Cermin Kehidupan

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, kerana dari situlah terpancar kehidupan.”

Ada cerita tentang seorang ratu yang cantik tetapi penuh dengan sifat dengki dan iri hati. Setiap hari,ratu itu akan berdiri di depan cermin ajaib dan bertanya, “Cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini?” Dan setiap hari juga cermin ajaib menjawab, “Ratuku adalah wanita paling cantik di negeri ini.”

Waktu terus berlalu. Sampai bertahun-tahun kemudian, sang ratu seperti biasa bertanya pada cermin ajaib, “Cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”

Betapa terkejutnya ia ketika cermin ajaib itu menjawab, “Paduka Ratu memang cantik, tetapi Puteri Salju seribu kali lebih cantik.”

Seperti dalam dongeng itu, cermin tidak pernah berbohong. Apabila seseorang berwajah cantik berdiri di hadapannya, ia akan memantulkan bayangan wajah yang jelita.

Hati kita ibarat cermin kehidupan. Apa yang ada di dalamnya akan terpancar keluar dengan sendirinya. Ketika kita mengisi hati dengan kasih, sukacita, dan kemurahan, kehidupan kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Namun jika ada iri hati, amarah, serta kebencian, kehidupan kita akan menjadi batu sandungan. Manusia mungkin dapat berpura-pura tampil baik,tetapi itu hanyalah sementara. Tidak ada kepura-puraan yang bertahan. Cepat atau lambat ia akan terpancar.

Mari kita isi perbendaharaan hati kita dengan hal-hal yang baik dan benar. Tidak ada kebusukan di dalamnya sehingga di mana pun kita berada, kita menjadi terang.

Melatih Kesabaran

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

Isteri Socrates yang bernama Xanthippe seorang yang cerewet, kuat membebel dan suka mengkritiknya dengan keras.

Suatu hari, isteri Socrates jatuh sakit. Kawan-kawan Socrates berkata , “Kini engkau beruntung kerana tidak perlu mendengar kritikan dan bebelan isterimu buat sementara waktu.

Socrates menjawab, “Tidak mendapat kritikan sebenarnya membuat aku sedih. Aku kehilangan kesempatan untuk melatih kesabaran.”

Melatih kesabaran memang dapat dilakukan dengan banyak cara. Bagi Socrates, kesabarannya semakin terlatih ketika menghadapi bebelan dan kritikan isterinya.

Kesabaran juga dapat dilatih waktu menghadapi klien yang banyak permintaan, terperangkap dalam kesesakan jalan raya, anak-anak yang tidak mau mendengar nasihat dan masih banyak lagi. Orang yang sabar adalah seorang yang hebat, bahkan melebihi pahlawan.

Cuba kita re-check bagaimana sikap kita ketika diperhadapkan dengan “ujian kesabaran” melalui orang-orang di sekitar atau situasi yang kita alami sehari-hari? Bertahanlah dalam menjalani proses itu, kerana ia akan mendewasakan kita, menguatkan kita bahkan hasil buah kesabaran kita yang matang akan membuat hidup kita dan orang-orang yang kita sayang lebih baik dan sejahtera.

Pohon Oren Di Belakang Rumah Nenek

The strongest hearts have the most scars.

Unknown

Ada pohon Oren tumbuh di belakang rumah nenek. Ada ketika batang pohon Oren itu pernah patah terkena angin ribut yang kuat.

Lalu nenek memotongnya dengan rapi dan membungkus luka itu dengan kain melingkar sampai tumbuh tunas baru.

Bekas luka potongan itu memang masih ada, tapi tidak terasa sakit lagi. Bahkan muncul tunas baru, dan akhirnya berbuah.

Kita dalam kehidupan ini, mungkin pernah mengalami luka dan penderitaan yang hebat. Seolah-olah ada orang yang memotong garis hidup kita. Pada waktu itu, kita mungkin mengalami kegelapan. Hidup kita terasa suram.

Namun jika seandainya kita mampu mengolah dengan benar pengalaman pahit ini, kita akan sembuh dan akan berbuah seperti pohon Oren yang patah itu.

Mari lupakan luka hati kita. Tidak ada seorang pun yang tidak pernah disakiti dan terluka. Ampuni dan jangan tinggal di dalamnya. Serahkan segalanya kepada Tuhan. Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.

