Selain wabak penyakit, dunia hari ini juga mengalami π€ππππ ππππππ π’ππ. Hampir semua yang ada di dunia sudah dipalsukan. Baju, kasut, bag aksesoris, smartphone, bahkan sampai ubat dan makanan juga telah dipalsukan sehingga merugikan konsumen. Bahkan untuk penampilan diri saja pun palsu. Penggunaan filter untuk gambar/video yang berlebihan supaya kelihatan cantik katanya (tapi palsu).
Gaya hidup hedonisme menjadi pilihan. Budaya hidup yang suka mempamerkan kehidupannya seolah-olah ‘berharta’. Sanggup berhutang demi untuk gaya,mutu dan keunggulan katanya (tapi palsu).
πππππππ‘-π ππππππ‘, Berhati-hatilah dengan segala bentuk kepalsuan. Mencari jati diri tidak perlu harus mendapat pengakuan dari orang lain terhadap kita. Berusaha mendefinisikan citra diri agar diakui orang lain hanya membuat kita menjadi tidak jujur pada diri sendiri.
Hiduplah dalam kejujuran, tidak perlu menggadaikan kebenaran dan menyeksa diri sendiri. π΅π ππ’ππππ and ππ π¦ππ’ππ πππ. Biarlah kehidupan kita menghasilkan buah yang selaras dengan status kita sebagai ‘π¨πππ-ππππ π»πππππ.’
“Berdoa adalah ekspresi iman seseorang yang natural sama seperti bernafas bagi hidupnya.β
Jonathan Edwards
Martin Luther pernah mengatakan, βMenjadi seorang Kristian tanpa berdoa sama mustahilnya dengan hidup tanpa bernafasβ jadi doa bukan lagi suatu pilihan tapi merupakan keperluan mutlak kita. Sama seperti kita perlu bernafas untuk hidup.
Orang-orang yang berseru kepada Tuhan di dalam doa dan mengalami sendiri pertolongan Tuhan dalam hidupnya akan mengerti bahwa hanya Tuhan yang dapat diandalkan, tidak ada yang lain. Tuhan yang hidup akan mendengar dan menjawab doa kita.
George Muller seorang missionaris menjadi berkat bagi puluhan ribu anak-anak yatim piatu yang ada di Bristol, England. Muller bukan orang kaya tetapi dia adalah orang yang sepenuhnya bergantung pada pertolongan Tuhan di dalam doa. Muller memiliki beban besar dalam hatinya untuk menunjukkan kepada setiap orang, terutama mereka yang tidak percaya pada Tuhan, bahwa dia berdoa kepada Tuhan yang hidup dan menjawab doa-doanya dengan cara dan waktu-Nya yang ajaib.
Suatu pagi seperti biasa di rumah anak yatim,kira-kira 300 anak-anak sudah duduk manis di depan meja makan untuk sarapan. Tetapi saat itu di hadapan mereka hanya ada piring yang kosong. Hari itu mereka kehabisan makanan, tidak ada makanan yang dapat diberikan untuk anak-anak. Dengan tenang Muller tetap memimpin doa makan seperti biasa dan mengucap syukur kepada Tuhan untuk makanan yang akan mereka makan (dengan penuh keyakinan Tuhan akan menyediakan). Tidak lama setelah itu, terdengar suara ketukan pintu. Seorang tukang roti datang dengan membawa begitu banyak roti. Dia berkata bahwa sepertinya Tuhan menyuruhnya untuk membuat roti lebih banyak dari biasanya untuk dikirim ke rumah anak yatim.
Muller begitu berterima kasih dan membagikan roti itu kepada anak-anak. Tidak lama setelah itu, terdengar suara ketukan lain dari luar. Kali ini seorang tukang susu yang berdiri di depan pintu. Dia berkata bahwa tayar keretanya pancit dan memerlukan waktu yang lama untuk diperbaiki. Jadi dia memutuskan untuk memberikan semua susu yang dibawanya kepada rumah anak yatim Muller kerana kalau tidak, susu itu akan rusak.
Pagi itu, Tuhan menyediakan makanan dan minuman kepada ratusan anak dengan cara yang luar biasa. Dalam hidupnya, Muller tidak pernah meminta atau memohon bantuan dari orang lain. Dia mengandalkan dan percaya kepada Tuhan sepenuhnya dan Muller membuktikan sendiri bahwa Tuhannya hidup dan mendengar doa.
Tuhan selalu ingin mendengar kita berbicara kepada-Nya, Ia menyendengkan telinga-Nya terhadap doa permohonan kita. Bahkan ketika ada yang tidak dapat kita ucapkan dalam hati, Ia pun mengerti dan mengetahuinya. Tidak perlu bertele-tele dan sibuk menyusun kalimat indah atau merangkai kata yang panjang seperti ingin memberi setumpuk informasi kepada Tuhan dalam doa kita. Tidak perlu mengarahkan Tuhan atas jalan keluar sesuai keinginan kita. Tuhan tidak perlu arahan kita. Dia mengetahui setiap detail hidup kita dan paling mengerti jalan keluar terbaik bagi kita.
