Aku Burung Merpati.

White Dove

Burung merpati sering dijadikan lambang cinta, perdamaian, kesucian dan kelemahlembutan.

Ketika bumi dilanda air bah untuk suatu waktu dulu dan Nuh ingin melihat keadaan di daratan, dia melepaskan seekor burung merpati yang akhirnya kembali dengan membawa sehelai daun zaitun yang segar dalam paruhnya. Secara simbolik, kisah burung merpati itu menunjukkan bahwa Tuhan menyatakan perdamaian kepada manusia setelah air bah membersihkan kejahatan dari muka bumi.



Kita dapat belajar sesuatu dari burung merpati ini.

1. Burung merpati adalah burung yang setia terhadap pasangannya. Pasangan burung merpati biasanya satu saja untuk seumur hidupnya. Sebab itulah mengapa merpati kerap dijadikan sebagai lambang kesetiaan dalam hubungan.


2. Burung merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Jauh manapun dia terbang, dia tidak pernah tersesat untuk pulang.

3.Burung merpati adalah burung yang romantik. ketika Merpati jantan bertalu-talu memberikan pujian, Merpati betina hanya tertunduk malu.

4. Burung merpati suka bekerja teamwork. Ketika sepasang merpati bekerjasama membuat sarang. Merpati jantan dan betina silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka.

5. Burung merpati tidak mempunyai empedu, jadi merpati tidak menyimpan dan memendam kepahitan dalam hidupnya, dia tidak berdendam terhadap siapa pun.

Sungguh luarbiasa kan? Jika seekor burung merpati mampu melakukannya, manusia juga pasti mampu. Hidup ini indah jika kita saling mengerti, berbagi dan menghargai.

R.I.P Tukang Kritik.

Apakah Suka Mengkritik Tanda Gangguan Mental?
Gracia Ivonika (Psikologis), menjelaskan mengkritik tidak semestinya masalah mental.

Hal ini mungkin lebih kepada personal issue. Menurutnya kritik merupakan bentuk pelampiasan supaya orang tersebut mendapatkan “power” atas apa yang dirinya sebenarnya tidak miliki.

Menurut Psychology Today, anak-anak di bawah usia 7 tahun yang dikritik lebih dari sekali akan menimbulkan masalah ketidakpercayaan diri padanya walaupun kata-kata terdengar lembut.

Pada usia tersebut, anak-anak terikat secara emosional dengan orang yang mengasuh mereka. Jika berterusan diperlakukan tidak baik, anak-anak tersebut menjadi remaja yang bermasalah, hilang ketidakpercayaan diri dan suka mengkritik.

Gracia menjelaskan, “Orang yang selalu dikritik berpotensi melakukan hal yang sama kepada orang lain. Kerana tidak dapat memproses kritikan dengan tepat, akhirnya dia tidak menyukai dirinya atau tidak merasa mampu mencapai yang diinginkan. Lalu dikompensasi dengan melampiaskan kepada orang lain. ”


Tips Menghadapi Orang yang Suka Mengkritik.

Untuk menghadapi orang yang suka mengkritik, pisahkan antara kritik dengan diri kita.

Setiap kata-kata orang lain itu belum tentu benar. Jangan langsung percaya apalagi yang bersifat negatif.

“Perlu difilter dulu. Jika dikritik diterima saja dulu. Kemudian, nanti kita cek dengan diri sendiri, tanya ke diri sendiri apakah kata-kata itu betul. Kalau kita tidak percaya dengan kritik tersebut, tanyakan kembali pada yang mengkritik,” ucap Gracia.

Setelah tahu apa alasan orang tersebut mengkritik kita,tanya dengan orang terdekat yang kita percaya atau teman yang selalu mengarahkan ke arah yang lebih baik.

“Kalau memang betul, terima kritikan tersebut sebagai input untuk memperbaiki atau mengembangkan diri. Tapi, kalau tidak betul biarkan saja ia berlalu. Kita yang lebih mengerti dan mengenal diri sendiri,” ujar Gracia.

