Mengasihi Musuh.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Mengasihi musuh tidak bermaksud bahawa kita tiba-tiba menjadi kawan mereka. Perkataan “musuh” berasal dari bahasa Latin ” inimicus” yang bermaksud “bukan kawan“. Namun tidak bermaksud semua orang yang bukan kawan adalah musuh kita.

Dunia mengajar kita untuk membalas setiap perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang lain terhadap kita. Tetapi jika kita mahu menjadi orang yang berbeda dan berdampak, kita boleh belajar untuk mengasihi musuh kita.

1. Berikan penghormatan sejati kepada musuhmu selayaknya yang harus diterima oleh semua orang dengan penuh belas kasihan.

2.Berusahalah untuk mengenal dan memahami mereka dengan lebih baik – harapan, ketakutan, kebimbangan, dan aspirasi mereka.

3.Jangan berpegang pada kekuatan dan keyakinan sendiri. Andalkanlah Tuhan.

4.Jangan menghakimi dan menilai orang, tetapi perhatikan kesan tindakan mereka. Apakah tindakan mereka membangun atau menjatuhkan

5.Seboleh-bolehnya, perlihatkan kebaikan dengan ikhlas kepada musuh dan berdoalah untuk mereka.

6.Praktikkan “penyangkalan diri”. Adakalanya Tuhan memakai orang-orang yang “menjengkelkan” sebagai cara untuk membentuk kita.

Mari kita sama-sama belajar mengasihi musuh kita.

Move On.

“…sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Dalam kehidupan ini adakalanya kita perlu melepaskan dan meneruskan. Ini berlaku bukan sahaja dalam hubungan romantis, tetapi dalam pekerjaan,situasi kehidupan sehari-hari, hubungan profesional dan persahabatan.

Namun, walaupun kita secara intelektual memahami hakikat ini,kadangkala kita sukar mempraktikkannya. Kita sukar mengucapkan ‘goodbye’ kepada masa lalu atau manusia lama kita.

Ada ayat mengatakan, “…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,”

Masa lalu sudah berlalu dan tidak mungkin terulang kembali. Kita adalah manusia baru. Jika kita terus dibayang-bayangi oleh masa lalu sampai bila pun kita tidak akan dapat ‘move on’ . Ada orang suka yang membangga-banggakan masa lalunya kerana diwarnai prestasi dan kejayaan. Ada pula yang suka melupakan masa lalu kerana penuh kegagalan dan kepahitan hidup. Ucapkan ‘goodbye’ dan ‘move on’.

Hidup kita akan berubah jika kita punya penyerahan diri penuh kepada Tuhan. Miliki tekad yang kuat untuk meninggalkan masa lalu atau kehidupan lama. Jika kita sudah meninggalkan kehidupan lama jangan menoleh ke belakang lagi.

Safe Haven

Luna sedang berjoging di suatu petang. Tiba-tiba langit yang awalnya cerah berubah menjadi gelap dan hujan lebat pun turun. Oleh kerana Luna tidak membawa payung, dengan segera dia berlari mencari tempat perteduhan dan menemukannya sebelum basah kuyup.

“Nasib baik ada safe haven,daripada memaksa meneruskan perjalanan dan basah kuyup, lebih baik berteduh sementara waktu.”katanya dalam hati.

Kehidupan kita seperti pejalan kaki yang menyusuri jalan-jalan kehidupan. Perjalanan yang tidak selamanya mudah. Ada saja hambatan dan tantangan yang muncul. Kesulitan- kesulitan,sakit-penyakit,krisis keuangan dan sebagainya tiba-tiba datang menyerang tanpa diduga.

Itulah sebabnya kita perlu tempat perteduhan (safe Haven). Kita tidak memilih tempat perteduhan yang atapnya bocor atau mudah roboh melainkan tempat yang atapnya cukup lebar dan kuat.

Di dalam tempat perteduhan kita masih mendengar bunyi guruh, melihat petir dan hujan, tetapi semua itu tidak mengenai kita. Begitu juga selama kita hidup di dunia ini, kita masih menghadapi berbagai ancaman kehidupan. Tetapi ketika kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perteduhan, kita tidak lagi merasa takut.

