Lembaran Baru

Kita sudah memulai lembaran yang baru di tahun yang baru ini. Mari kita tidak mengingat-ingat dan meratapi kegagalan-kegagalan yang lalu. Kini saatnya kita mengarahkan pandangan ke depan dan menata langkah yang baru.
“โ€ฆ๐‘Ž๐‘˜๐‘ข ๐‘š๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘Ž๐‘๐‘Ž ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ก๐‘’๐‘™๐‘Ž๐’‰ ๐‘‘๐‘– ๐‘๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘˜๐‘ข ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž๐’‰๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘‘๐‘–๐‘Ÿ๐‘– ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘Ž๐‘๐‘Ž ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘‘๐‘– ๐’‰๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘˜๐‘ข, ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘–-๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘– ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘ก๐‘ข๐‘—๐‘ข๐‘Ž๐‘› ๐‘ข๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘š๐‘’๐‘š๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘œ๐‘™๐‘’๐’‰ ๐’‰๐‘Ž๐‘‘๐‘–๐‘Ž๐’‰,”

Kita jadikan tahun ini sebagai tahun di mana kita akan mengalami dan menikmati janji-janji Tuhan dalam kehidupan kita. Namun untuk meraih janji-janji itu,kita harus memperhatikan beberapa hal.

๐๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ฆ๐š, kita harus memiliki kesabaran. Kita harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu kita. Kita tidak lagi bersungut-sungut dalam apa pun keadaannya. Seperti petani yang harus bersabar menunggu hingga musim menuai tiba. Dalam masa penantian itu,petani tidak tinggal diam. Sebaliknya mereka tetap bekerja,mengairi tanaman, memberi baja, mencabut rumput, dan membasmi serangga perosak tanaman. Panas terik, hujan lebat, petir, tidak mematahkan semangatnya. Petani tetap teguh,setia dan fokus pada janji Tuhan.

๐Š๐ž๐๐ฎ๐š, kita harus bertekun. Jika kita membaca kisah Ayub, meskipun mengalami ujian dan penderitaan yang hebat dan berat, hatinya tetap berpaut kepada Tuhan kerana dia tahu bahwa ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan, dan kerana ketekunannya hidup Ayub dipulihkan secara luar biasa.

Mari kita berjalan di tahun ini dengan sabar dan tekun, yakini bahwa Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Leave a Comment