Setiap orang pernah melakukan kesalahan dan memiliki kekurangan, termasuk orang yang suka mengkritik. Jadi kita saling sama-sama membantu untuk memperbaiki diri dengan kata-kata yang baik dan penuh kasih.

Si Tukang Kritik (𝙲𝚑𝚊𝚙 1)

Suka Mengkritik itu ada Masalah kejiwaan?

Mengenal seseorang yang suka mengkritik memang menyebalkan (irritating). Orang yang suka mengkritik akan terus mengomentari apa pun yang dilakukan orang lain.
Dia juga cenderung melihat dirinya jauh lebih baik dibanding orang yang dikritik walaupun belum tentu benar.

Tertanya-tanya juga kan, apa penyebab perilaku suka mengkritik secara berlebihan ini? Ada gangguan mental kah?


Kenapa Ada Orang Suka Mengkritik?
Gracia Ivonika, M. Psi., Psikologis, mengatakan bahwa kita perlu membezakan mana kritik dan mana yang saranan.

“Kalau saranan, bersifat positif. Memang dua-duanya kelihatan memiliki tujuan yang sama, iaitu memberikan arahan atau saranan. Namun, kritik biasa tujuannya untuk menjatuhkan atau membuat orang lain merasa down, tidak sama dengan memberikan pendapat,” jelas Gracia.

Selain dari tujuannya, kritik dan masukan juga berbeza dari cara penyampaiannya.

Kritik biasanya disampaikan dalam bentuk sarkasme atau dengan kata-kata menyakiti dan menjatuhkan. Sedangkan, saranan lebih menggunakan kata-kata yang membangun.

Menurut Gracia, orang yang suka mengkritik orang lain biasanya merupakan bentuk kompensasi dirinya atas rasa ketidakpercayaan diri (insecurity).

Bersambung di next chapter…

JOJO

Jojo sedang menunggang motor di jalan raya. Tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Dengan cepat Jojo berteduh di tepi sebuah kedai. Jojo membuka helmetnya dan segera perhatiannya tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu.

Sambil menggigil kedinginan, bibirnya berkomat-kamit melantunkan doa, “Tuhan, tolong hentikan hujan yang Kau kirim ini. Engkau tahu, saya harus segera tiba di tempat tujuan. Tuhan, tolong dengarkan doa ini.”

Jojo merasa sangat beruntung. Tidak berapa lama setelah memanjatkan doa dengan kesungguhan itu,hujan berhenti. Cuaca kembali terang. Jojo pun segera melanjutkan perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengar dan mengabulkan doanya.

Di waktu yang lain,hujan lebat turun lagi. Kembali Jojo mengulang kegiatan yang sama seperti pengalamannya yang lalu, yakni berdoa memohon Tuhan menghentikan hujan.

Dia berharap, kalau dulu doanya terkabul, kali ini pun Tuhan akan memberikan hal yang sama. Namun kali ini walaupun dengan kesungguhan berdoa yang sama,hujan tidak berhenti, tapi semakin lebat. Air mulai naik hingga mengotori alas kakinya.

Sementara menunggu berhentinya hujan, Jojo merenung. Dia sadar, dirinya harus berusaha menemukan cara agar terhindar dari situasi ini, jika kejadian yang sama berulang lagi. Lalu Jojo membeli baju hujan untuk dipakai jika hujan. Walaupun terlambat, dia belajar sesuatu hal, yakni ada saatnya mengucap doa, tetapi juga harus disertai dengan usaha, iaitu menyediakan baju hujan.

Suatu hari, motornya rosak. Jojo berjalan kaki ke office. Hujan turun lagi. Baju hujan yang dibelinya, ternyata tertinggal di rumah bersama dengan motornya. Dia mulai bertanya jika ada yang mau meminjamkan payung atau apa pun untuk melindunginya dari hujan agar dia boleh segera pulang dari office. Dia pun memanjatkan doa.

Tiba-tiba seorang teman yang bersiap hendak meninggalkan office berkata, “Jo, kalau kita searah jalan, mari ikut aku. Aku hantar sampai tempat tujuanmu dan dijamin tidak kehujanan. Bagaimana?” Kali ini Jojo mendapat pengalaman yang lain lagi.

