Tidak Ada Yang Sia-sia.

Suatu pagi Kiko pergi ke danau untuk berjalan-jalan. Ketika sedang berjalan di sekitar danau, dia melihat seorang nenek tua yang sedang memberus tempurung seekor kura-kura.

Kiko menghampirinya dan bertanya;
β€œNenek, apa yang sedang nenek lakukan?”

β€œOh ini, saya sedang membersihkan lumut yang tumbuh di tempurung kura-kura ini. Saya suka kura-kura dan saya ingin melakukan sesuatu untuk membantu mereka,” jawab nenek.

Kiko bertanya lagi, β€œOh, sudah berapa ekor kura-kura yang nenek sudah bantu bersihkan tempurungnya?”

β€œDari pagi saya baru membersihkan 2 tempurung kura-kura saja, kura-kura di tangan saya ini adalah yang ketiga, saya baru saja mulai membersihkannya.”

Sambil sedikit tertawa, Kiko berkata, β€œTapi nek, di danau ini, entah ada berapa banyak kura-kura, dan berapa banyak yang dapat nenek bantu bersihkan tempurungnya? Apa artinya hanya membersihkan beberapa ekor kura-kura saja?”

Nenek menjawab, β€œSaya tidak tahu ada berapa ekor kura-kura di danau ini, tapi saya yakin, kura-kura yang sedang saya bersihkan ini, jika dia dapat berbicara, dia pasti akan berterima kasih.”

Tidak pernah ada kebaikan yang sia-sia, kebaikan yang kita lakukan mungkin tidak dapat mengubah dunia, namun pasti dapat mengubah satu kehidupan, iaitu makhluk yang kita tolong.

β€œLove and kindness are never wasted. They always make a difference. They bless the one who receives them, and they bless you, the giver.” – Barbara De Angelis

Jireh

Jireh adalah lokasi pengikatan Ishak. Abraham menamakan tempat itu “Tuhan Menyediakan /Yahweh Jireh” setelah Tuhan menyediakan seekor domba jantan untuk dikorbankan menggantikan Ishak.

Tuhan menyediakan menurut waktu-Nya, bukan waktu kita. Dia selalu memberikan apa yang kita perlukan. Pemberian-Nya tidak pernah terlambat dan tidak pernah terlalu cepat. Dia tau apa yang terbaik bagi kita. Dia memerhatikan kita setiap jam, setiap minutes dan setiap detik.

Burung-burung di udara saja dipeliharaNya apalagi kita semua, manusia yang begitu dikasihNya. Oleh itu, jangan kuatir di dalam hidup, Tuhan pasti akan selalu menyediakan. Dia tidak pernah meninggalkanmu. Ketika kamu gagal atau pun sakit, Dia tetap hadir bersamamu.

Tuhan bukan hanya mampu menyediakan, Dia juga mampu membuat hidup kita berkelimpahan. Adakalanya memang kita harus melalui masa-masa yang sulit sebagai ujian iman, namun percayalah bahwa TUHAN tidak akan menguji kita melebihi kekuatan kita dan pada akhirnya Dia akan memberikan jalan keluar untuk setiap pergumulan kita.

The Moment I Stopped Complaining.

Complaining identik dengan mengeluh. Oleh kerana banyaknya masalah yang dihadapi, manusia mulai mengeluh bahkan hampir menyerah.

Namun ketika kita berhenti mengeluh dan mulai bersyukur, ada perubahan yang luarbiasa terjadi dalam diri kita.

1. Orang akan suka dan senang dengan kita.

Apabila terbiasa bersyukur, kita akan menjadi rendah hati mudah berterima kasih untuk kebaikan orang lain.Oleh itu, orang suka dan mau bergaul dengan kita.

2. Tidur lebih nyenyak.
Bersyukur meningkatkan kualiti tidur kita. Menurut Journal of Psychosomatic Research 2009, orang yang senantiasa mengucap syukur tidur lebih nyenyak dan bangun lebih segar setiap hari.

3. Mental lebih kuat dan Sihat.
Risiko depresi dan bunuh diri sangat rendah pada orang yang senantiasa bersyukur.

4. Meningkatkan kesihatan fizikal.
Bersyukur meningkatkan imunisasi tubuh. Bersyukur dikaitkan dapat menstabilkan tekanan darah dan mengurangkan rasa sakit atau terluka.

