Pelangi Indah Sehabis Hujan

Hans dan isterinya sangat sedih kerana sejenis serangga perusak telah menyerang semua tanaman jagung di ladang mereka. Akibatnya, mereka mengalami kegagalan dan kerugian yang sangat besar.

Lalu demi untuk mencukupi keperluan hidup sehari-hari,mereka menggantikan tanaman jagung dengan tanaman kentang. Pada awalnya, memang sangat susah, tapi kemudian mereka berhasil menjualnya dan mendapatkan keuntungan yang banyak. Tidak lama kemudian, kentang itu berhasil menjadi barang dagangan yang memiliki nilai jual sangat tinggi.

Serangan serangga perusak yang merugikan telah berubah menjadi berkat bagi Hans dan keluarganya. Mereka bersyukur kerana tidak berputus asa tetapi terus berusaha walaupun telah mengalami kerugian yang besar sebelumnya.

Dalam kehidupan ini,kadang Tuhan izinkan sesuatu hal yang tidak menyenangkan terjadi kerana Dia ingin memberikan sesuatu yang lebih baik kepada kita. Jika waktu ini kita sedang menghadapi situasi sulit, stay strong and keep moving forward kerana ada pelangi indah sehabis hujan.

Kekayaan Besar

Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar…

“Kaya” menurut pandangan dunia adalah mempunyai banyak wang, harta, dan berpangkat. Kaya menurut pandangan dunia tidak memerlukan reputasi atau nama yang baik,asal memiliki banyak wang dan harta yang berlimpah dia masuk kategori itu.

Apakah wang atau kekayaan yang dimiliki tersebut diperoleh dengan cara yang salah, tidak halal, atau melanggar hukum, itu tidak menjadi masalah. Itulah orang kaya di dunia.

Namun kaya menurut penilaian Tuhan berbeza. Nama baik dan reputasi yang baik adalah ukuran kekayaan manusia. Nama baik lebih berharga dari kekayaan yang besar. Tidak ada artinya orang memiliki kekayaan yang berlimpah di dunia jika ia “miskin” di mata Tuhan.

Apalah artinya orang memiliki kekayaan dan harta berlimpah tapi “nama”nya buruk di hadapan Tuhan dan juga manusia. Memiliki nama baik di hadapan Tuhan dan manusia adalah hal yang mutlak dan ia tidak dapat dibeli dengan wang atau digantikan dengan harta dunia.

Orang yang mempunyai nama baik atau reputasi baik adalah orang yang tidak melakukan pelanggaran atau perbuatan aib. Bila kita mempunyai nama baik sesuai dengan penilaian Tuhan berarti kita mempunyai kekayaan yang besar, kerana Tuhan pasti menggenapi janji-Nya. Kekayaan yang dari Tuhan itulah yang mendatangkan sukacita dan damai sejahtera sejati.

“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”

Barometer Tidak Rusak

Seorang laki-laki memesan barometer. Setelah menerima alat itu, dia kecewa kerana jarum indikator terus menunjuk pada bahagian yang bertuliskan “Angin Taufan.”

Dia menggoyangkan barometer itu beberapa kali tapi jarumnya tetap tidak beralih.

Dia menulis surat komplain kepada penjual alat itu dan mengirimnya keesokan harinya semasa dalam perjalanan ke New York.

Petangnya dia pulang ke rumahnya di Long Island, dan mendapati rumahnya sudah hilang diterbangkan angin taufan.

Sangkaannya bahawa barometer itu rusak adalah salah. Jarum barometer itu menunjukkan arah dengan tepat. Kejadian berlaku September 1938, di mana angin taufan dahsyat yang hampir menghancurkan seluruh Long Island.

Kelaparan dashyat terjadi di Samaria. Seorang perempuan mengadukan dampak kelaparan itu kepada raja. Raja mendatangi Elisa sebab ia menyangka musibah itu terjadi akibat kesalahan hamba-Nya. Elisa menjawab bahwa besok harga makanan akan menjadi murah. Pembantu raja tidak percaya dan dengan sombong berkata: “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?”

Perkataan Nabi Elisa tergenapi. Waktu itu empat orang kusta masuk ke perkemahan orang Aram. Di sana banyak sekali makanan, minuman, dan harta benda yang ditinggalkan begitu saja.

