Kalahkan Goliatmu

Seorang gembala cilik yang berhasil mengalahkan dan membunuh raksasa bengis menjadi salah satu kisah yang sampai sekarang ini dikagumi oleh banyak orang. Kisah tersebut adalah tentang gembala kambing Daud mengalahkan Goliat. Dalam kisah ini, Daud berhasil mengalahkan Goliat dengan hanya memakai batu kecil yang dilempar menggunakan “umban”.

Daud mampu mengalahkan dan membunuh Goliat, bukan kerana dia hebat, kuat atau pintar. Tetapi semata-mata kerana pertolongan Tuhan. “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam.” kata Daud kepada lawannya.

Dalam kehidupan ini, kita Kadangkala harus berhadapan dengan goliat-goliat iaitu masalah atau kesulitan, yang membuat kita cemas dan takut, namun kita boleh belajar seperti Daud yang mengandalkan Tuhan dalam menghadapi raksasa bengis itu.

Masalah yang kita hadapi mungkin seperti raksasa yang menakutkan dan seolah-olah kita tidak mampu melaluinya, apalagi untuk menang dari masalah ini. Tetapi kabar baik untuk kita semua adalah, Tuhan selalu ada untuk berperang bagi kita jika kita percaya dan berharap padaNya.

Jangan mengandalkan manusia atau kekuatan sendiri. Andalkanlah Tuhan. Seperti Daud yang mengandalkan Tuhan dan dia mampu melawan Goliat. β€œDiberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan”.


Love Has No Limit

Kasih tanpa batas bukan mudah tetapi ia bukan mustahil untuk dapat dilakukan. Manusia biasanya hanya mengasihi orang yang mengasihinya. Misalnya bila orang membantu kita dalam kesulitan kita maka kita akan membantunya kelak.

Kita ada misi yang perlu dilakukan di dunia ini. Iaitu mengasihi orang lain tanpa batas. Misi ini bertujuan agar kehidupan manusia di dunia ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana?

1. Mengasihi dengan tulus hati tanpa menharapkan balasan atau berpura-pura baik.

2. Mengampuni tanpa syarat.

3. Menerima orang lain sebagaimana dia adanya.


4. balaslah kejahatan dengan kebaikan.


Namun ini hanya mampu dilakukan bila kita hidup dalam bersyukur akan karya keselamatan Tuhan pada kita. Mari belajar menghayati, meresapi akan perbuatan Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita mampu mengasihi tanpa batas dan menciptakan dunia yang penuh kasih. Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita.


Kerana kasih-Nya yang besar, Dia menciptakan manusia segambar denganNya dan menjadi yang termulia. Dipelihara-Nya kita, sehingga kita beroleh hidup.

Kerana kasih setiaNya,kita tidak hidup sekedar hidup, tapi menikmati damai sejahtera dan berlimpah berkat. Kita menjadi pemilik dan pengelola alam semesta ciptaan tanganNya.

Kerana cinta dan kasihNya, setelah kita jatuh dalam dosa yang harusnya dihukum, tapi ditebus dan diampuniNya. Sehingga kita beroleh sejahtera dan hidup berlimpah kasih karunia.

Saudaraku,
marilah kita mempraktikan saling mengasihi dalam hidup kita dimulai dari keluarga kita. Hiduplah di dalam kasih, maka kita dan keluarga akan diberkati selamanya.

Jangan Takut!Percaya Saja.

Apakah kita sadari atau tidak, Terkadang Tuhan sedang melatih iman kita dengan jawaban doa yang tertunda. Saya yakin dan percaya dengan sungguh bahwa Tuhan itu selalu ada setiap saat mendampingi dan menopang hidup saya. Ketika saya sedang dalam tekanan yang berat dia selalu ada.

Saya yakin dan percaya doa-doa saya didengarkanNya bahkan setiap tetes airmata yang jatuh ditampungNya dan disimpan dalam kirbatNya. Saya tetap percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa-doa saya sesuai dengan rencanaNya.

Ketika doa-doa kita belum dijawab, kita sering dipengaruhi oleh kata-kata orang lain yang cenderung melemahkan. Tapi tetap pegang janji Tuhan, jangan takut! percaya saja, meski secara mata kasar keadaan tampak semakin buruk dan sudah tidak ada harapan lagi.

Kita sering menghendaki pertolongan dan jawaban doa dari Tuhan itu secara cepat, tidak perlu menunggu lama, padahal waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Adakalanya jawaban Tuhan terhadap doa dan permohonan kita adalah, Tunggu. Namun yang pasti janji Tuhan adalah ya dan amin, dan Tuhan bertindak sesuai dengan waktu-Nya, bukan waktu kita.