5. Semakin bersemangat untuk mencapai “goals” hidup.
Orang yang terbiasa bersyukur cenderung lebih konsentrasi, antusias dan bersemangat berbanding orang yang tidak banyak bersyukur.

6. Menjadi pemimpin yang lebih baik.
Bersyukur mampu mengembangkan potensi kepemimpinan seseorang dan dapat menghargai pekerjaan orang lain dengan lebih baik.

7. Mudah pulih dan bangkit dari kesedihan atau kesulitan yang dialami. – Mampu mengelola stres dengan baik.

8. Lebih tenang dan jauh dari kekuatiran.
Sekalipun hidup dalam situasi yang sulit atau bahkan hidup dalam kemiskinan, rasa syukur membuat seseorang itu lebih tenang dan bahagia.

9. Menghargai diri sendiri dengan lebih baik.
Dapat menerima dirinya sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Ia tidak menghakimi diri, tidak membandingkan diri dengan orang lain dan tidak melakukan hal-hal yang merusak dirinya sendiri.

Saat kita mengambil keputusan untuk berhenti mengeluh dan menggantikannya dengan ucapan syukur, rasa indah dan bahagia itu mulai mengambil alih hidup kita. π‹πžπ­’𝐬 𝐒𝐭𝐨𝐩 𝐂𝐨𝐦𝐩π₯𝐚𝐒𝐧𝐒𝐧𝐠.

Our Lives Matter

Perjalanan hidup kita seperti proses menghasilkan sesuatu benda yang begitu indah dan berharga mahal.
Dan setiap proses yang dilalui tidak ada yang kebetulan. Suatu proses yang direncanakan dan tidak mudah iaitu diolah, diremukkan, dibentuk.

Begitu juga kita. Harus melalui berbagai tekanan, kesulitan, masalah dan juga penderitaan, yang membawa kita kepada dukacita. Namun apabila kita mampu menguasai diri dan mengaturnya dengan baik, serta membiarkan tangan Sang Pencipta bekerja dalam hidup kita, kehidupan kita akan menjadi luar biasa dan berbeza.

Dukacita yang kita alami hari ini adalah sarana yang membawa kita pada sebuah kehidupan yang lebih baik lagi. Di mana ketika mempelajari sesuatu dari kesulitan yang kita alami, kita pun bertindak mengubah diri dan menjadi indah. Kita berharga di mata Sang Pencipta.

Proses membentuk pasu.

Parable of the Ten Virgins.

Ada satu cerita tentang sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

Tetapi kerana mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu.

Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Kerana itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.

Minyak adalah lambang persekutuan yang karib dengan Sang Pencipta, iman yang sejati dan kebenaran hidup. Menunggu memang suatu pekerjaan yang sangat membosankan, sebab itu banyak orang gagal dalam proses menunggu ini. Mereka tidak bertahan dan putus asa,kesetiaan menjadi luntur dan “gelora api cinta” itu pun menjadi padam. Sudah siap sediakah kita menyambut kedatangan Sang mempelai?



No Longer A Slave To Fear.

Seorang gadis kecil menaiki keretapi untuk pertama kalinya. Matanya melebar terpesona melihat pepohonan hijau, keretapi lain dan tanah pertanian di sekitarnya.

Ketika keretapi mendekati sebuah sungai, gadis kecil itu ketakutan dan menjerit, “mama! Keretapi akan tercebur ke sungai!” Namun,ada jambatan membawa keretapi itu ke seberang.

Kemudian waktu keretapi meluncur ke arah gunung, gadis itu kembali berteriak ketakutan, “mama! kita akan melanggar gunung itu!” Namun,ada terowong membuat keretapi itu menembusi gunung itu.

“Oh,” kata gadis kecil itu lagi, “pasti ada seseorang yang pergi mendahului kita, dan membuatkan jalan bagi kita.”
Itulah yang Sang Pencipta kita lakukan bagi semua orang yang percaya kepadaNya.

Jika ketakutan membayangi dan mengancam. Ingatlah Sang Pencipta. Dialah yang menenteramkan kita sepanjang jalan kehidupan ini. Dia telah pergi terlebih dahulu dan mempersiapkan jalan bagi kita. Kita dapat berjalan melewati apa pun sebab Dia menyertai kita. Jangan takut!.

I’m no longer a slave to fear, I am a child of God. You split the sea, So I could walk right through it. You drown my fears in perfect love. You rescued me and I will stand and sing, I am a child of God.”

