Kita lahir ke dunia hanya satu kali dan kita hidup juga hanya satu kali saja. Hidup ini adalah kesempatan untuk melakukan banyak kebaikan yang benar kepada orang- orang di sekeliling kita sebelum kita kembali kepada sang Pencipta.
Kehidupan yang hanya sekali itu akan diakhiri dengan kematian dan itu menjadi hari penghakiman untuk menerima keselamatan dan menentukan tujuan akhir hidup kita. Apakah kita terpilih untuk menerima mahkota kehidupan atau tidak.
Hidup adalah kesempatan untuk mengasihi sesama manusia dan terlebih lagi mengasihi Tuhan kita. Dia datang menyatakan kasihNya bagi manusia hanya sekali. Ia tidak akan datang lagi sebagai manusia dan kedatangan-Nya tidak lagi untuk menanggung dosa.Ia datang sebagai penyelamat.
Tidak lama lagi kita akan menyambut ulang tahun kelahiran Juruselamat. Mari kita renungkan apakah kita sudah mempergunakan setiap kesempatan hidup kita dengan melakukan kebaikan dan kebenaran? Seandainya belum, mulai lakukan sekarang. Syukur kita masih diberi kesempatan.
Suatu hari di dalam hutan, rubah melihat seekor gagak terbang dengan sepotong daging di paruhnya. Sang gagak itu hinggap di dahan pohon.
Rubah yang dari pagi belum makan, mau mendapatkan daging tersebut. Ia pun berjalan hingga ke bawah pohon yang dihinggapi gagak tadi.
“Selamat petang, Gagak yang cantik!” serunya. “Betapa mempesonanya penampilanmu hari ini. Matamu tampak cerah, paruhmu bersih dan bulumu berkilau.”
Mendengar pujian itu, gagak menoleh ke bawah. Senang sekali hatinya mendapat pujian dan sanjungan dari rubah.
Melihat reaksi gagak, rubah melanjutkan rancangannya. Ia memuji gagak lebih jauh lagi.
“Melihat penampilanmu yang luar biasa, pasti suaramu juga sangat merdu melebihi suara burung lain di hutan ini. Nyanyilah satu lagu, aku ingin mendengarnya.
Merasa tersanjung, gagak mengangkat kepalanya dan bersiap membuka suara.
Ia lupa, ada daging di paruhnya. Potongan daging itu jatuh ke tanah dan segera diambil oleh rubah, sementara gagak terus bernyanyi.
Ketika ia selesai bernyanyi dan rubah sudah pergi jauh dari situ, gagak baru menyadari apa yang telah terjadi. Ia menyesal, sudah lengah hanya kerana pujian sang rubah.
Demikian juga kita senantiasa perlu bersikap waspada dan tidak lengah. Ada orang yang memberi pujian hanya kerana ingin mengambil keuntungan atau ada niat jahat terhadap kita.
Orang-orang bermulut manis akan melontarkan kata-kata pujian yang berlebihan secara berulang-ulang, namun jika kita waspada kita akan dapat merasakan bahwa hal itu diutarakan secara tidak tulus atau “mempunyai maksud yang tersembunyi” kerana ada keinginan untuk mencari keuntungan untuk kepentingan diri sendiri.
Malaikat adalah makhluk yang kudus dan penuh kebaikan. Ia menjaga dan melindungi manusia yang tulus,murni dan suci hatinya seperti anak-anak kecil.
Malaikat berhubungan dengan manusia untuk menjalankan tugasnya melayani orang-orang yang harus memperoleh keselamatan, dan malaikat selalu hadir dalam setiap zaman.
Kita bersyukur kerana Tuhan yang kita yang maha baik telah menugaskan malaikat untuk menjaga,menolong dan menyertai kita para pewaris keselamatan. Kita tidak perlu takut untuk berjalan.
Suatu hari Emily pergi melancong. Dia membawa banyak barang: kasut, pakaian, dan barang-barang lainnya. Dalam fikirannya, “Lebih baik saya membawa semua yang diperlukan kerana nanti saya tidak dapat pulang lagi untuk mengambilnya.” Diapun membawa satu bagasi besar yang berat.
Sesampainya di tempatnya melancong, Emily tertarik membeli banyak barang di sana: baju, souvenir, dan banyak barang-barang khas daerah tersebut.
Ketika mau pulang, Emily menghadapi kesulitan kerana banyak barang yang tidak muat di dalam bagasinya. Akhirnya dia terpaksa meninggalkan sebagian barang miliknya di hotel.
Kadang kita cenderung mengumpulkan “terlalu banyak harta” dalam perjalanan hidup kita. Kita digoda oleh iklan-iklan yang mendorong kita untuk membeli barang-barang yang seolah-olah “tanpanya kita tidak dapat hidup”. Akibatnya, kita membeli lebih, dan lebih banyak barang lagi.