Bagi Tuhan tidak ada kata terlambat kerana Ia tahu benar waktu yang tepat untuk bertindak, sebab itu tetaplah bertekun dan menantikan Dia.

Tidak ada doa yang lahir dari iman, yang tidak dijawab oleh Tuhan. Sekali pun kita merasa bahwa doa kita menemui jalan buntu, tetapi yang pasti, Tuhan selalu ada cara untuk mewujudkan harapan kita. Jika permohonan atau doa kita tertunda, tidak bermakna doa itu tidak akan terjawab. Jangan takut! Percaya saja.

My beloved friends, mungkin begitu banyak harapan kita yang belum terkabul. Namun ingatlah, inilah ujian atas kesabaran untuk melihat keteguhan iman kita kepada Tuhan. Sebab itu, jangan takut, percaya saja.

Kenapa?

Seorang lelaki yang sedang belayar mengalami musibah kapal karam dan terdampar di sebuah pulau. Setiap hari dia berdoa dan minta Tuhan hantarkan orang untuk menyelamatkan. Namun tidak ada yang datang. Lelaki itu sangat kecewa.

Setelah beberapa bulan berlalu, lelaki itu belajar bagaimana untuk survive di pulau itu. Dia mengumpulkan barang-barang yang ditemuinya di pulau itu dan menyimpannya di dalam pondok yang dibinanya.

Suatu hari setelah balik dari berburu makanan dan kembali ke pondoknya, dia sangat kecewa melihat pondok dan semua barang yang dikumpulkannya sedang terbakar dan menjadi asap tebal berkepul-kepul.

Lelaki itu terduduk dan menangis dengan kuat. Dia mulai menjerit-jerit dan marah kepada Tuhan. “Tuhan, Kenapa Kau sanggup biarkan ini terjadi?! Berbulan lamanya saya berdoa untuk orang datang menyelamatkan saya tapi tidak ada seorang pun yang datang. Dan sekarang semua yang saya ada sudah terbakar. Kenapa?!”

Dia duduk dan menangis lagi. Tiba-tiba dari jauh dia melihat ada sebuah kapal datang menuju ke arah pulau yang sedang dia duduki. Akhirnya lelaki itu diselamatkan dan kembali ke kota. Lelaki itu bertanya kepada kapten kapal, bagaimana dia boleh datang ke pulau itu. Kapten itu menjawab, ketika mereka sedang belayar, mereka melihat ada kepulan asap tebal naik ke udara. Lalu mereka mengambil keputusan untuk memeriksa tempat itu dan menemui dia.

Dalam kehidupan, kita akan menghadapi banyak tantangan, masalah dan hal-hal yang buruk. Tapi apa yang buruk itu, Tuhan boleh ubahkan menjadi baik. Kadangkala malapetaka itulah yang menjadi berkat. Kita hanya perlu belajar bertenang dan percaya bahawa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Pertolongan Tuhan Kadangkala tidak terlalu cepat tapi tidak pernah terlambat. Percaya saja. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Doa

Kesulitan hidup bukanlah alasan untuk menyerah, sebab selalu ada harapan bagi orang yang percaya. Doa berkuasa dan mampu mengubah segala sesuatu. Doa itu tidak dibatasi oleh jarak dan waktu.

Kita akan melihat kuasa doa yang besar itu apabila kita yakin dengan apa yang kita doakan. Doa yang terpaksa dilakukan kerana tidak ada lagi alternatif lain, mungkin berkuasa dan mungkn juga tidak.

Doa yang berkuasa adalah doa yang disampaikan oleh orang yang benar dan orang percaya. Doa yang berkuasa terjadi dalam lingkungan masyarakat yang tidak egois. Ataupun dalam kata lain, saling memperhatikan dan saling berganding bahu berdoa untuk sesama ataupun berdoa untuk kota yang diduduki.

Doa orang benar mengubahkan hidup.
Saat keadaan dalam hidupmu tidak seperti yang kamu harapkan, berdoalah.
Saat bisnesmu dan keluargamu tidak berjalan sesuai dengan yang kamu harapkan, berdoalah.
Saat masyarakat di lingkunganmu, orang-orang yang engkau kenal dan kasihi masih hidup dalam kejahatan, berdoalah.
Saat keadaan dunia hari ini belum membaik, berdoalah.

“… Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

Kuasa Lidah

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Percayakah kamu bahwa setiap kata-kata yang kita ucapkan memiliki kuasa untuk menentukan kehidupan atau kematian? Kata-kata yang digemakan akan kembali memantul kepada kita yang mengucapkannya.

