Jika Tersesat, Segera Balik Ke ‘Basecamp’.

Tidak perlu panik jika tersesat. Kita hanya perlu mengubah kemana kita ingin pergi.”

imakelar

Ada sekumpulan anak muda hiking di gunung. Tapi sudah 3 jam berlalu, mereka belum juga sampai di tempat tujuan sesuai dengan anggaran waktu. Namun mereka berkeras bahwa laluan mereka itu betul dan tetap meneruskan perjalanan.

Setelah hampir 5 jam berjalan mereka sadar dan mengakui bahwa mereka sudah tersalah jalan. Laluan perjalanan yang mereka tempuh tidak sesuai map. Mereka sepakat untuk patah balik dan turun ke basecamp.

Sesampainya di basecamp mereka bertemu dengan pekerja di sana. “Kamu bernasib baik kerana cepat menyadari kamu sudah sesat”, kata pekerja itu. “laluan tadi menuju area tanah runtuh yang belum stabil dan sangat berbahaya.”

Kita pun mungkin ada pengalaman yang sama. Setelah beberapa saat kita melakukan sesuatu, tiba-tiba kita menyadari bahwa tindakan kita itu tidak betul dan kitapun cepat-cepat “kembali ke basecamp“.

Tetapi ada orang walaupun tahu bahwa langkahnya sudah salah atau akan salah, ia tetap meneruskannya dan mengabaikan peringatan-peringatan Tuhan.

Mengeraskan hati dan mengabaikan semua tanda yang jelas dan dapat difahami hanya akan mengundang kecelakaan dan malapetaka dalam hidup kita.

“…orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.”

Berterima Kasih Dengan Masalah?

Kita akan berbahagia jika mampu mengubah masalah menjadi hikmah.”

Semua orang kalau boleh, tidak mau ada masalah bukan? Kita selalu menganggap masalah itu musuh yang perlu dihindari. Tetapi tahukah anda bahawa kita sebenarnya perlu berterima kasih dengan masalah itu. Aiks?! Kenapa begitu?

Masalah adalah cara yang paling ampuh dan mujarab untuk mengajar kita tentang apa yang baik dan apa yang buruk (good and bad). Bahkan masalah, kesulitan atau penindasan boleh membawa seseorang mendekat kepada Tuhan.

Namun ada juga yang memilih untuk menjauh dan lari meninggalkan Tuhan. Semua itu tergantung bagaimana sikap dan respons kita terhadap masalah itu.

Daud pahlawan yang mengalahkan Goliat itu berkata, “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Daud faham bahawa masalah adakalanya terjadi akibat dari kesalahan kita sendiri. Jika kita peka, ini adalah kesempatan bagi kita untuk mengoreksi dan memperbaiki diri.

Namun tidak semua orang dapat memandang setiap permasalahan dengan cara pandang yang positif. Kita berterima kasih jika Tuhan menegur kita melalui masalah, kerana Dia menghajar orang yang dikasihi-Nya. Jadi bukan tanpa tujuan jika Tuhan mengizinkan masalah terjadi dalam hidup ini.

Kita patut berterima kasih kerana peringatan-peringatan Tuhan ini membuat kita semakin melekat kepada Tuhan, menyadari keterbatasan dan tidak lagi memegahkan diri sendiri.

Marah

𝐾𝑜𝑛𝑡𝑟𝑜𝑙 kata-katamu ketika kamu sedang marah kerana kadang-kadang kata-kata yang diucapkan dalam kemarahan meninggalkan bekas luka yang tidak dapat disembuhkan.”

Kita semua pasti pernah merasa marah kan? Sampai saat ini, saya belum pernah bertemu dengan orang yang tidak ‘pandai’ marah. Tuhan saja pun boleh marah apalagi kita yang hanya manusia.

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Sebab itu, kita sering mendengar orang berkata,” jangan cepat marah”, “jangan lama-lama marahnya” atau “jangan tidur dalam keadaan marah”.