Ada perumpamaan tentang seorang kaya yang telah mengimpikan semua barang bagus yang dapat diperoleh kerana hasil tuaiannya berlimpah. Ia mengatakan akan mendirikan lumbung yang lebih besar, dan menghabiskan waktu untuk makan, minum, dan bersenang-senang. Namun, Tuhan berkata kepadanya, “Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?”
Jadilah seorang yang bukan hanya kaya harta dunia tapi harta rohani juga. Kerana hidup kita di dunia ini ibarat sedang melancong. Suatu hari nanti kita harus meninggalkan semua itu jika sudah tiba waktunya untuk kita kembali pulang ke rumah yang kekal.
Ana seorang gadis muda sedang menunggu pesawatnya di ruangan menunggu sebuah airport yang super sibuk. Kerana menunggu berjam-jam, Ana membeli sebuah buku untuk mengisi waktunya. Dia juga membeli sebungkus biskuit. Dia kemudian duduk di ruangan menunggu VIP, sambil membaca dengan tenang.
Seorang pemuda duduk di sebelahnya, yang kelihatannya sedang asyik membaca majalah. Ketika Ana mengambil biskuit pertama, pemuda itu juga turut mengambil. Ana merasa geram tetapi tidak berkata apa-apa. Dalam hatinya berkata, βewh tidak tahu sopan santun laki-laki ini. Kalau aku bukan seorang yang sabar, sudah kutumbuk dia niβ Setiap kali Ana mengambil sekeping biskuit, pemuda itu juga ikut-ikutan mengambil sekeping. Ana makin marah namun dia tidak ingin membuat kekacauan di ruangan menunggu itu.
Ketika tinggal satu keping biskuit Ana berkata dalam hati, βEhm lihat saja apa yang akan dibuat oleh orang yang tidak tahu sopan santun ini?β Lalu, pemuda itu mengambil biskuit yang tersisa, membaginya menjadi dua, dan memberikan yang separuh padanya. βhuh! benar-benar sudah keterlaluan ini!!!β katanya dalam hati. Ana marah besar. Dia segera menutup bukunya, mengemas barangnya, dan bergegas menuju pintu boarding.
Ketika sudah duduk di dalam pesawat, Ana membuka begnya untuk mengambil kacamata, danβ¦. dia terkejut, ternyata biskut yang dibelinya masih ada di dalam begnya, dan belum dibuka. Ana merasa sangat malu. Dia merasa bersalah kerana kelalaiannya.
Dia lupa biskuitnya masih tersimpan di dalam beg. Ternyata pemuda tadi telah berbagi biskuit dengannya, tanpa marah sedikit pun. Sebaliknya Ana pula yang marah, kerana dia fikir pemuda itu ikut makan biskuitnya. Dia ingin sekali meminta maaf kepada pemuda itu atas kelalaiannya tetapi tidak ada kesempatan lagi. Sebentar lagi pesawatnya sudah mau take-off.
Setiap kita diberikan anugerah yang tidak sama. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Dengan itu,kita jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain.
Setiap kita tetaplah menjadi dirinya. Tidak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapapun. Berilah nasihat tulus pada yang orang lain dan jangan membebani dengan cara membandingkan-bandingkan.
Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain. Masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai kasutnya.
Kita harus belajar untuk menerima pandangan orang lain. Pengalaman yang berbeza akan membuat lebih berlainan lagi sudut pandang antara satu dengan yang lain.
Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita fahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya. Pendapat kita mungkin benar, tetapi mungkin mengandung kesalahan. Pendapat orang lain itu mungkin salah, tetapi mungkin mengandung kebenaran.
Seperti kamera yang hasilnya bergantung pada apa yang kita fokuskan, begitu juga kehidupan. Kita boleh memilih untuk memfokuskan kamera itu untuk memotret hal-hal yang baik atau memotret untuk hal-hal yang buruk.
Pilihannya bergantung pada kita, apa yang mau kita lihat dan apa yang mau kita fokuskan dalam hidup ini?
Jika kita memilih untuk memotret dan berfokus kepada hal-hal yang baik dan indah yang kita miliki serta menikmati hidup ini, kita akan memiliki kehidupan yang bahagia.
Sebaliknya, jika kita memilih berfokus kepada kecacatan, kemalangan, dan ketidaksempurnaan yang kita atau orang lain miliki, hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup kita, dan berfikir negatif dan berprasangka buruk tentang orang lain, sudah pastilah hidup kita akan penuh dengan drama dan penderitaan.
Ambil kamera, kemudian ambil sebanyak-banyak gambar sesuka hati. Dengan begitu, kita akan mengerti bentuk bahagia dari hasil potretan kamera kita sendiri.