Dengan kata-kata pujian, seorang ibu menumbuhkan rasa percaya diri pada anaknya. Dengan menebar fitnah, seseorang menghancurkan karier kawan sekerjanya. Begitulah daya kekuatan kata-kata. Mulut manusia dapat menghasilkan perkataan yang membangun atau menghancurkan.

Oleh sebab itu kita harus berhati-hati menggunakan lidah kita. Kata-kata kasar yang kita ucapkan, kata-kata dusta, fitnah, gosip, umpatan dan lain-lainnya apabila kita menggemakannya pada akhirnya semua itu akan berbalik kepada kita sendiri.

Kita adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia. Diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya. Diberi akal budi. Diberi kuasa atas seluruh bumi. Jadi kalau kita berbicara, janganlah memakai kata-kata yang kotor. Pakai sajalah kata-kata yang membina dan memberi pertolongan kepada orang lain. Kata-kata seperti itu akan mendatangkan kebaikan kepada orang-orang yang mendengarnya.

Perintah

Perintah dan undangan adalah suatu yang berbeza. Kalau undangan, kita ada pilihan untuk menerima atau menolak, untuk hadir atau tidak.

Manakala perintah pula adalah suatu yang harus kita kerjakan samada kita suka ataupun tidak. Contohnya dari orang tua, atasan, atau pihak pemerintah. Kalau membantah,melanggar atau tidak taat, kita akan menerima hukuman ataupun amaran.

Hidup di dunia ini, banyak perintah yang harus kita lakukan. Salah satu perintah terpenting adalah perintah untuk saling mengasihi. Secara pratikal ini tidak mudah, terutama kalau kita harus mengasihi seseorang yang menyakiti kita.

Mengampuni adalah salah satu bentuk kasih. Perintah ini harus kita lakukan walaupun perasaan kita tidak nyaman. Kita harus senantiasa saling mengasihi dalam perkataan dan perbuatan.

Berbuat baik kepada orang yang jahat, memberikan pertolongan kepada orang yang menipu kita, memaafkan saudara yang memfitnah kita adalah hal-hal yang tidak mudah untuk dipratikkan.

Percayalah jiwa kita lebih tenang jika kita mempraktikkan perintah untuk saling mengasihi ini.

coronavirus should have been a wake up call to everyone who lose a love one, to change there disturbing ways by stopping racist cause when you bleed red I bleed red just like You do , stop killing each other an build together to get this hustle, love everyone an be a team.” – Shaneika Marie

Dia Belum Mengenal Saya.

Suatu hari seorang murid mendatangi seorang guru. Tanpa diduga, murid itu datang hanya untuk meludahi muka guru tersebut.

Ada murid lain yang sedang bersama guru itu segera bergerak maju untuk membelah gurunya. Namun guru itu memberi isyarat kepadanya untuk membiarkannya pergi.

“Bukan saya yang diludahinya. Ia belum mengenal saya. Ia meludahi gagasannya sendiri tentang saya, yang ia dengar dari orang lain,” kata guru.

Perkataan itu membuat murid itu merasa bersalah. Keesokan harinya ia datang kembali kepada sang guru, katanya: “Saya hendak meminta maaf atas perbuatan saya kemarin.”

“Perbuatan yang mana?” tanya sang guru.

“Meludahi Anda,” sahutnya.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan, kerana saya yang hari ini bukanlah saya yang kemarin. Seperti kamu hari ini, yang juga berbeda dari kamu yang kemarin.”

Seperti sungai yang selalu mengalirkan air baru setiap hari, demikian pula hidup kita. Kita pada hari ini bukan lagi kita yang kemarin. Dan perubahan ini tidak berhenti dalam kehidupan kita saja, melainkan tersalur menjadi berkat bagi sesama.

Leafy Plant – π‘―π’‚π’Š π’€π’–𝒏𝒖𝒔!

Yunus panas hati sebab orang Niniwe yang bukan sebangsanya tidak ditunggangbalikkan oleh Tuhan atas dosa mereka setelah mereka bertobat dari kelakuan buruk itu. Tuhan mendengarkan nubuatan Yunus.

Kerana terlalu kesal Yunus menanti sambil memandang dari jauh tentang apa yang akan terjadi atas Niniwe selanjutnya. Lalu atas penentuan TUHAN tumbuhlah sebatang pohon berdaun (Leafy Plant) melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita kerana pohon berdaun itu.