Marah yang tidak dikontrol akan merugikan. Jadi penting untuk kita belajar mengontrol amarah itu. Kerana jika tidak demikian, kita mungkin akan melukai orang lain bahkan orang-orang yang kita sayang. Kadangkala setelah dilukai dan disakiti, orang-orang di sekitar akan mulai menjauhi kita dan mungkin berhujung kita akan menjadi ‘lonely’ sebab tidak ada orang yang suka dekat dengan pemarah.

Marah yang terkendali dan penuh dengan teguran yang baik pasti berbeza hasilnya. Saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah, sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran.

Cermin Kehidupan

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, kerana dari situlah terpancar kehidupan.”

Ada cerita tentang seorang ratu yang cantik tetapi penuh dengan sifat dengki dan iri hati. Setiap hari,ratu itu akan berdiri di depan cermin ajaib dan bertanya, “Cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini?” Dan setiap hari juga cermin ajaib menjawab, “Ratuku adalah wanita paling cantik di negeri ini.”

Waktu terus berlalu. Sampai bertahun-tahun kemudian, sang ratu seperti biasa bertanya pada cermin ajaib, “Cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”

Betapa terkejutnya ia ketika cermin ajaib itu menjawab, “Paduka Ratu memang cantik, tetapi Puteri Salju seribu kali lebih cantik.”

Seperti dalam dongeng itu, cermin tidak pernah berbohong. Apabila seseorang berwajah cantik berdiri di hadapannya, ia akan memantulkan bayangan wajah yang jelita.

Hati kita ibarat cermin kehidupan. Apa yang ada di dalamnya akan terpancar keluar dengan sendirinya. Ketika kita mengisi hati dengan kasih, sukacita, dan kemurahan, kehidupan kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Namun jika ada iri hati, amarah, serta kebencian, kehidupan kita akan menjadi batu sandungan. Manusia mungkin dapat berpura-pura tampil baik,tetapi itu hanyalah sementara. Tidak ada kepura-puraan yang bertahan. Cepat atau lambat ia akan terpancar.

Mari kita isi perbendaharaan hati kita dengan hal-hal yang baik dan benar. Tidak ada kebusukan di dalamnya sehingga di mana pun kita berada, kita menjadi terang.

Melatih Kesabaran

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

Isteri Socrates yang bernama Xanthippe seorang yang cerewet, kuat membebel dan suka mengkritiknya dengan keras.

Suatu hari, isteri Socrates jatuh sakit. Kawan-kawan Socrates berkata , “Kini engkau beruntung kerana tidak perlu mendengar kritikan dan bebelan isterimu buat sementara waktu.

Socrates menjawab, “Tidak mendapat kritikan sebenarnya membuat aku sedih. Aku kehilangan kesempatan untuk melatih kesabaran.”

Melatih kesabaran memang dapat dilakukan dengan banyak cara. Bagi Socrates, kesabarannya semakin terlatih ketika menghadapi bebelan dan kritikan isterinya.

Kesabaran juga dapat dilatih waktu menghadapi klien yang banyak permintaan, terperangkap dalam kesesakan jalan raya, anak-anak yang tidak mau mendengar nasihat dan masih banyak lagi. Orang yang sabar adalah seorang yang hebat, bahkan melebihi pahlawan.

Cuba kita re-check bagaimana sikap kita ketika diperhadapkan dengan “ujian kesabaran” melalui orang-orang di sekitar atau situasi yang kita alami sehari-hari? Bertahanlah dalam menjalani proses itu, kerana ia akan mendewasakan kita, menguatkan kita bahkan hasil buah kesabaran kita yang matang akan membuat hidup kita dan orang-orang yang kita sayang lebih baik dan sejahtera.

Pohon Oren Di Belakang Rumah Nenek

The strongest hearts have the most scars.

Unknown

Ada pohon Oren tumbuh di belakang rumah nenek. Ada ketika batang pohon Oren itu pernah patah terkena angin ribut yang kuat.

Lalu nenek memotongnya dengan rapi dan membungkus luka itu dengan kain melingkar sampai tumbuh tunas baru.

Bekas luka potongan itu memang masih ada, tapi tidak terasa sakit lagi. Bahkan muncul tunas baru, dan akhirnya berbuah.

