berlalu sia-sia.