Kesempatan Kedua

Di kesepian malam, tampak seorang gadis cantik sedang memandu laju kenderaannya. Kerana terlalu penat dan mengantuk, tiba-tiba tanpa sedar dia melanggar sebuah pohon besar.

Oleh kerana hentakan yang kuat di kepala, gadis itu koma dan dirawat di hospital. Setelah kesedarannya pulih kembali, ia baru tahu kalau kenderaan yang dipandunya hancur teruk dan jika melihat keadaan kereta itu, seharusnya pemandunya pasti meninggal dunia.

Ajaibnya, dia masih hidup (walaupun mengalami gegaran otak yang parah, tulang paha yang patah menjadi enam, dan lebam sana-sini. Dia harus menjalani operasi dan proses terapi penyembuhan yang lama dan menyakitkan).

Waktu pakciknya datang menjenguk, gadis bersungut-sungut tentang kehidupannya, β€œDunia sungguh tidak adil! Dari kecil aku sudah ditinggalkan oleh ayahku. Walaupun aku tidak pernah hidup berkekurangan tetapi teman-temanku jauh lebih baik hidupnya. Gara-gara ibu membelikan kereta buruk, aku kecelakaan. Wajahku pun sudah cacat. Malang sungguh hidupku..”

Pakciknya yang mengenal gadis itu dari kecil menegur keras, β€œLuna! Wajahmu rupawan, tetapi jiwamu ternyata tidak. Ibumu bekerja keras selama ini hingga hidupmu berkecukupan. Lihatlah sekelilingmu, begitu banyak orang yang tidak seberuntung kamu. Tidak perlu menyalahkan orang lain. Kecelakaan ini kerana kesalahanmu sendiri. Pernahkan kamu fikirkan, seandainya kecelakaan itu merenggut nyawamu, bekal apa yang kamu bawa untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatanmu di hadapan Sang Pencipta? Tuhan begitu baik, memberi kesempatan kedua kepadamu untuk hidup lebih lama. Itu artinya, kamu harus hidup lebih baik. Apakah kamu mengerti?”

Luna terpana sesaat dan lirih menjawab, β€œTerima kasih pakcik Jo. Saya akan mengingat nasihat pakcik. Biarlah luka di wajah ini sebagai pengingat agar aku tahu diri dan mampu untuk bersyukur”.

Sesungguhnya setiap hari di setiap hembusan nafas kita adalah β€œkesempatan kedua”. Kesempatan untuk selalu mengingat kebaikan yang telah kita terima dan mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik kepada orang lain juga.

Manfaatkan setiap kesempatan yang ada dengan menjalankan ibadah dan amanah.

Hidup Yang Penuh ‘Kejutan’.

β€œπ‘†π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘π‘’π‘›π‘”π‘Ž π‘–π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘”, π‘™π‘Žπ‘™π‘’ π‘™π‘Žπ‘¦π‘’, π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘›π‘”-π‘π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘–π‘Ž π’‰π‘–π‘™π‘Žπ‘›π‘” π‘™π‘’π‘›π‘¦π‘Žπ‘ π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ’‰π‘Žπ‘›.”

Perjalanan hidup manusia di dunia ini selalu diwarnai dengan kejutan-kejutan. Kadang ada tawa, kemudian berganti dengan tangis, ada keberhasilan, tapi ada juga yang harus menelan pahitnya kegagalan. Kejutan demi kejutan kadangkala seperti sebuah hantaman palu yang datang secara bertubi-tubi tanpa melihat status dan pangkat.

Memang, kejutan yang berupa masalah atau pun penderitaan itu menimpa setiap orang. Namun satu hal yang menguatkan kita adalah Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera untuk memberikan hari depan yang penuh harapan. Di tengah kejutan-kejutan yang terjadi dalam kehidupan ini kita harus percaya β€œβ€¦bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Setia Sepanjang Waktu

“π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Ž 𝑅𝑒𝑑: π½π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘‘π‘’π‘ π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘˜π‘’ π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’ π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘™π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘– π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’; π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘˜π‘’ π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘”π‘–, π‘˜π‘’ 𝑠𝑖𝑑𝑒 π‘—π‘’π‘”π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘Žπ‘˜π‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘”π‘–, π‘‘π‘Žπ‘› 𝑑𝑖 π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘š, 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑑𝑒 π‘—π‘’π‘”π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘Žπ‘˜π‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘š…”

Rut menantu kepada Naomi. Setelah suaminya meninggal, Rut tetap setia dan tidak ingin meninggalkan mertuanya itu.

Rut mengikatkan dirinya dengan mertuanya dengan kesetiaan dalam segala aspek kehidupannya. Tujuan, perjuangan, tempat hidup, cara hidup, budaya, bangsa, dan agama,iman dan lain-lain.

Kesetiaan Rut kepada mertuanya sangat kuat sampai apabila matinya nanti pun ingin dikuburkan di tempat yang sama dengan mertuanya. Definisi kesetiaan beginilah yang menjadi harapan bagi semua orang.

Kita juga boleh memilih untuk berharap dalam kesetiaan antara satu dengan yang lain sampai mati dan dikuburkan sebagai orang setia. Dari kesetiaan akan tumbuh kasih dan kasih akan berbuah kesetiaan.

“π½π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘˜π‘–π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘ π‘–π’‰ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’.πΎπ‘Žπ‘™π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ 𝑖𝑑𝑒 π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘™π‘’π’‰π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘’, π‘‘π‘’π‘™π‘–π‘ π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ 𝑖𝑑𝑒 π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘™π‘œπ’‰ π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘šπ‘’.”

Di Dalam Dunia Ada Dua Jalan.