Kita dalam kehidupan ini, mungkin pernah mengalami luka dan penderitaan yang hebat. Seolah-olah ada orang yang memotong garis hidup kita. Pada waktu itu, kita mungkin mengalami kegelapan. Hidup kita terasa suram.

Namun jika seandainya kita mampu mengolah dengan benar pengalaman pahit ini, kita akan sembuh dan akan berbuah seperti pohon Oren yang patah itu.

Mari lupakan luka hati kita. Tidak ada seorang pun yang tidak pernah disakiti dan terluka. Ampuni dan jangan tinggal di dalamnya. Serahkan segalanya kepada Tuhan. Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.

SUNSET

Sunset is a wonderful opportunity for us to appreciate all the great things the sun gives usMehmet Murat ildan

Jika bercerita tentang sunset atau senja, pasti banyak orang suka. View berwarna oren yang sangat cantik. Suasana senja selalu dikaitkan dengan suasana romantik. Tetapi selain itu, kita sebenarnya dapat belajar banyak dari sunset ini.

1. Keindahan tidak perlu disuarakan, biarkan orang yang menilai.
Kadang manusia suka menghebohkan keindahan atau kebaikan untuk menarik perhatian orang agar dilihat lebih baik. Namun senja mengajarkan bahwa keindahan dan kebaikan tidak perlu dipamer atau dihebohkan. Orang lain sendiri dapat menilai kebaikan-kebaikan jika ia tulus dilakukan.

2. Istirahat itu perlu, jangan hanyut dalam kesibukan dunia.
Setelah melalui kesibukan yang padat di siang hari, tentunya harus diakhiri dengan isitirahat yang cukup di malam hari. Manusia perlu mengumpul tenaga untuk menghadapi hari esok yang baru. New day, new dawn.


3. Sunset mengajar kita untuk melepaskan dengan ikhlas.
Berlalunya siang untuk menyongsong datangnya malam tentu harus disertai dengan ikhlasnya kehilangan sang siang. Begitulah kita,melepaskan dan mengikhlaskan adalah salah satu proses yang menjadi bagian hidup.

4. Nikmati hidup ini.
Seperti kita yang suka menikmati sunset, begitulah kita harus menikmati hidup ini. Jangan mengeluh dan menginginkan hal-hal yang instan. Semuanya perlu proses. Sunset sajapun perlu waktu beralih dari terang menuju gelap.

5. Gelap dan terang adalah simbol kebaikan dan keburukan.
Paduan gelap dan terang ini jika diibaratkan adalah dua sisi kehidupan iaitu baik dan buruk. Setiap manusia ada kebaikan dan keburukan dalam diri. Makanya manusia perlu kesadaran diri untuk dapat mengendalikan sifat buruk dan baik ini.

6. Romantis
Sunset itu gambaran kehidupan romantisme makhluk di dalamnya. Sebuah cinta, kasih dan sayang terlukis dalam keindahan senja yang eksotik dan sederhana untuk dinikmati oleh semua orang.

7. Tidak ada yang kekal di dunia ini.
Jika diteliti proses peralihan antara siang yang cerah kepada gelap dan dinginnya malam, ia sama dengan sebuah kehidupan. Semuanya pasti berubah, tidak ada yang kekal di dunia ini. Mungkin sekarang kita memiliki harta kekayaan atau mungkin kita seorang yang berjaya. Namun mungkin satu saat nanti kejayaan itu akan hancur berkeping-keping.

Semua yang ada di alam ini selalu mengajarkan sesuatu untuk manusia. Kita hanya perlu peka. Betapa luarbiasanya karya sang Pencipta kita.

Kehilangan

Seorang guru mengambil sehelai kertas putih dengan lubang kecil di tengahnya dan bertanya kepada murid-muridnya. “Apa pendapat kamu tentang kertas ini?” tanyanya.

Hampir semua murid menjawab mereka melihat sebuah lubang. Ada sesuatu yang hilang dari kertas itu yang membuatnya tidak lengkap lagi.

Namun, seorang murid memiliki pendapat yang sangat berbeza dan berkata, “Saya melihat masih ada cukup ruang untuk melukis dalam kertas ini.”