Serahkanlah seluruh jawaban doa di tangan Tuhan, biarkanlah Dia bekerja dengan bebas dalam hidup kita melalui cara-Nya sendiri.
“Sudahkah Anda mempersiapkan diri? Tidak ada jalan keluar lain. “
Vernon Grounds
Seorang komedian, bernama W.C. Fields (1880-1946), mampu membuat penonton tertawa terbahak-bahak, tetapi ia sendiri tidak pernah merasa bahagia. Ia tidak pernah memperhatikan kehidupan rohaninya.
Namun ketika mengetahui dirinya akan mati, ia mulai meluangkan waktu untuk membaca Bible. Ketika ditanya tentang minat barunya itu? Fields menjawab, “Saya sedang mencari jalan keluar, teman.”
Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi. Suatu saat nanti kita semua akan mati dan dihakimi oleh sang Pencipta, apakah kita sudah mempersiapkan pertemuan kita dengan-Nya? Jangan merencanakan untuk bertobat pada jam 11,kerana mungkin kamu akan mati pada jam 10.30.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Mengasihi musuh tidak bermaksud bahawa kita tiba-tiba menjadi kawan mereka. Perkataan “musuh” berasal dari bahasa Latin ” inimicus” yang bermaksud “bukan kawan“. Namun tidak bermaksud semua orang yang bukan kawan adalah musuh kita.
Dunia mengajar kita untuk membalas setiap perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang lain terhadap kita. Tetapi jika kita mahu menjadi orang yang berbeda dan berdampak, kita boleh belajar untuk mengasihi musuh kita.
1. Berikan penghormatan sejati kepada musuhmu selayaknya yang harus diterima oleh semua orang dengan penuh belas kasihan.
2.Berusahalah untuk mengenal dan memahami mereka dengan lebih baik – harapan, ketakutan, kebimbangan, dan aspirasi mereka.
3.Jangan berpegang pada kekuatan dan keyakinan sendiri. Andalkanlah Tuhan.
4.Jangan menghakimi dan menilai orang, tetapi perhatikan kesan tindakan mereka. Apakah tindakan mereka membangun atau menjatuhkan
5.Seboleh-bolehnya, perlihatkan kebaikan dengan ikhlas kepada musuh dan berdoalah untuk mereka.
6.Praktikkan “penyangkalan diri”. Adakalanya Tuhan memakai orang-orang yang “menjengkelkan” sebagai cara untuk membentuk kita.
Dalam kehidupan ini adakalanya kita perlu melepaskan dan meneruskan. Ini berlaku bukan sahaja dalam hubungan romantis, tetapi dalam pekerjaan,situasi kehidupan sehari-hari, hubungan profesional dan persahabatan.
Namun, walaupun kita secara intelektual memahami hakikat ini,kadangkala kita sukar mempraktikkannya. Kita sukar mengucapkan ‘goodbye’ kepada masa lalu atau manusia lama kita.
Ada ayat mengatakan, “β¦aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,”
Masa lalu sudah berlalu dan tidak mungkin terulang kembali. Kita adalah manusia baru. Jika kita terus dibayang-bayangi oleh masa lalu sampai bila pun kita tidak akan dapat ‘move on’ . Ada orang suka yang membangga-banggakan masa lalunya kerana diwarnai prestasi dan kejayaan. Ada pula yang suka melupakan masa lalu kerana penuh kegagalan dan kepahitan hidup. Ucapkan ‘goodbye’ dan ‘move on’.
Hidup kita akan berubah jika kita punya penyerahan diri penuh kepada Tuhan. Miliki tekad yang kuat untuk meninggalkan masa lalu atau kehidupan lama. Jika kita sudah meninggalkan kehidupan lama jangan menoleh ke belakang lagi.
Luna sedang berjoging di suatu petang. Tiba-tiba langit yang awalnya cerah berubah menjadi gelap dan hujan lebat pun turun. Oleh kerana Luna tidak membawa payung, dengan segera dia berlari mencari tempat perteduhan dan menemukannya sebelum basah kuyup.
“Nasib baik ada safe haven,daripada memaksa meneruskan perjalanan dan basah kuyup, lebih baik berteduh sementara waktu.”katanya dalam hati.
Kehidupan kita seperti pejalan kaki yang menyusuri jalan-jalan kehidupan. Perjalanan yang tidak selamanya mudah. Ada saja hambatan dan tantangan yang muncul. Kesulitan- kesulitan,sakit-penyakit,krisis keuangan dan sebagainya tiba-tiba datang menyerang tanpa diduga.