Peristiwa alam yang sama, yakni turunnya hujan, telah mengajarkan Jojo bahwa selain doa, kita harus berusaha, dan akhirnya berserah. Kerana jika kita mau membuka hati, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tetapi kitalah yang harus berusaha dengan cara dan fikiran yang telah diberikanNya kepada kita untuk menyelesaikan masalah dan keadaan yang mungkin terjadi.

𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓘𝓷𝓲 𝓐𝓭𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓚𝓪𝓻𝓾𝓷𝓲𝓪.

Ashoke Ganguli, dalam film The Namesake, memberi nama anaknya Gogol. Sewaktu di kuliah,nama Gogol sering diejek oleh kawan sekelasnya.

Oleh kerana Gogol kecewa pada ayahnya,Ashoke menceritakan kisah tentang nama itu. Ketika mengalami kecelakaan kereta api yang nyaris merenggut nyawanya, dia sedang membaca buku Nikolai Gogol.

“Baba, itukah yang kau fikirkan ketika melihat aku? Apakah aku mengingatkanmu pada malam mengerikan itu?” tanya Gogol.

Ashoke menjawab, “Sama sekali tidak. Kamu mengingatkanku akan kejadian sesudahnya. Setiap hari sesudah peristiwa itu adalah karunia, Gogol.”

Benar! Setiap hari adalah karunia. Bukan hanya bagi orang yang pernah mengalami kecelakaan maut seperti Ashoke, tetapi bagi kita semua.
“Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita kerananya. ”

Hari ini! bukan kemarin atau besok. Bagaimana bersukacita jika ditimpah banyak masalah? TUHAN ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan dan sukacita. Have Faith! Kita kuat bersama Dia.

“If you lose faith, you lose all.” – Eleanor Roosevelt

𝑬𝒗𝒆𝒓𝒚𝒕𝒉𝒊𝒏𝒈 𝑯𝒂𝒑𝒑𝒆𝒏𝒔 𝑭𝒐𝒓 𝑨 𝑹𝒆𝒂𝒔𝒐𝒏.

Ketika seorang pemburu memburu di hutan, kakinya terbenam ke dalam perangkap lubang yang dibuat oleh pemburu lain. Kakinya terluka parah sehingga harus diamputasi.

Dia bersedih. Bukan hanya sekadar kehilangan kaki, tapi kini dia kehilangan sumber pendapatan. Biasanya hasil buruan akan dijual ke pasar untuk mendapatkan uang yang cukup untuk membeli keperluan keluarganya.

Waktu demi waktu berjalan. Walaupun berusaha sekuat tenaga dan kembali berburu dengan bantuan kaki palsu, dia tidak selincah dulu lagi. Sehingga, dia tidak mampu memenuhi keperluan keluarganya. Namun,keluarganya selalu mendukungnya.

Jadi, untuk memenuhi keperluan, mereka pun bercucuk tanam dan berkebun di ladang yang selama ini tidak dimaksimalkan. Mereka saling bantu.

Ternyata hasil tanaman kebun itu cukup untuk memenuhi keperluan keluarganya. Dan kerana semakin mahir dengan teknik terbaik, hasil tanaman semakin berlimpah.

Akhirnya pemburu dan keluarganya menjadi petani yang sukses. Mereka hidup berkecukupan. Kini dia selalu berada dekat dengan keluarganya anak-anak membesar dengan sihat.

Kadang kita selalu mengeluh dan bersungut apabila ada situasi buruk menimpa kita. Namun kita harus ingat, segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi yang percaya. Everything happens for a reason.

𝕻𝖔𝖎𝖘𝖔𝖓 𝕻𝖊𝖓 𝕷𝖊𝖙𝖙𝖊𝖗 (𝑆𝑢𝑟𝑎𝑡 𝑃𝑒𝑛𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑐𝑢𝑛)

Contoh surat pena beracun waktu dulu.

Surat pena beracun ialah surat atau nota yang mengandungi tidak menyenangkan, kesat , tuduhan jahat kepada penerima. Ia biasanya dihantar tanpa nama .