SUNSET

Sunset is a wonderful opportunity for us to appreciate all the great things the sun gives us– Mehmet Murat ildan

Jika bercerita tentang sunset atau senja, pasti banyak orang suka. View berwarna oren yang sangat cantik. Suasana senja selalu dikaitkan dengan suasana romantik. Tetapi selain itu, kita sebenarnya dapat belajar banyak dari sunset ini.

1. Keindahan tidak perlu disuarakan, biarkan orang yang menilai.
Kadang manusia suka menghebohkan keindahan atau kebaikan untuk menarik perhatian orang agar dilihat lebih baik. Namun senja mengajarkan bahwa keindahan dan kebaikan tidak perlu dipamer atau dihebohkan. Orang lain sendiri dapat menilai kebaikan-kebaikan jika ia tulus dilakukan.

2. Istirahat itu perlu, jangan hanyut dalam kesibukan dunia.
Setelah melalui kesibukan yang padat di siang hari, tentunya harus diakhiri dengan isitirahat yang cukup di malam hari. Manusia perlu mengumpul tenaga untuk menghadapi hari esok yang baru. New day, new dawn.


3. Sunset mengajar kita untuk melepaskan dengan ikhlas.
Berlalunya siang untuk menyongsong datangnya malam tentu harus disertai dengan ikhlasnya kehilangan sang siang. Begitulah kita,melepaskan dan mengikhlaskan adalah salah satu proses yang menjadi bagian hidup.

4. Nikmati hidup ini.
Seperti kita yang suka menikmati sunset, begitulah kita harus menikmati hidup ini. Jangan mengeluh dan menginginkan hal-hal yang instan. Semuanya perlu proses. Sunset sajapun perlu waktu beralih dari terang menuju gelap.

5. Gelap dan terang adalah simbol kebaikan dan keburukan.
Paduan gelap dan terang ini jika diibaratkan adalah dua sisi kehidupan iaitu baik dan buruk. Setiap manusia ada kebaikan dan keburukan dalam diri. Makanya manusia perlu kesadaran diri untuk dapat mengendalikan sifat buruk dan baik ini.

6. Romantis
Sunset itu gambaran kehidupan romantisme makhluk di dalamnya. Sebuah cinta, kasih dan sayang terlukis dalam keindahan senja yang eksotik dan sederhana untuk dinikmati oleh semua orang.

7. Tidak ada yang kekal di dunia ini.
Jika diteliti proses peralihan antara siang yang cerah kepada gelap dan dinginnya malam, ia sama dengan sebuah kehidupan. Semuanya pasti berubah, tidak ada yang kekal di dunia ini. Mungkin sekarang kita memiliki harta kekayaan atau mungkin kita seorang yang berjaya. Namun mungkin satu saat nanti kejayaan itu akan hancur berkeping-keping.

Semua yang ada di alam ini selalu mengajarkan sesuatu untuk manusia. Kita hanya perlu peka. Betapa luarbiasanya karya sang Pencipta kita.

Kehilangan

Seorang guru mengambil sehelai kertas putih dengan lubang kecil di tengahnya dan bertanya kepada murid-muridnya. “Apa pendapat kamu tentang kertas ini?” tanyanya.

Hampir semua murid menjawab mereka melihat sebuah lubang. Ada sesuatu yang hilang dari kertas itu yang membuatnya tidak lengkap lagi.

Namun, seorang murid memiliki pendapat yang sangat berbeza dan berkata, “Saya melihat masih ada cukup ruang untuk melukis dalam kertas ini.”

Tuhan mengizinkan Iblis menguji Ayub. Iblis diperbolehkan mengambil semua harta benda bahkan anak-anaknya. Tetapi, Tuhan tidak mengizinkan Iblis menyentuh hidup Ayub. Harta benda dan anak-anak Ayub hilang, tetapi tidak demikian dengan hidupnya.

Iblis masih tidak puas hati. Ia request lagi dengan Tuhan. Kali ini Tuhan izinkan Iblis untuk mengambil kesihatan Ayub, tetapi jangan mencabut nyawa Ayub. Tuhan selalu menyisakan sesuatu dalam hidup Ayub. Ayub merespons setiap kehilangan itu dengan sikap yang benar.

Kita tidak dapat mengelakkan kehilangan terjadi dalam hidup ini. Tetapi pada waktu hal itu terjadi, kita boleh teladani Ayub. Kita boleh memilih untuk berfokus pada berkat yang masih tersisa. Kita selalu ada alasan untuk mengucap syukur bukan?