Setelah rakyat lain diberitahu,mereka menyerbu perkemahan itu. Pembantu raja ada di sana, dan dipijak-pijak orang sampai mati.

Ketidakpercayaan sering mendatangkan akibat yang buruk. Kiranya kita berpegang teguh pada Tuhan dan petunjuk-petunjuk-Nya, yang senantiasa mengarahkan kita secara tepat: ke jalan yang benar.

Pilih Satu Saja

Hutan sedang kacau-balau. Hari itu terjadi perang besar. Pasukan burung dan pasukan binatang buas sedang berperang.

Ternyata ada satu haiwan yang tidak ikut berperang. Seekor kelawar. Ia hanya bersembunyi dari balik pohon sambil memerhati mereka yang sedang berperang.

Hari itu pasukan binatang buas menang. Dengan segera si kelawar keluar dan bergabung dengan mereka merayakan kemenangan. Ia mengaku dirinya binatang buas.

“Ada kamu pernah melihat burung yang memiliki gigi taring seperti aku? Tentu tidak, bukan? Jadi aku bukan burung, tetapi termasuk binatang buas.” Begitu alasannya setiap kali ada binatang buas yang bertanya.

Waktu pasukan binatang buas lengah berpesta, ternyata pasukan burung sudah merancangkan pembalasan dendam.

Tiba-tiba pasukan burung menyerbu perkampungan binatang buas. Binatang-binatang buas itu kelam kabut kerana tidak ada persiapan. Perang kali ini dimenangi pasukan burung.

Melihat kemenangan pasukan burung di kelawar segera bergabung dengan mereka. Ia mengaku dirinya burung kerana memiliki sayap dan boleh terbang.

Tapi muslihat si kelawar sudah ketahuan. Akhirnya ia dibenci, baik oleh burung maupun oleh binatang buas.

Kononnya sejak itulah kenapa kelawar suka menyembunyikan diri pada siang hari, dan baru keluar untuk mencari makan pada malam hari.

Dalam peperangan, tidak mungkin kita menjejakkan kaki sekaligus di atas dua kubu yang berlawanan. Begitu juga jika kita memilih menjadi orang percaya. Kita harus meninggalkan segala sesuatu yang bertentangan dengannya.

Kita tidak lagi mengejar kepuasan dan keinginan peribadi, tetapi memilih untuk menganut hal-hal yang baik dan benar. Kita tidak dapat mengikuti jalan orang percaya dan memuaskan hawa nafsu daging pada masa yang sama.

Salah Faham

“Sayang, saya rasa kita perlu mulai diet,” kata seorang suami pada isterinya.

Si isteri mencemuh. “Dia menganggap saya semakin gemuk dan hodoh,” fikirnya.

Pada hari yang lain, si isteri, dengan niat menghindarkan suaminya dari kena saman, berkata, “sayang, jangan laju-laju kalau memandu”

Si suami mengerutkan kening, fikirnya, “Huh, selalu saja dia menganggap saya ini tidak tahu aturan.”

Apabila pola komunikasi seperti ini dibiarkan berlarutan, kita boleh membayangkan bagaimana keadaan rumahtangga suami-isteri itu.

Ketidakjelasan dan kesalahfahaman dalam berkomunikasi dapat menimbulkan luka emosional. Komunikasi yang sepatutnya menjadi jambatan penghubung antara manusia, akan berubah menjadi tembok pembatas jika berterusan dengan cara komunikasi yang salah.

“Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.” (Proverbs). Jangan terburu-buru berasumsi sebelum kita benar-benar memahami maksudnya. Tanggapan yang kurang teliti hanya menimbulkan masalah.

Apabila kita ragu-ragu atau tidak memahami apa yang disampaikan, jangan segan untuk meminta kejelasan. Metode ini disebut sebagai mendengarkan secara reflektif. Mendengarkan bukan sekadar berdiam diri ketika mitra kita berbicara, melainkan menyelidiki baik-baik untuk memahami maksudnya.

Untuk memastikan, ulangi apa yang diucapkan orang itu, dan berilah dia kesempatan untuk menjelaskan. Contohnya, Si isteri, boleh bertanya baik-baik, “sayang mengajak saya berdiet, ya?” Lalu, biarkan si suami menjelaskan apa maksudnya, dan kemudian si isteri dapat memahami apa yang di sampaikan. Barulah terjadi komunikasi yang jelas dan salah faham pun dapat dihindarkan.