Di taman perumahan saya, lori pengangkut sampah tidak datang setiap hari, tetapi hanya tiga kali dalam seminggu, iaitu setiap Isnin,Rabu dan Sabtu.
Namun, setiap pagi, saya akan membuang sampah rumah ke tong sampah besar di depan rumah, sebelum nanti diangkut oleh lori sampah menurut jadual.
Suatu kali, jiran bertanya mengapa setiap saya pagi membuang sampah itu, padahal lori sampah tidak akan datang mengambilnya.
Saya katakan kepada jiran ,”saya tidak nyaman menyimpan sampah di dalam rumah.”
Tidak ada orang yang nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Namun, bagaimana dengan sampah kehidupan kita? Faktanya, banyak orang nyaman-nyaman saja menyimpan sampah dalam hidup mereka.
Cuba kita re-check cara hidup kita?Masihkah kita menyimpan sampah kehidupan? Segala sesuatu yang duniawi seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan dalam diri kita? Masihkah kita menyimpan kemarahan, geram, kejahatan, fitnah dan segala perkataan kotor yang keluar dari mulut kita?
Memang bukan perkara mudah untuk menjaga hidup kita bersih dari sampah kehidupan. Namun, kita bila kita menanggalkan manusia lama serta kelakuannya dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui,ia tidak mustahil untuk dilakukan.
Gunung melambangkan kemegahan dan tempat mencari damai sejahtera. Gunung sering dilihat sebagai kekuatan strategis secara kerana orang yang berada di atas gunung sukar untuk diserang oleh musuh.
Namun tanpa perlindungan Tuhan, kota di atas gunung pun tidak aman dari serangan musuh yang akan mengalahkannya.
Angin adalah pembawa kesejukan tetapi jika mengamuk,ia menjadi sangat menakutkan. Angin menyebabkan ombak besar yang menenggelamkan kapal di lautan atau menumbangkan pohon yang menindis kehidupan.
Fajar dan kegelapan adalah lambang proses kehidupan yang silih berganti antara susah dan senang, gembira dan sedih, untung dan malang.
Tuhan selalu memikirkan dan merancangkan yang baik bagi manusia yang percaya akan kuasa dan anugerah-Nya.
Jika kita berdoa dan langsung dijawab βyaβ oleh Tuhan, kita pasti gembira. Tetapi jika jawaban dari Tuhan adalah βtidakβ, pada umumnya reaksi negatif yang kita tunjukkan: kecewa, bersungut-sungut, mengeluh, marah dan kemudian menyalahkan Tuhan. Kita tidak siap menerima kenyataan.
Jika Tuhan tidak menjawab ya atau menolak permintaan kita bukan berarti Tuhan pilih kasih atau bertindak jahat kepada kita. Tuhan berkata βtidakβ mungkin sebab kita salah berdoa: apa yang kita minta dalam doa semata-mata hanya bertujuan untuk memuaskan keinginan daging kita. βπ΄π‘ππ’ ππππ’ ππππππ ππ’ππ, π‘ππ‘πππ ππππ’ π‘ππππ ππππππππ πππ-πππ, ππππππ ππππ’ π ππππ ππππππ, π ππππ π¦πππ ππππ’ ππππ‘π ππ‘π’ ππππππ ππππ’ πππππ πππ π’ππ‘π’π ππππ’ππ πππ πππ€π ππππ π’ππ’.β
Kadangkala jawaban Tuhan terhadap doa kita adalah βtungguβ. Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan sehingga kita tidak sabar menanti-nantikan jawaban Tuhan. Ketidaksabaran menunggu jawaban dari Tuhan seringkali menjadi penyebab kegagalan kita mengalami penggenapan janji Tuhan. Daud berkata: βππππ‘πππππππ πππ»π΄π! πΎπ’ππ‘ππππππ πππ π‘πππ’πππππππ πππ‘πππ’! ππ, ππππ‘πππππππ πππ»π΄π!β
Sifat alamiah manusia umumnya menginginkan segala sesuatunya secara instan. Dan ketika pertolongan Tuhan sepertinya tidak kunjung tiba, kita pun menyerah di tengah jalan dan tidak lagi berdoa. Berdoa itu memerlukan konsistensi. Jangan cepat menyerah.
Bukan Tuhan sengaja menunda waktu, tetapi Ia tahu waktu yang tepat dan terbaik bagi kita. Waktu Tuhan itu tidak pernah terlambat atau terlalu cepat, βπΌπ πππππ’ππ‘ π πππππ π ππ π’ππ‘π’ πππππ ππππ π€πππ‘π’ππ¦π.” Selalu ada maksud dan tujuan Tuhan di balik penundaan-Nya: Ia ingin menguji kesabaran kita, menguji ketekunan kita dan mengajar kita untuk bergantung kepada-Nya.