Aku Burung Merpati.

White Dove

Burung merpati sering dijadikan lambang cinta, perdamaian, kesucian dan kelemahlembutan.

Ketika bumi dilanda air bah untuk suatu waktu dulu dan Nuh ingin melihat keadaan di daratan, dia melepaskan seekor burung merpati yang akhirnya kembali dengan membawa sehelai daun zaitun yang segar dalam paruhnya. Secara simbolik, kisah burung merpati itu menunjukkan bahwa Tuhan menyatakan perdamaian kepada manusia setelah air bah membersihkan kejahatan dari muka bumi.



Kita dapat belajar sesuatu dari burung merpati ini.

1. Burung merpati adalah burung yang setia terhadap pasangannya. Pasangan burung merpati biasanya satu saja untuk seumur hidupnya. Sebab itulah mengapa merpati kerap dijadikan sebagai lambang kesetiaan dalam hubungan.


2. Burung merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Jauh manapun dia terbang, dia tidak pernah tersesat untuk pulang.

3.Burung merpati adalah burung yang romantik. ketika Merpati jantan bertalu-talu memberikan pujian, Merpati betina hanya tertunduk malu.

4. Burung merpati suka bekerja teamwork. Ketika sepasang merpati bekerjasama membuat sarang. Merpati jantan dan betina silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka.

5. Burung merpati tidak mempunyai empedu, jadi merpati tidak menyimpan dan memendam kepahitan dalam hidupnya, dia tidak berdendam terhadap siapa pun.

Sungguh luarbiasa kan? Jika seekor burung merpati mampu melakukannya, manusia juga pasti mampu. Hidup ini indah jika kita saling mengerti, berbagi dan menghargai.

R.I.P Tukang Kritik.

Apakah Suka Mengkritik Tanda Gangguan Mental?
Gracia Ivonika (Psikologis), menjelaskan mengkritik tidak semestinya masalah mental.

Hal ini mungkin lebih kepada personal issue. Menurutnya kritik merupakan bentuk pelampiasan supaya orang tersebut mendapatkan β€œpower” atas apa yang dirinya sebenarnya tidak miliki.

Menurut Psychology Today, anak-anak di bawah usia 7 tahun yang dikritik lebih dari sekali akan menimbulkan masalah ketidakpercayaan diri padanya walaupun kata-kata terdengar lembut.

Pada usia tersebut, anak-anak terikat secara emosional dengan orang yang mengasuh mereka. Jika berterusan diperlakukan tidak baik, anak-anak tersebut menjadi remaja yang bermasalah, hilang ketidakpercayaan diri dan suka mengkritik.

Gracia menjelaskan, β€œOrang yang selalu dikritik berpotensi melakukan hal yang sama kepada orang lain. Kerana tidak dapat memproses kritikan dengan tepat, akhirnya dia tidak menyukai dirinya atau tidak merasa mampu mencapai yang diinginkan. Lalu dikompensasi dengan melampiaskan kepada orang lain. ”


Tips Menghadapi Orang yang Suka Mengkritik.

Untuk menghadapi orang yang suka mengkritik, pisahkan antara kritik dengan diri kita.

Setiap kata-kata orang lain itu belum tentu benar. Jangan langsung percaya apalagi yang bersifat negatif.

β€œPerlu difilter dulu. Jika dikritik diterima saja dulu. Kemudian, nanti kita cek dengan diri sendiri, tanya ke diri sendiri apakah kata-kata itu betul. Kalau kita tidak percaya dengan kritik tersebut, tanyakan kembali pada yang mengkritik,” ucap Gracia.

Setelah tahu apa alasan orang tersebut mengkritik kita,tanya dengan orang terdekat yang kita percaya atau teman yang selalu mengarahkan ke arah yang lebih baik.

β€œKalau memang betul, terima kritikan tersebut sebagai input untuk memperbaiki atau mengembangkan diri. Tapi, kalau tidak betul biarkan saja ia berlalu. Kita yang lebih mengerti dan mengenal diri sendiri,” ujar Gracia.

Setiap orang pernah melakukan kesalahan dan memiliki kekurangan, termasuk orang yang suka mengkritik. Jadi kita saling sama-sama membantu untuk memperbaiki diri dengan kata-kata yang baik dan penuh kasih.