Tuhan mengizinkan Iblis menguji Ayub. Iblis diperbolehkan mengambil semua harta benda bahkan anak-anaknya. Tetapi, Tuhan tidak mengizinkan Iblis menyentuh hidup Ayub. Harta benda dan anak-anak Ayub hilang, tetapi tidak demikian dengan hidupnya.

Iblis masih tidak puas hati. Ia request lagi dengan Tuhan. Kali ini Tuhan izinkan Iblis untuk mengambil kesihatan Ayub, tetapi jangan mencabut nyawa Ayub. Tuhan selalu menyisakan sesuatu dalam hidup Ayub. Ayub merespons setiap kehilangan itu dengan sikap yang benar.

Kita tidak dapat mengelakkan kehilangan terjadi dalam hidup ini. Tetapi pada waktu hal itu terjadi, kita boleh teladani Ayub. Kita boleh memilih untuk berfokus pada berkat yang masih tersisa. Kita selalu ada alasan untuk mengucap syukur bukan?

Kebenaran Yang Tidak Nyaman Tentang Kehidupan.

Kehidupan kita sehari-hari boleh menjadi rumit. Yaaa…setiap orang ada level rumitnya masing-masing. Begitulah sekolah Kehidupan. Beberapa waktu ini saya belajar ternyata ada beberapa kebenaran hidup tidak nyaman untuk kita terima.

1# Mengampuni itu tidak memerlukan alasan.
Sabarlah terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain. Mengapa kita selalu memerlukan alasan untuk mengampuni? Kerana kita menyimpan akar kepahitan akibat disakiti sehingga menimbulkan kemarahan dan kebencian.

Untuk mengampuni seseorang, kita harus merendahkan hati. Tumbuhkan rasa kasih dalam diri. Memang tidak mudah,tapi tidak mustahil untuk dilakukan. Buka lembaran baru,buang emosi negatif. Jangan tunggu alasan untuk mengampuni.

2# Kita menjalani kehidupan yang kita cipta sendiri.

Jika kita rasa kehidupan sekarang tidak beruntung, kita boleh memilih untuk mengubahnya. Tiada istilah “beginilah nasibku”. Cuma perlu bertindak berani untuk mengubahnya,tidak lemah dan putus asa dengan keadaan. Minta kekuatan dari Tuhan. Nasib buruk itu tidak wujud namun jalan keluar masih wujud. Bila kita mulai bertindak,semuanya akan menjadi lebih baik.

3# Kehidupan ini tidak adil

Kehidupan ini memang tidak adil dan malangnya kita tidak mempunyai kuasa untuk mengubahnya. Kita mau begini, tapi yang terjadi begitu.
Kita perlu menerima segala yang baik dan buruk dalam kehidupan ini.

Kita tidak dapat mengubah keadaan, tetapi kita dapat mengubah cara kita menghadapinya. Semuanya mempunyai sisi yang baik. Fikirkan begini, sesuatu keadaan yang tidak menyenangkan boleh menjadi peluang untuk menjalani pengalaman baru.

4# Hidup kita pada masa sekarang ini penting.

Hargai hidupmu saat ini, jangan seperti kebanyakan orang yang masih hidup pada masa lalu atau terlalu banyak memikirkan tentang masa depan mereka. Waktu sekarang ini, di sini (di mana kita sedang berada), jika kita sia-siakan, kita mungkin akan menyesali kemudian. Hargai dan syukurilah semua yang kita ada hari ini dan buat orang di sekitar kita lebih bahagia. Lepaskan masa lalumu dan gapai cita-citamu.

5# Sibuk bukan berarti produktif.
Kadang-kadang kita keliru antara sibuk dan menjadi produktif. Jika kita produktif, kita akan mempunyai lebih banyak masa untuk diri kita sendiri.

Ada orang yang kelihatan sangat sibuk dengan pelbagai hal, ke sana ke sini, namun tidak kelihatan hasilnya. Ini bermakna orang itu tidak produktif.

Ketika kita belajar produktif dan mengatur segala sesuatu dengan baik, ia akan menguntungkan kita dan orang yang kita cintai.

6# Sebelum menikmati keberhasilan besar, kita akan mengalami kegagalan.