Jawaban Yang Tidak Sesuai Dengan Yang Diharapkan.

Seorang anak meminta kepada ayahnya bunga cantik untuk menghias taman di depan rumahnya.

Namun, betapa kecewanya dia, apabila ayahnya malah memberinya kaktus yang berduri, bukan bunga cantik. Bentuknya tidak menarik, bahkan duri tajam di seluruh permukaannya mudah melukai.

Tapi kerana kasih kepada ayahnya, anak itu tetap menerimanya. Dia memelihara kaktus itu.

Setelah beberapa lama, muncul sepucuk bunga kecil yang sangat indah dan cantik di hujung kaktus itu.

Dia tidak menyangka dengan bersabar, dia kini mendapatkan bunga indah yang diidamkannya.

Ketika kita berdoa kepada Tuhan, terkadang kita juga mendapat jawaban doa yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Mungkin jawaban doa yang kita terima sangat berbeza dengan apa yang kita fikir akan kita peroleh. Bahkan, Tuhan seperti memberi kita hal yang susah atau buruk di mata kita.

Ketika menerimanya, kita mungkin merasa sangat kecewa. Akan tetapi, percayalah,asal tidak ada niat jahat di hati kita, Tuhan memperhatikan dan tidak menolak setiap doa kita.

Tuhan tidak pernah salah menjawab doa kita. Kadang Tuhan mengabulkan doa dan permohonan kita dengan cara yang unik, atau tidak serta-merta menjawab doa kita. Dia pasti tidak akan memberi hal buruk kepada kita. Jika jalan-Nya berbeza, Dia selalu ada tujuan yang lebih baik. Setiap perkara yang dipercayakan kepada kita, adalah jambatan menuju berkat dan sukacita.

Kesempatan Adalah Anugerah

Ted Williams adalah seorang gelandangan yang tinggal di kemah pinggir jalan Columbus, Ohio.

Pada tahun 80-an,sebelum hidupnya dihancurkan oleh dadah dan minuman keras dia adalah seorang penyampai radio. Tetapi dia kehilangan kariernya itu akibat ketagihan.

Dia hidup sebagai perompak, penipu, pemalsu, dan pengemis yang keluar masuk penjara.

Namun hidupnya berubah menjadi terkenal apabila sebuah studio rakaman menayangkan suara emasnya melalui YouTube.

Dalam siaran television NBC, William mengatakan dia “siap menjalani kesempatan kedua yang diberikan kepadanya”.

Tuhan juga sentiasa menawarkan kesempatan baru kepada setiap orang berdosa yang mau bertobat dan sungguh-sungguh datang kepadaNya. Dia selalu setia, mengampuni dan menyucikan segala kesalahan kita.

Mungkin dosa itu pada awalnya kelihatan nikmat. Namun,pada akhirnya dosa membawa penderitaan, sengsara, dan ketidaktenangan hidup. Ted Williams telah membuktikan pahitnya hidup dalam dosa. Itu sebabnya kini dia sangat menghargai anugerah kesempatan kedua yang dia terima.

Hidup ini kesempatan dan anugerah, hidupilah dengan bermakna.

Bumerang Diri Sendiri

Ia membuat lobang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.”

Kita hidup di zaman orang tidak lagi segan untuk melakukan perbuatan jahat. Sanggup melakukan segala cara untuk mewujudkan apa yang diinginkan.

Sanggup memasang “jerat” atau “ranjau” untuk mencelakakan dan menghancurkan hidup orang lain tanpa peduli itu teman, kawan, atau lawan,dengan cara bergosip, memfitnah, menyebarkan berita hoax, atau perbuatan apa saja yang berunsur negatif.

Perbuatan seperti ini terjadi di di mana-mana. Tujuannya hanya satu, menjatuhkan atau menghancurkan orang lain yang dianggapnya sebagai saingan atau lawan.

Tanpa mereka sadari perbuatan jahat yang dilakukan itu akan menjadi bumerang yang dapat menghancurkan diri sendiri, atau senjata makan tuan.

Terhadap dirinya ia mempersiapkan senjata-senjata yang mematikan, dan membuat anak panahnya menjadi menyala. Sesungguhnya, orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman dan melahirkan dusta. Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya, dan kekerasannya turun menimpa batu kepalanya.” (Psalm 7)

Orang yang merancangkan kejahatan terhadap orang lain akan berperkara sendiri dengan Tuhan. Ada tertulis: “Rancangan orang jahat adalah kekejian bagi TUHAN,” .