Kebenaran Yang Tidak Nyaman Tentang Kehidupan.

Kehidupan kita sehari-hari boleh menjadi rumit. Yaaa…setiap orang ada level rumitnya masing-masing. Begitulah sekolah Kehidupan. Beberapa waktu ini saya belajar ternyata ada beberapa kebenaran hidup tidak nyaman untuk kita terima.

1# Mengampuni itu tidak memerlukan alasan.
Sabarlah terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain. Mengapa kita selalu memerlukan alasan untuk mengampuni? Kerana kita menyimpan akar kepahitan akibat disakiti sehingga menimbulkan kemarahan dan kebencian.

Untuk mengampuni seseorang, kita harus merendahkan hati. Tumbuhkan rasa kasih dalam diri. Memang tidak mudah,tapi tidak mustahil untuk dilakukan. Buka lembaran baru,buang emosi negatif. Jangan tunggu alasan untuk mengampuni.

2# Kita menjalani kehidupan yang kita cipta sendiri.

Jika kita rasa kehidupan sekarang tidak beruntung, kita boleh memilih untuk mengubahnya. Tiada istilah “beginilah nasibku”. Cuma perlu bertindak berani untuk mengubahnya,tidak lemah dan putus asa dengan keadaan. Minta kekuatan dari Tuhan. Nasib buruk itu tidak wujud namun jalan keluar masih wujud. Bila kita mulai bertindak,semuanya akan menjadi lebih baik.

3# Kehidupan ini tidak adil

Kehidupan ini memang tidak adil dan malangnya kita tidak mempunyai kuasa untuk mengubahnya. Kita mau begini, tapi yang terjadi begitu.
Kita perlu menerima segala yang baik dan buruk dalam kehidupan ini.

Kita tidak dapat mengubah keadaan, tetapi kita dapat mengubah cara kita menghadapinya. Semuanya mempunyai sisi yang baik. Fikirkan begini, sesuatu keadaan yang tidak menyenangkan boleh menjadi peluang untuk menjalani pengalaman baru.

4# Hidup kita pada masa sekarang ini penting.

Hargai hidupmu saat ini, jangan seperti kebanyakan orang yang masih hidup pada masa lalu atau terlalu banyak memikirkan tentang masa depan mereka. Waktu sekarang ini, di sini (di mana kita sedang berada), jika kita sia-siakan, kita mungkin akan menyesali kemudian. Hargai dan syukurilah semua yang kita ada hari ini dan buat orang di sekitar kita lebih bahagia. Lepaskan masa lalumu dan gapai cita-citamu.

5# Sibuk bukan berarti produktif.
Kadang-kadang kita keliru antara sibuk dan menjadi produktif. Jika kita produktif, kita akan mempunyai lebih banyak masa untuk diri kita sendiri.

Ada orang yang kelihatan sangat sibuk dengan pelbagai hal, ke sana ke sini, namun tidak kelihatan hasilnya. Ini bermakna orang itu tidak produktif.

Ketika kita belajar produktif dan mengatur segala sesuatu dengan baik, ia akan menguntungkan kita dan orang yang kita cintai.

6# Sebelum menikmati keberhasilan besar, kita akan mengalami kegagalan.

Ketika kita mula melangkah, kita akan tersandung dan terjatuh berkali-kali. Kita bangkit dan melangkah lagi dan akhirnya memperoleh hasil yang baik. Tidak ada yang berhasil tanpa gagal terlebih dahulu. Proses itu yang membuat kita berhasil. Kegagalan itu tidak salah,yang salah adalah jika kita putus asa kerana pernah gagal.

Itulah sebabnya penting untuk melihat setiap kegagalan sebagai satu peluang untuk maju ke hadapan. Kegagalan bukan musuh kita, mereka adalah rakan sekerja (sekutu) kita. Ia membantu kita untuk mencapai kejayaan itu.

7# Kita adalah pantulan orang di lingkungan kita.

Bayangkan jika kita dikelilingi oleh orang-orang toksik, apakah kita akan menjadi seperti mereka?
Mungkin kita tidak akan menjadi orang yang beracun, tetapi mungkin kita akan mengalami akibat daripada sikap orang-orang di lingkunganmu.