Perlindungan Tuhan itu kuat bagaikan perisai dan pagar tembok. Akan ada rasa aman bagi setiap orang yang berada dalam naungan Tuhan sebab badai kehidupan tidak dapat menggoyahkannya.

Mencintai Kesucian Hati.

“Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.”

Semua orang memiliki hati namun belum tentu semua orang memiliki kesucian hati. Kesucian hati adalah sikap yang suka melakukan segala yang baik, tulus,ikhlas,setia, adil dan tidak pilih kasih. Maksud dan tujuan perbuatannya adalah untuk kebaikan semata-mata.Kebaikan yang bukan hanya bagi dirinya sendiri tetapi demi kebaikan semua orang.

Seseorang yang memiliki hati yang suci senantiasa berbicara manis dan tulus. Kata-kata manis dan indah yang terlahir dari hati yang tulus tanpa kemunafikan dari sang pemilik hati. Sehingga ia dicintai,dikasihi dan mewarnai hidup orang-orang dalam lingkungannya.

“Berbahagialah orang yang suci hatinya…”

If Tomorrow Never Come.

“The truth is you don’t know what is going to happen tomorrow. Life is a crazy ride, and nothing is guaranteed.”

Eminem

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu apa yang akan terjadi hari esok. Kita boleh memprediksi, mereka-reka, meramal atau memperkirakan tapi tidak tahu secara pasti. Amsal mengatakan: “Janganlah memuji diri kerana esok hari, kerana engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.”

Segala yang ada di muka bumi ini boleh berubah sekelip mata. Pandemic,bencana alam, kecelakaan, peperangan, krisis, dan sebagainya, datang tanpa diundang,menimpa siapa saja, tanpa memandang status, usia, ataupun jenis kelamin.

Kehidupan kita kemarin yang baik-baik saja boleh berubah porak-poranda. Ini menunjukkan bahwa kekuatan kita sangat terbatas,tidak lebih dari pada embusan nafas.

Namun kita tidak perlu takut dan cemas menghadapi hari esok yang penuh dengan ketidakpastian. Sebab sang Pencipta kita yang memegang kendali keadaan dan mengetahui segala sesuatu.

Dia menyelidiki dan mengenal kita, Dia tahu kalau kita duduk atau berdiri, berjalan atau berbaring. Dia mengerti fikiran kita. Sebelum lidah kita mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Dia ketahui. Masa depan kita sepenuhnya ada di tangan Tuhan. Have Faith!

Selalu Ada Jalan,Saat Seakan Tiada Jalan.

Ketika berada dalam lembah kekelaman, ujian atau masalah yang berat,kita sering kali bertanya kepada Tuhan, “Mengapa hal ini terjadi? mengapa Engkau meninggalkan aku?”

Waktu Yunus berada di dalam perut ikan, dia tetap mengarahkan imannya kepada Tuhan dengan berkata, “Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu.

Walaupun adakalanya kita diijinkan masuk ke suatu keadaan berat dan seolah-olah tidak ada harapan, Dia hanya ingin menguji kesetiaan dan iman kita. Dia ada bersama kita dan menyediakan jalan keluar untuk setiap pergumulan kita.

Larilah kepada Tuhan, berseru-seru pada-Nya sampai pintu sorga terbuka.
Berhenti menggerutu dan berkeluh kesah. Tetaplah tenang dan bersyukur kerana hati yang tenang dan penuh ucapkan syukur akan membangkitkan iman menyegarkan tubuh.

Tiada yang mustahil bagiNya. Sebesar apa pun persoalan dan kesulitan kita, Dia sanggup dan akan menolong kita.
Dia berkata: “Ya! Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

Strategi Mengalahkan ‘Musuh’.

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu…”

Situasi paling sulit adalah ketika musuh datang dari arah depan, belakang, kiri dan kanan yang menyerang pada waktu yang sama.

Dan kita sering menganggap situasi sulit adalah ‘musuh’ kehidupan yang memerlukan strategi yang tepat dalam menghadapinya. Jadi apakah strategi untuk menghadapi kepungan lawan ini?