Si Tukang Kritik (π™²πš‘πšŠπš™ 1)

Suka Mengkritik itu ada Masalah kejiwaan?

Mengenal seseorang yang suka mengkritik memang menyebalkan (irritating). Orang yang suka mengkritik akan terus mengomentari apa pun yang dilakukan orang lain.
Dia juga cenderung melihat dirinya jauh lebih baik dibanding orang yang dikritik walaupun belum tentu benar.

Tertanya-tanya juga kan, apa penyebab perilaku suka mengkritik secara berlebihan ini? Ada gangguan mental kah?


Kenapa Ada Orang Suka Mengkritik?
Gracia Ivonika, M. Psi., Psikologis, mengatakan bahwa kita perlu membezakan mana kritik dan mana yang saranan.

β€œKalau saranan, bersifat positif. Memang dua-duanya kelihatan memiliki tujuan yang sama, iaitu memberikan arahan atau saranan. Namun, kritik biasa tujuannya untuk menjatuhkan atau membuat orang lain merasa down, tidak sama dengan memberikan pendapat,” jelas Gracia.

Selain dari tujuannya, kritik dan masukan juga berbeza dari cara penyampaiannya.

Kritik biasanya disampaikan dalam bentuk sarkasme atau dengan kata-kata menyakiti dan menjatuhkan. Sedangkan, saranan lebih menggunakan kata-kata yang membangun.

Menurut Gracia, orang yang suka mengkritik orang lain biasanya merupakan bentuk kompensasi dirinya atas rasa ketidakpercayaan diri (insecurity).

Bersambung di next chapter…

JOJO

Jojo sedang menunggang motor di jalan raya. Tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Dengan cepat Jojo berteduh di tepi sebuah kedai. Jojo membuka helmetnya dan segera perhatiannya tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu.

Sambil menggigil kedinginan, bibirnya berkomat-kamit melantunkan doa, “Tuhan, tolong hentikan hujan yang Kau kirim ini. Engkau tahu, saya harus segera tiba di tempat tujuan. Tuhan, tolong dengarkan doa ini.”

Jojo merasa sangat beruntung. Tidak berapa lama setelah memanjatkan doa dengan kesungguhan itu,hujan berhenti. Cuaca kembali terang. Jojo pun segera melanjutkan perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengar dan mengabulkan doanya.

Di waktu yang lain,hujan lebat turun lagi. Kembali Jojo mengulang kegiatan yang sama seperti pengalamannya yang lalu, yakni berdoa memohon Tuhan menghentikan hujan.

Dia berharap, kalau dulu doanya terkabul, kali ini pun Tuhan akan memberikan hal yang sama. Namun kali ini walaupun dengan kesungguhan berdoa yang sama,hujan tidak berhenti, tapi semakin lebat. Air mulai naik hingga mengotori alas kakinya.

Sementara menunggu berhentinya hujan, Jojo merenung. Dia sadar, dirinya harus berusaha menemukan cara agar terhindar dari situasi ini, jika kejadian yang sama berulang lagi. Lalu Jojo membeli baju hujan untuk dipakai jika hujan. Walaupun terlambat, dia belajar sesuatu hal, yakni ada saatnya mengucap doa, tetapi juga harus disertai dengan usaha, iaitu menyediakan baju hujan.

Suatu hari, motornya rosak. Jojo berjalan kaki ke office. Hujan turun lagi. Baju hujan yang dibelinya, ternyata tertinggal di rumah bersama dengan motornya. Dia mulai bertanya jika ada yang mau meminjamkan payung atau apa pun untuk melindunginya dari hujan agar dia boleh segera pulang dari office. Dia pun memanjatkan doa.

Tiba-tiba seorang teman yang bersiap hendak meninggalkan office berkata, “Jo, kalau kita searah jalan, mari ikut aku. Aku hantar sampai tempat tujuanmu dan dijamin tidak kehujanan. Bagaimana?” Kali ini Jojo mendapat pengalaman yang lain lagi.

Peristiwa alam yang sama, yakni turunnya hujan, telah mengajarkan Jojo bahwa selain doa, kita harus berusaha, dan akhirnya berserah. Kerana jika kita mau membuka hati, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tetapi kitalah yang harus berusaha dengan cara dan fikiran yang telah diberikanNya kepada kita untuk menyelesaikan masalah dan keadaan yang mungkin terjadi.