Pendek kata, orang yang mempunyai hubungan dengan kita boleh mempengaruhi kita secara positif atau negatif. Namun ia bergantung kepada kita kerana kita boleh memilih untuk tidak membiarkan diri kita dipengaruhi.

Kadang-kadang kita lupa tentang kebenaran ini. Itulah sebabnya kita perlu untuk mengulangi atau mengingatinya kembali. Ia boleh kita gunakan sebagai mantra yang sangat bermanfaat kepada kita.

Let It Go

Janganlah mengatakan: β€œMengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?” Keterikatan dengan masa lalu akan menghalangi rencana dan tujuan kita di masa depan. Biarkan masa lalu itu berlalu,hiduplah dalam masa kini dan pandang hari esok yang penuh dengan harapan.

Kadangkala kita berfikir masa lalu lebih baik dari masa sekarang. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk melangkah di masa depan. Jika kita ingin masa sekarang berbeza dengan masa lampau, kita pelajari masa lampau itu, tetapi jangan hidup dalam bayang-bayang masa lalu.

Mungkin kita berfikir bahwa masa lalu lebih baik kerana;

1. Keadaan ekonomi yang baik.
Mungkin di masa lalu keadaan ekonomi dan kewangan berada pada level baik atau sangat baik sehingga kehidupan begitu makmur dan sejahtera secara finansial, sedangkan di masa sekarang keadaan kewangan kurang baik bahkan sangat kurang, dalam waktu yang sama kos hidup pula semakin tinggi. Lalu timbul rasa kecewa dan putus asa serta keluhan yang tak putus-putusnya dan perasaan takut menghadapi hari esok.

Jangan biarkan diri kita terbelenggu dengan masa lalu,segala sesuatu ada waktunya dan ketahuilah bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. PenyertaanNya sempurna. Bersyukurlah untuk masa kini dan yakini bahwa hari ini lebih baik dari kemarin.


2. Kenyamanan Situasi pada Masa Lalu.
Ada orang yang ingin kembali seperti masa lalu kerana mengingat akan kenyamanan hidup saat itu. Situasi hidup akan terus berubah, ada fasa-fasa kehidupan yang harus kita lalui. Tidak ada yang kekal dalam dunia ini, semuanya akan berlalu. Oleh kerana itu, kita hidup dari waktu ke waktu, jangan biarkan tubuh kita berjalan dengan waktu tapi fikiran kita tertinggal di masa lalu.

Ada fasa kanak-kanak,remaja, pemuda/pemudi,pernikahan, fasa berkeluarga dan mendidik anak, fasa belajar,bekerja,berhenti dari bekerja, pencen, fasa tua, dan tiba fasa kembali kepada Tuhan. Nikmatilah dan syukurilah setiap fasa dalam kehidupan kita, dan yakinlah bahwa setiap waktu itu baik jika bersama Tuhan.

Bekerjalah selama hari masih siang, giatlah dalam pekerjaan Tuhan, selalu bersukacita dalam hidup ini.
Lepaskanlah diri dari masa lalu, jangan selalu berandai-andai, dan syukurilah hari ini yang telah dijadikan Tuhan, dan nantikan hari esok dengan iman dan sukacita.

Kalahkan Goliatmu

Seorang gembala cilik yang berhasil mengalahkan dan membunuh raksasa bengis menjadi salah satu kisah yang sampai sekarang ini dikagumi oleh banyak orang. Kisah tersebut adalah tentang gembala kambing Daud mengalahkan Goliat. Dalam kisah ini, Daud berhasil mengalahkan Goliat dengan hanya memakai batu kecil yang dilempar menggunakan “umban”.

Daud mampu mengalahkan dan membunuh Goliat, bukan kerana dia hebat, kuat atau pintar. Tetapi semata-mata kerana pertolongan Tuhan. “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam.” kata Daud kepada lawannya.

Dalam kehidupan ini, kita Kadangkala harus berhadapan dengan goliat-goliat iaitu masalah atau kesulitan, yang membuat kita cemas dan takut, namun kita boleh belajar seperti Daud yang mengandalkan Tuhan dalam menghadapi raksasa bengis itu.

Masalah yang kita hadapi mungkin seperti raksasa yang menakutkan dan seolah-olah kita tidak mampu melaluinya, apalagi untuk menang dari masalah ini. Tetapi kabar baik untuk kita semua adalah, Tuhan selalu ada untuk berperang bagi kita jika kita percaya dan berharap padaNya.