Ketika kita mula melangkah, kita akan tersandung dan terjatuh berkali-kali. Kita bangkit dan melangkah lagi dan akhirnya memperoleh hasil yang baik. Tidak ada yang berhasil tanpa gagal terlebih dahulu. Proses itu yang membuat kita berhasil. Kegagalan itu tidak salah,yang salah adalah jika kita putus asa kerana pernah gagal.

Itulah sebabnya penting untuk melihat setiap kegagalan sebagai satu peluang untuk maju ke hadapan. Kegagalan bukan musuh kita, mereka adalah rakan sekerja (sekutu) kita. Ia membantu kita untuk mencapai kejayaan itu.

7# Kita adalah pantulan orang di lingkungan kita.

Bayangkan jika kita dikelilingi oleh orang-orang toksik, apakah kita akan menjadi seperti mereka?
Mungkin kita tidak akan menjadi orang yang beracun, tetapi mungkin kita akan mengalami akibat daripada sikap orang-orang di lingkunganmu.

Pendek kata, orang yang mempunyai hubungan dengan kita boleh mempengaruhi kita secara positif atau negatif. Namun ia bergantung kepada kita kerana kita boleh memilih untuk tidak membiarkan diri kita dipengaruhi.

Kadang-kadang kita lupa tentang kebenaran ini. Itulah sebabnya kita perlu untuk mengulangi atau mengingatinya kembali. Ia boleh kita gunakan sebagai mantra yang sangat bermanfaat kepada kita.

Let It Go

Janganlah mengatakan: “Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?” Keterikatan dengan masa lalu akan menghalangi rencana dan tujuan kita di masa depan. Biarkan masa lalu itu berlalu,hiduplah dalam masa kini dan pandang hari esok yang penuh dengan harapan.

Kadangkala kita berfikir masa lalu lebih baik dari masa sekarang. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk melangkah di masa depan. Jika kita ingin masa sekarang berbeza dengan masa lampau, kita pelajari masa lampau itu, tetapi jangan hidup dalam bayang-bayang masa lalu.

Mungkin kita berfikir bahwa masa lalu lebih baik kerana;

1. Keadaan ekonomi yang baik.
Mungkin di masa lalu keadaan ekonomi dan kewangan berada pada level baik atau sangat baik sehingga kehidupan begitu makmur dan sejahtera secara finansial, sedangkan di masa sekarang keadaan kewangan kurang baik bahkan sangat kurang, dalam waktu yang sama kos hidup pula semakin tinggi. Lalu timbul rasa kecewa dan putus asa serta keluhan yang tak putus-putusnya dan perasaan takut menghadapi hari esok.

Jangan biarkan diri kita terbelenggu dengan masa lalu,segala sesuatu ada waktunya dan ketahuilah bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. PenyertaanNya sempurna. Bersyukurlah untuk masa kini dan yakini bahwa hari ini lebih baik dari kemarin.


2. Kenyamanan Situasi pada Masa Lalu.
Ada orang yang ingin kembali seperti masa lalu kerana mengingat akan kenyamanan hidup saat itu. Situasi hidup akan terus berubah, ada fasa-fasa kehidupan yang harus kita lalui. Tidak ada yang kekal dalam dunia ini, semuanya akan berlalu. Oleh kerana itu, kita hidup dari waktu ke waktu, jangan biarkan tubuh kita berjalan dengan waktu tapi fikiran kita tertinggal di masa lalu.

Ada fasa kanak-kanak,remaja, pemuda/pemudi,pernikahan, fasa berkeluarga dan mendidik anak, fasa belajar,bekerja,berhenti dari bekerja, pencen, fasa tua, dan tiba fasa kembali kepada Tuhan. Nikmatilah dan syukurilah setiap fasa dalam kehidupan kita, dan yakinlah bahwa setiap waktu itu baik jika bersama Tuhan.

Bekerjalah selama hari masih siang, giatlah dalam pekerjaan Tuhan, selalu bersukacita dalam hidup ini.
Lepaskanlah diri dari masa lalu, jangan selalu berandai-andai, dan syukurilah hari ini yang telah dijadikan Tuhan, dan nantikan hari esok dengan iman dan sukacita.