
Kita sudah memulai lembaran yang baru di tahun yang baru ini. Mari kita tidak mengingat-ingat dan meratapi kegagalan-kegagalan yang lalu. Kini saatnya kita mengarahkan pandangan ke depan dan menata langkah yang baru.
“…𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑒𝑙𝑢𝑝𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑙𝑎𝒉 𝑑𝑖 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑘𝑎𝑛𝑔𝑘𝑢 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟𝑎𝒉𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖 𝒉𝑎𝑑𝑎𝑝𝑎𝑛𝑘𝑢, 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑖-𝑙𝑎𝑟𝑖 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑢𝑗𝑢𝑎𝑛 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒𝒉 𝒉𝑎𝑑𝑖𝑎𝒉,”
Kita jadikan tahun ini sebagai tahun di mana kita akan mengalami dan menikmati janji-janji Tuhan dalam kehidupan kita. Namun untuk meraih janji-janji itu,kita harus memperhatikan beberapa hal.
𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚, kita harus memiliki kesabaran. Kita harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu kita. Kita tidak lagi bersungut-sungut dalam apa pun keadaannya. Seperti petani yang harus bersabar menunggu hingga musim menuai tiba. Dalam masa penantian itu,petani tidak tinggal diam. Sebaliknya mereka tetap bekerja,mengairi tanaman, memberi baja, mencabut rumput, dan membasmi serangga perosak tanaman. Panas terik, hujan lebat, petir, tidak mematahkan semangatnya. Petani tetap teguh,setia dan fokus pada janji Tuhan.
𝐊𝐞𝐝𝐮𝐚, kita harus bertekun. Jika kita membaca kisah Ayub, meskipun mengalami ujian dan penderitaan yang hebat dan berat, hatinya tetap berpaut kepada Tuhan kerana dia tahu bahwa ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan, dan kerana ketekunannya hidup Ayub dipulihkan secara luar biasa.
Mari kita berjalan di tahun ini dengan sabar dan tekun, yakini bahwa Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.