Tuhan tidak pernah melepaskan pengawasan-Nya terhadap semua orang. Kejahatan sekecil apa pun, bahkan niat jahat yang timbul di dalam hati sekalipun Tuhan tahu dan pada waktunya Dia akan bertindak.

Biarlah kiranya kita menjadi orang-orang yang bijaksana dan tidak memasang bumerang untuk diri sendiri.

Mengampuni

..ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami…

Pada 3 July 1988, kapal perang USS Vincennes menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Airbus A300 Iran dengan 290 jiwa di dalamnya.

Pencetusnya remeh, kapten kapal USS Vincennes waktu tu berasumsi mereka sedang diserang oleh sebuah pesawat tempur F-14 milik Iran.

Majoriti masyarakat Amerika menentang idea pembayaran ganti rugi kepada para keluarga yang terkorban. Alasannya, mereka masih mengingat perlakuan kejam terhadap tebusan Amerika di Iran.

Namun Presiden Reagan berkeras dan tetap menyetujui pembayaran ganti rugi itu.

Ketika ditanya oleh wartawan bagaimana jika tindakannya itu adalah keutamaan yang buruk, ia menjawab, “Saya tidak pernah melihat belas kasihan sebagai keutamaan yang buruk.”

Daud telah bertindak mengambil Mefiboset cucu Saul ke dalam bagian keluarganya, walaupun Saul telah berlaku jahat kepadanya. Ini kerana Daud tidak mahu memiliki hati yang dikuasai oleh roh dendam. Itu sebabnya dia menaruh belas kasihan kepada Mefiboset dan untuk menunjukkan betapa dia sangat mengasihi dan mengampuni keluarga Saul.

Apa reaksi kita ketika mendapati seseorang, yang mungkin pernah melukai hati kita, dan kini sedang mengalami hal buruk? Apakah kita merasa senang kerana memang sudah sewajarnya hal buruk itu dialaminya sebagai balasan dari kejahatannya, atau kita merasa prihatin, menaruh belas kasihan, dan kemudian berusaha menolongnya?

Biarlah kiranya kasih Tuhan menggerakkan hati kita untuk menaruh belas kasihan dan pengampunan kepada setiap orang yang pernah melukai hati kita.

Hidup Penuh Misteri

Awan gelap memenuhi langit. Kilatan petir menyambar, menyulut kebakaran hutan.

Seekor rusa betina betina menyingkir ke tepian sungai yang curam kerana hendak beranak.

Tanpa menyedari di kanannya ada pemburu yang siap menembaknya. Di kiri pula seekor singa sedang mengintipnya.

Apa yang harus diperbuatnya? Daripada meratapi ancaman situasi, rusa memutuskan fokus untuk melahirkan.

Tiba-tiba datang kilatan petir mengganggu konsentrasi pemburu. Tembakannya meleset dan tertembak singa.

Lalu hujan lebat turun. Pemburu segera berlindung, melupakan buruannya. Rusa itu melahirkan dengan selamat.

Hidup penuh misteri. Manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Tuhan. Logik tidak selalu berlaku. Keadilan tidak selalu berbicara. Pencarian tidak selalu menghasilkan. Bila-bila saja kematian boleh menjemput.

Pengertian manusia terbatas sebab Tuhan, Sang Penyelenggara kehidupan ini, jauh melampaui kita. Pekerjaan-Nya tidak terselami dan tidak tertandingi. Daripada hanya tercekat dalam lingkaran misteri yang menegangkan, lebih baik kita lebih fokus untuk menjalankan tugas kehidupan yang ada di depan mata sambil menikmati buahnya. Selebihnya biarlah menjadi rahasia pekerjaan Tuhan.

Ada kalanya wajah kehidupan ini tidak ramah. Kiri kanan ada ancaman bahaya. Maju kena,mundur pun kena.Kita seperti terperangkap oleh situasi tidak terkendali. Bingung dan tegang.Serasa ingin menjerit.

Harus bagaimana? Jangan berkecil hati. Hindari berfikir rumit. Kerjakan saja yang harus dan perlu. Selangkah demi selangkah. Percayalah badai pasti berlalu. Kadang Tuhan memakai situasi sulit untuk menuntaskan pekerjaan-Nya.