𝑻𝒓𝒖𝒆 π‘―π’‚π’‘π’‘π’Šπ’π’†π’”π’”

Miss Egypt 1954
Gambar sebelum bunuh diri tahun 1987.

Iolanda Cristina Gigliotti (Dalida) aktress dan penyanyi terkenal France yang dilahirkan di Mesir dan orang tuanya berasal dari Itali. Dia boleh bernyanyi dalam 10 bahasa.

Dalida pernah memenangi pertandingan ratu cantik Mesir pada tahun 1954. Berhijrah ke Paris dan menjadi citizen France.

Sangat sukses dan kekayaannya berlimpah. Namun dia merasa hidupnya sangat malang. Suaminya, Lucien Morisse, meninggal akibat bunuh diri. Begitu juga Luigi Tenco, kekasihnya.

Dalida sangat depresi. Akhirnya di tengah kemashyuran dan kekayaannya,1987 dia bunuh diri dan menulis nota: “Beban hidup sungguh tak tertanggungkan.”

Kebahagiaan tidak diukur oleh kekayaan dan popularitas yang kita miliki. Jaminan bahagia itu;

1. Harus mengandalkan Tuhan.


2. Selalu bersedia peduli dan berbagi dengan sesama.


3. Rendah hati dan panjang sabar.

4. Gigih berjalan dalam kebenaran.


5. Menjaga hati, menjauhi sikap bermusuhan dan fikiran buruk terhadap orang lain.

Kebahagiaan sejati bersemi dalam hati, dan memancar keluar, dalam tindakan dan ucapan. Kebahagiaan sejati tidak dapat dilepaskan dari Tuhan.

π‘·π’Šπ’• 𝑺𝒕𝒐𝒑

Setiap pelumba F1 memandu dan menyelesaikan puluhan lap dalam waktu yang sangat cepat. Dan ada satu hal yang selalu dilakukan pelumba F1, iaitu melakukan pit stop.

Pit stop Formula 1 lebih daripada sekadar berhenti, menukar tayar dan mempercepat. Ketepatan mutlak, kerja berpasukan yang sempurna dan keputusan sepersekian detik diperlukan untuk pit stop yang lancar.

Sejarah mencatat, dalam F1 strategi pit stop sering menjadi penentu untuk meraih kemenangan.

Setiap hari dalam kehidupan, kita menjalani berbagai aktiviti dan selalu terjebak dalam rutin harian. Tujuh hari dalam seminggu kita sibuk dengan banyak pekerjaan. Sehingga kerap kali lupa hal yang sangat penting, iaitu “berhenti” sejenak.

Ada waktu kita harus berhenti sejenak. Merehatkan diri dari kebisingan hidup dan hiruk-pikuk rutin harian. Merehatkan bukan hanya tubuh, tetapi juga hati dan fikiran. Saat di mana kita memeriksa dan mengasah diri. Ibarat me-recharge bateri kehidupan kita. Untuk kemudian bersiap melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi.

Nyaris Terkubur

Di sebuah bar, ada seorang pemain piano handal yang bermain di situ setiap malam.

Suatu hari, pemilik bar memintanya untuk tidak bermain piano, tetapi menyanyi.

Pemain piano langsung menolak dengan alasan dia tidak pandai menyanyi. Pemilik bar berkata, “Saya tidak perlu pemain piano, tetapi seorang penyanyi. Kalau kamu tidak mau menyanyi, saya tidak akan membayar.”

Akhirnya dengan terpaksa pemain piano itu mulai menyanyi. Dan belum pernah ada orang yang mendengar lagu Mona, Mona Lisa seindah malam itu saat dinyanyikan oleh pemain piano, Nat King Cole, yang akhirnya menjadi penyanyi ternama.

Ada ilustrasi tentang seorang tuan hendak berpergian jauh. Dia memberikan kepada 3 orang hambanya masing-masing lima, dua, dan satu talenta. Ketika tuan kembali, dia mendapati hamba yang memperoleh lima dan dua talenta telah mengelola talenta dengan baik,dan menghasilkan dua kali lipat. Tuan memujinya. Tapi hamba yang memperoleh satu talenta namun menguburnya dan tidak menghasilkan apa-apa, tuan menegurnya dengan keras.

Setiap orang pasti ada talenta yang diberikan Tuhan. Ada yang diberi banyak, ada yang diberi sedikit. Namun, yang penting adalah bagaimana kita mempergunakannya.

Apakah kita pakai talenta dengan baik, sehingga menjadi berkat? Atau, menguburnya dan tidak menghasilkan apa-apa?