  1. Saling membantu dalam kelemahan. Orang yang kuat wajib membantu yang lemah dengan tulus. Saling membantu membentuk rasa persahabatan dan dan persaudaraan. Bertolong-tolonganlah dalam menanggung bebanmu.
  2. Hati yang kuat. Hati yang kuat adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan hidup. Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?
  3. Menyerahkan segala perkara kepada sang Pencipta kita. Dia berjalan di depan dan Dialah yang akan berperang untuk kita. Dia tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Tuhan kiranya melakukan yang baik di mata-Nya.

Segala perkara dapat kita tanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan bagi kita.

Jangan Sabotaj Diri Sendiri.

“I have a tendency to sabotage relationships; I have a tendency to sabotage everything. Fear of success, fear of failure, fear of being afraid. Useless, good-for-nothing thoughts.”

Michael Buble

Kadang tanpa sadar kita sedang mensebotaj diri sendiri.
Kata “sabotase” berasal dari bahasa Perancis sabot (diterapkan dalam bahasa Inggris pada 1607) yang bermaksud “kasut kayu”.

Sebotaj adalah perbuatan memusnahkan harta benda dan menggagalkan sesuatu usaha. Dalam kata lain, sabotaj adalah perbuatan khianat yang berakibat buruk dan menyebabkan kerugian.

Sebagian besar dari kehidupan kita ditentukan oleh pilihan kita. Pilihan yang salah dan bodoh akan berefek buruk. Merusak segalanya dan menghadirkan malapetaka. Bahkan menjauhkan kita dari berkat dan damai sejahtera serta masa depan yang gilang gemilang.

Kita boleh memilih untuk tidak mensebotaj kehidupan yang ada. Orang muda menghindari pergaulan bebas yang membunuh hari depanmu.
Suami atau isteri menghindari bermain api asmara liar yang akan membakar rumah tanggamu. Orang tua jangan pilih kasih dan menanam benih iri hati dan dendam yang merusak jiwa anak-anakmu.

Pilihan kita sekarang tidak akan berhenti sampai di sini saja. Kesannya akan berlanjutan hingga ke persoalan hidup dan mati. ” kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.”

Menjadi Superstar

“Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”

Menjadi superstar adalah dambaan banyak orang di dunia ini. Orang berduyun-duyun untuk ikut dalam pertandingan seperti American Idol, America Got Talent atau Asia Got Talent dan sebagainya, dengan tujuan ingin menjadi bintang terkenal.

Bagi pemahaman kebanyakan orang Superstar adalah orang yang hebat, memiliki prestasi luar biasa, dikagumi oleh banyak orang, sukses atau orang yang terkenal atau populer.

Namun di mata sang Pencipta kita, Superstar adalah orang yang berhasil dalam menjalankan panggilan hidupnya iaitu bekerja dan menghasilkan buah. “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.”

Daniel, sekalipun hidup di tengah-tengah bangsa yang menyembah kepada berhala, ia tidak terbawa arus. Ia tetap mampu menjaga hidupnya berkenan kepada Tuhan sehingga kehidupannya bercahaya dan menjadi berkat bagi banyak orang. Dia adalah Superstar pada zamannya. Kita juga boleh menjadi Superstar jika kita mahu.

Bimbang

“Jangan bimbang, jangan takut…”


Sejak Daud berjaya mengalahkan Goliat timbul kebencian dan iri hati dalam diri Saul terhadapnya. Saul berusaha membunuh Daud namun gagal. Daud ada kesempatan 2 kali untuk membunuh Saul, tapi dia tidak melakukannya.

Daud percaya bahwa Tuhan sentiasa melindunginya. Namun Daud pernah mengalami keruntuhan iman dan kebimbangan membayanginya. Dia terlalu memikirkan hal buruk yang belum terjadi,sehingga ia memutuskan untuk lari ke negeri orang Filistin. Daud lupa akan kedahsyatan kuasa Tuhan yang berulang kali telah melepaskannya dari rancangan-rancangan jahat manusia.

Kitapun sering bimbang sesuatu yang buruk akan terjadi. Kita membiarkan hati dan fikiran kita dibelenggu oleh kebimbangan. Research menguraikan bahawa 40% kebimbangan manusia adalah tentang hal-hal yang tidak terjadi, 30% tentang hal yang sudah terjadi, 12% tentang kesihatan, dan 10% tentang keresahan sehari-hari. Jadi 92% kebimbangan kita sebenarnya adalah tidak perlu.

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau. Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.