Kekesalan hati Yunus disebabkan ada rasa permusuhan terhadap Niniwe, sehingga dia mengharapkan malapetaka terjadi atas mereka dan bukan kebaikan.

Namun hati Yunus yang kesal terhadap Niniwe berubah menjadi sukacita. Penyebab Yunus kesal adalah kerana selalu berfikir untuk dirinya sendiri. Dan pada waktu itu, penghiburan sebenar yang diperlukan Yunus bukanlah terlindung dari panas matahari tetapi bagaimana terlindung dari panasnya hatinya sendiri. Itulah sukacita yang sesungguhnya.

Kitapun selalu kesal kerana terlalu memikirkan kepentingan diri sendiri. Kita jadi marah dan panas hati bila sesuatu terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita. Seperti Yunus, kita juga perlu dilindungi dari diri sendiri.

Semua orang yang berlindung dan bernaung pada Tuhan akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya.

See For Yourself (π‘¨π’π’‚π’Žπ’Š π‘Ίπ’†π’π’…π’Šπ’“π’Š)

Seorang pemuda bernama Max menemui seorang tua bijak bernama Mr.Brown yang tinggal di sebuah desa yang begitu damai. Dengan santun, Max menyampaikan maksud dan tujuannya.

β€œMr.Brown, saya ingin menemukan jawaban, bagaimana caranya membuat diri sendiri selalu gembira dan bahagia serta sekaligus dapat membuat orang lain selalu gembira?” tanya Max.

Sesaat, Mr.Brown menatap sambil menilai kesungguhan raut wajah Max. β€œterus terang saya terkejut mendapat pertanyaan seperti itu dari seorang anak muda sepertimu,ada keinginan yang tidak biasa. Baiklah, untuk memenuhi keinginanmu agar kamu dapat selalu gembira dan membuat orang lain juga gembira, maka saya akan memberimu empat kalimat,” jawab Mr.Brown.

β€œPertama, anggap dirimu sendiri seperti orang lain. Apa yang kamu faham tentang kalimat ini?”

Max dengan gembira menjawab, β€œJika saya dapat menganggap diri saya seperti orang lain, maka saat saya menderita, sakit dan sebagainya, dengan sendirinya perasaan sakit itu akan jauh berkurang. Begitu juga sebaliknya, jika saya mengalami kegembiraan yang luar biasa, dengan menganggap diri sendiri seperti orang lain, maka kegembiraan itu tidak akan membuatku lupa diri. Apakah betul Mr.Brown?”

Mr.Brown mengangguk-angguk. β€œKalimat kedua, anggap orang lain seperti dirimu sendiri.”

Max terlihat berfikir sejenak. β€œDengan menganggap orang lain seperti diri kita, maka saat orang lain sedang tidak beruntung, kita dapat berempati, bahkan menghulurkan tangan untuk membantu. Kita juga dapat menyadari akan keperluan dan keinginan orang lain. Berjiwa besar serta penuh toleransi. Betul, Mr.Brown?”

Mr.Brown kembali mengangguk-angguk. β€œKalimat ketiga, anggap orang lain seperti mereka sendiri.”

Max berfikir lagi. Tak lama, ia mengutarakan pendapatnya, β€œKalimat ketiga ini menunjukkan bahwa kita harus menghargai privasi orang lain, sehingga kita tidak perlu saling mengganggu wilayah dan menyakiti orang lain. Setiap orang berhak menjadi dirinya sendiri.”

β€œBagus, bagus sekali!” kata Mr.Brown. β€œNah, sekarang kalimat keempat, anggap dirimu sebagai dirimu sendiri. Kalimat yang terakhir ini memang sesuatu yang tidak biasa. Jadi, renungkan baik-baik,” kata Mr. Brown.

Sampai beberapa waktu, Max tampak kebingungan. Wajahnya berkerut, tanda bahwa ia berusaha mencari arti dari kalimat Mr.Brown.β€œKalimat ini meminta kita untuk menemukan keberadaan jati diri kita sendiri. Tapi Mr.Brown, setelah memikirkan keempat kalimat tadi, saya merasa ada ketidakcocokan, bahkan ada yang kontradiktif.

Bagaimana caranya saya dapat merangkum keempat kalimat tersebut menjadi satu? Dan, perlu waktu berapa lama untuk mengerti semua kalimat itu sehingga aku dapat selalu gembira dan sekaligus menggembirakan orang lain juga?”

Spontan, Mr.Brown menjawab, ”Mudah. Renungkan dan gunakan waktumu seumur hidup untuk belajar dan mengalaminya sendiri.”

And you will know the truth, and the truth will set you free.”