Jangan mengandalkan manusia atau kekuatan sendiri. Andalkanlah Tuhan. Seperti Daud yang mengandalkan Tuhan dan dia mampu melawan Goliat. β€œDiberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan”.


Love Has No Limit

Kasih tanpa batas bukan mudah tetapi ia bukan mustahil untuk dapat dilakukan. Manusia biasanya hanya mengasihi orang yang mengasihinya. Misalnya bila orang membantu kita dalam kesulitan kita maka kita akan membantunya kelak.

Kita ada misi yang perlu dilakukan di dunia ini. Iaitu mengasihi orang lain tanpa batas. Misi ini bertujuan agar kehidupan manusia di dunia ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana?

1. Mengasihi dengan tulus hati tanpa menharapkan balasan atau berpura-pura baik.

2. Mengampuni tanpa syarat.

3. Menerima orang lain sebagaimana dia adanya.


4. balaslah kejahatan dengan kebaikan.


Namun ini hanya mampu dilakukan bila kita hidup dalam bersyukur akan karya keselamatan Tuhan pada kita. Mari belajar menghayati, meresapi akan perbuatan Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita mampu mengasihi tanpa batas dan menciptakan dunia yang penuh kasih. Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita.


Kerana kasih-Nya yang besar, Dia menciptakan manusia segambar denganNya dan menjadi yang termulia. Dipelihara-Nya kita, sehingga kita beroleh hidup.

Kerana kasih setiaNya,kita tidak hidup sekedar hidup, tapi menikmati damai sejahtera dan berlimpah berkat. Kita menjadi pemilik dan pengelola alam semesta ciptaan tanganNya.

Kerana cinta dan kasihNya, setelah kita jatuh dalam dosa yang harusnya dihukum, tapi ditebus dan diampuniNya. Sehingga kita beroleh sejahtera dan hidup berlimpah kasih karunia.

Saudaraku,
marilah kita mempraktikan saling mengasihi dalam hidup kita dimulai dari keluarga kita. Hiduplah di dalam kasih, maka kita dan keluarga akan diberkati selamanya.

Jangan Takut!Percaya Saja.

Apakah kita sadari atau tidak, Terkadang Tuhan sedang melatih iman kita dengan jawaban doa yang tertunda. Saya yakin dan percaya dengan sungguh bahwa Tuhan itu selalu ada setiap saat mendampingi dan menopang hidup saya. Ketika saya sedang dalam tekanan yang berat dia selalu ada.

Saya yakin dan percaya doa-doa saya didengarkanNya bahkan setiap tetes airmata yang jatuh ditampungNya dan disimpan dalam kirbatNya. Saya tetap percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa-doa saya sesuai dengan rencanaNya.

Ketika doa-doa kita belum dijawab, kita sering dipengaruhi oleh kata-kata orang lain yang cenderung melemahkan. Tapi tetap pegang janji Tuhan, jangan takut! percaya saja, meski secara mata kasar keadaan tampak semakin buruk dan sudah tidak ada harapan lagi.

Kita sering menghendaki pertolongan dan jawaban doa dari Tuhan itu secara cepat, tidak perlu menunggu lama, padahal waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Adakalanya jawaban Tuhan terhadap doa dan permohonan kita adalah, Tunggu. Namun yang pasti janji Tuhan adalah ya dan amin, dan Tuhan bertindak sesuai dengan waktu-Nya, bukan waktu kita.

Bagi Tuhan tidak ada kata terlambat kerana Ia tahu benar waktu yang tepat untuk bertindak, sebab itu tetaplah bertekun dan menantikan Dia.

Tidak ada doa yang lahir dari iman, yang tidak dijawab oleh Tuhan. Sekali pun kita merasa bahwa doa kita menemui jalan buntu, tetapi yang pasti, Tuhan selalu ada cara untuk mewujudkan harapan kita. Jika permohonan atau doa kita tertunda, tidak bermakna doa itu tidak akan terjawab. Jangan takut! Percaya saja.

My beloved friends, mungkin begitu banyak harapan kita yang belum terkabul. Namun ingatlah, inilah ujian atas kesabaran untuk melihat keteguhan iman kita kepada Tuhan. Sebab itu, jangan takut, percaya saja.