Itulah sebabnya kita perlu tempat perteduhan (safe Haven). Kita tidak memilih tempat perteduhan yang atapnya bocor atau mudah roboh melainkan tempat yang atapnya cukup lebar dan kuat.
Di dalam tempat perteduhan kita masih mendengar bunyi guruh, melihat petir dan hujan, tetapi semua itu tidak mengenai kita. Begitu juga selama kita hidup di dunia ini, kita masih menghadapi berbagai ancaman kehidupan. Tetapi ketika kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perteduhan, kita tidak lagi merasa takut.
Perlindungan Tuhan itu kuat bagaikan perisai dan pagar tembok. Akan ada rasa aman bagi setiap orang yang berada dalam naungan Tuhan sebab badai kehidupan tidak dapat menggoyahkannya.
“Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.”
Semua orang memiliki hati namun belum tentu semua orang memiliki kesucian hati. Kesucian hati adalah sikap yang suka melakukan segala yang baik, tulus,ikhlas,setia, adil dan tidak pilih kasih. Maksud dan tujuan perbuatannya adalah untuk kebaikan semata-mata.Kebaikan yang bukan hanya bagi dirinya sendiri tetapi demi kebaikan semua orang.
Seseorang yang memiliki hati yang suci senantiasa berbicara manis dan tulus. Kata-kata manis dan indah yang terlahir dari hati yang tulus tanpa kemunafikan dari sang pemilik hati. Sehingga ia dicintai,dikasihi dan mewarnai hidup orang-orang dalam lingkungannya.
“The truth is you don’t know what is going to happen tomorrow. Life is a crazy ride, and nothing is guaranteed.”
Eminem
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu apa yang akan terjadi hari esok. Kita boleh memprediksi, mereka-reka, meramal atau memperkirakan tapi tidak tahu secara pasti. Amsal mengatakan: “Janganlah memuji diri kerana esok hari, kerana engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.”
Segala yang ada di muka bumi ini boleh berubah sekelip mata. Pandemic,bencana alam, kecelakaan, peperangan, krisis, dan sebagainya, datang tanpa diundang,menimpa siapa saja, tanpa memandang status, usia, ataupun jenis kelamin.
Kehidupan kita kemarin yang baik-baik saja boleh berubah porak-poranda. Ini menunjukkan bahwa kekuatan kita sangat terbatas,tidak lebih dari pada embusan nafas.
Namun kita tidak perlu takut dan cemas menghadapi hari esok yang penuh dengan ketidakpastian. Sebab sang Pencipta kita yang memegang kendali keadaan dan mengetahui segala sesuatu.
Dia menyelidiki dan mengenal kita, Dia tahu kalau kita duduk atau berdiri, berjalan atau berbaring. Dia mengerti fikiran kita. Sebelum lidah kita mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Dia ketahui. Masa depan kita sepenuhnya ada di tangan Tuhan. Have Faith!
Ketika berada dalam lembah kekelaman, ujian atau masalah yang berat,kita sering kali bertanya kepada Tuhan, “Mengapa hal ini terjadi? mengapa Engkau meninggalkan aku?”
Waktu Yunus berada di dalam perut ikan, dia tetap mengarahkan imannya kepada Tuhan dengan berkata, “Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu.
Walaupun adakalanya kita diijinkan masuk ke suatu keadaan berat dan seolah-olah tidak ada harapan, Dia hanya ingin menguji kesetiaan dan iman kita. Dia ada bersama kita dan menyediakan jalan keluar untuk setiap pergumulan kita.
Larilah kepada Tuhan, berseru-seru pada-Nya sampai pintu sorga terbuka. Berhenti menggerutu dan berkeluh kesah. Tetaplah tenang dan bersyukur kerana hati yang tenang dan penuh ucapkan syukur akan membangkitkan iman menyegarkan tubuh.
Tiada yang mustahil bagiNya. Sebesar apa pun persoalan dan kesulitan kita, Dia sanggup dan akan menolong kita. Dia berkata: “Ya! Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”
Situasi paling sulit adalah ketika musuh datang dari arah depan, belakang, kiri dan kanan yang menyerang pada waktu yang sama.
Dan kita sering menganggap situasi sulit adalah ‘musuh’ kehidupan yang memerlukan strategi yang tepat dalam menghadapinya. Jadi apakah strategi untuk menghadapi kepungan lawan ini?
Saling membantu dalam kelemahan. Orang yang kuat wajib membantu yang lemah dengan tulus. Saling membantu membentuk rasa persahabatan dan dan persaudaraan. Bertolong-tolonganlah dalam menanggung bebanmu.
Hati yang kuat. Hati yang kuat adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan hidup. Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?
Menyerahkan segala perkara kepada sang Pencipta kita. Dia berjalan di depan dan Dialah yang akan berperang untuk kita. Dia tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Tuhan kiranya melakukan yang baik di mata-Nya.
Segala perkara dapat kita tanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan bagi kita.