Kata racun yang digunakan adalah kiasan, bukan secara harfiah. Tujuan “surat pena beracun” adalah untuk menyusahkan penerima. Kata-kata dalam surat pena beracun dipenuhi kejahatan. Sehingga penerima akan ketakutan dan hilang kedamaian hati.

Sejak 1928, warga desa yang berpenduduk 800 orang di pantai timur Inggris (Teluk Robin) menerima surat beracun ini. Tahun 1948, hampir semua penduduk desa itu menerima surat yang begitu kasar, bengis, penuh tuduhan tanpa bukti itu.

Dunia sekarang penuh dengan “surat pena beracun” ini. Manusia suka menyebar berita palsu. Penyebaran berita palsu, hoax, gosip dan berdusta, akan merusak hubungan dan merobek kepercayaan dalam keluarga dan masyarakat.

Mari kita padamkan berita palsu, hoax ataupun gosip ini dengan cara menolak untuk mendengarkan dan menyebarkannya.

“If you don’t have something nice to say, don’t say anything at all.”

Gambar Hiasan.

𝗦𝗸𝗮𝘁𝗲𝗿 𝗚𝗶𝗿𝗹

Prerna (Rachel Saanchita Gupta)
Prerna dan adiknya Ankush.

Kamu sudah menonton film Skater Girl? kisah tentang keyakinan, keberanian, dan kesan mendalam dari jalan sendiri.

Kisah di sebuah desa terpencil di Rajasthan , India, Prerna (Rachel Saanchita Gupta), seorang remaja tempatan yang menjalani kehidupan yang terikat dengan tradisi dan tugas kepada orang tuanya.

Tetapi ketika eksekutif pengiklanan kelahiran London, Jessica (Amy Maghera) tiba di kampung itu untuk mengetahui lebih lanjut tentang asal usul mendiang ayahnya, Prerna dan anak-anak tempatan yang lain mengalami pengembaraan baru yang menarik bersama Jessica dan rakan lamanya (Jonathan Readwin) yang datang melawat dia dengan papan luncur .

Anak-anak menjadi tergila-gila dengan sukan ini dan meluncur di mana-mana dalam kawasan desa, sehingga mengganggu semua orang di sekitar mereka.

Melihat semangat anak-anak desa itu, Jessica bertekad membantu dan berusaha keras untuk membina skatepark untuk mereka sendiri.

Dalam masa yang sama, Prerna mengalami situasi sukar antara memenuhi harapan keluarga atau merealisasikan impiannya untuk bertanding dalam Kejohanan Skateboard Nasional.

Tapi dengan jalannya sendiri, Prerna memilih untuk mencapai impian yang akhirnya telah membuat orang tuanya bangga.

Kisah yang sangat inspiring menyampai mesej yang luarbiasa untuk semua ‘pemimpi’;
“Never ever give up on your dreams.”

𝐂𝐚𝐧𝐞 𝐓𝐨𝐚𝐝 (𝐾𝑜𝑑𝑜𝑘 𝑇𝑒𝑏𝑢)

Kodok Tebu

Untuk mengatasi wabak kumbang perosak, pada June 1935 pemerintah setempat Australia dengan tergesa-gesa mengimport sejenis katak khas Amerika Latin tanpa memikirkan dampak kepada lingkungannya.

Keputusan ini bukan hanya gagal menyelesaikan masalah yang dihadapi, malah menjadi masalah besar bagi Australia hingga saat ini.

Ini kerana perkembangan biak Kodok Tebu tidak dapat dikontrol. pengenalan Kodok Tebu tidak hanya menyebabkan kerusakan alam sekitar yang besar, tetapi tidak ada bukti bahawa mereka telah mempengaruhi kumbang tebu yang mereka diperkenalkan untuk menjadi mangsa.

Keputusan yang tergesa-gesa cenderung menimbulkan masalah.

Oleh itu, setiap kali kita mau berkata-kata, bertindak, dan mengambil keputusan, ambil masa untuk memikirkan dan mempertimbangkannya.

Fikirkan dampaknya kepada diri kita dan orang lain. Supaya masalah, kesulitan, dan tragedi yang tidak perlu dapat kita hindarkan.