“𝐷𝑖 π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘‘π‘’π‘›π‘–π‘Ž π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘’π‘Ž π‘—π‘Žπ‘™π‘Žπ‘›
πΏπ‘’π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘šπ‘π‘–π‘‘, π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘’ 𝑝𝑖𝑙𝑖𝒉
π‘Œπ‘Žπ‘›π‘” π‘™π‘’π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘Žπ‘π‘– π‘—π‘–π‘€π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘Žπ‘‘π‘–,
π‘‡π‘Žπ‘π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘šπ‘π‘–π‘‘ π‘—π‘–π‘€π‘Žπ‘šπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘–.”

Kita berjalan pasti ada tujuannya. Kita berjalan untuk mencapai sesuatu.
Namun ada juga yang malas berjalan dalam hidup ini dan hanya mengikut arus kehidupan. Ia ditentukan oleh situasi di mana ia berada atau terserah apa saja kata orang, yang penting aman, kata hati nurani tidak pernah dipermasalahkan.

Perjalanan yang benar adalah yang sengaja dilakukan mengikut route dan peta yang didasari kebenaran untuk mencapai matlamat hidup.

Peta bagi pejalan kebenaran adalah di dalam Tuhan dan bersama Tuhan. Itulah jalan yang menuju hidup. Tidak ada jaminan bahwa jalan kebenaran selalu mulus tetapi Tuhan sendiri membawanya kepada tujuan hidup itu.

Murtad adalah berbalik dari jalan Tuhan. Hanya kesenangan duniawi yang menjadi dasar perjalanannya. Kelihatan baik dan menyenangkan tetapi menuju kehancuran, maut dan jalan yang tidak diberkati.

“𝐷𝑖 π‘—π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ 𝒉𝑖𝑑𝑒𝑝, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘—π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘—π‘’ π‘šπ‘Žπ‘’t.”

Di Mana Kebahagiaan Itu?

“π‘‚π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–π’‰ π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘¦π‘Ž π’‰π‘–π‘‘π‘’π‘π‘›π‘¦π‘Ž π‘ π‘’π‘™π‘Žπ‘™π‘’ π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘œπ‘ π‘Ž.”

Pada suatu hari,Tuhan memanggil tiga malaikatnya. Sambil menunjukkan sesuatu Tuhan berkata, β€œIni namanya π‘²π’†π’ƒπ’‚π’‰π’‚π’ˆπ’Šπ’‚π’‚π’. Ini sangat bernilai. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak dapat ditemukan oleh manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih”

Maka turunlah ketiga malaikat itu ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya?

Malaikat pertama berkata ”Letakkan dipuncak gunung yang tinggi”.
Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju.

Lalu malaikat kedua berkata, β€œLetakkan di dasar samudera”.

Usul itupun kurang disepakati.

Akhirnya malaikat ketiga membisikkan usulnya. Ketiga malaikat langsung sepakat. Malam itu juga ketika semua orang sedang tidur, ketiga malaikat itu meletakkan kebahagiaan di tempat yang dibisikkan tadi.

Sejak hari itu kebahagiaan untuk manusia tersimpan rapi di tempat itu. Rupanya tempat itu cukup susah ditemukan. Dari hari ke hari, tahun ke tahun, kita terus mencari kebahagiaan. Kita semua ingin menemukan kebahagiaan. Kita ingin merasa bahagia. Tapi dimana mencarinya?

Ada yang mencari kebahagiaan sambil hiking ke gunung, ada yang mencari di pantai, ada yang mencari ditempat yang sunyi, ada yang mencari ditempat yang ramai.

Kita mencari kebahagiaan di sana-sini. Di shopping mall, di cafe, di tempat ibadah, di kolam renang, di lapangan olah raga, di skrin tv, di office, dan lain-lain. Ada yang mencari kebahagiaan dengan kerja keras, sebaliknya ada pula yang bermalas-malasan. Ada ingin bahagia dengan mencari kekasih dan menikah, ada yang mencari nama, kekayaan, popularity, ada yang menciptakan lagu, ada yang mengarang buku, dan lain-lain.

Semua orang mau menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan itu diletakkan oleh tiga malaikat secara rapi. Dimana mereka meletakkannya?
πƒπˆ π‡π€π“πˆ π˜π€ππ† ππ„π‘π’πˆπ‡.

Kasih Bapa

Di China, ada sepasang suami isteri yang baru saja menikah dan begitu mendambakan seorang anak. Mereka bersyukur kerana melahirkan puteri pertama mereka dengan lancar, sihat dan selamat. Sang ayah yang begitu senang menyambut kelahiran anaknya lalu menggendong puterinya, menamainya Meggie lalu membisikkan kata-kata di telinga Meggie, β€œanakku, memilikimu adalah anugerah terindah didalam hidupku. Aku berjanji akan mengasihimu seumur hidupku”.

Waktu berlalu, Meggie semakin hari semakin bertumbuh menjadi remaja yang cantik. Ayah Meggie begitu mengasihinya. Ia memberikan apapun yang Meggie inginkan agar puteri kesayangannya itu merasa bahagia. Namun, tanpa diduga, Meggie hamil. Meggie ketakutan, ia menceritakan semua kepada sang ibu. Ibunya dengan kesabaran dan penuh kasih sayang berusaha menenangkan Meggie. Meggie takut memberitahukan hal ini kepada ayahnya. Ia membayangkan betapa marahnya sang ayah apabila ia mengetahui bahwa puteri kesayangannya yang selama ini dibanggakannya hamil di luar nikah.

Meggie sedar ia telah melukakan hati ayahnya. Namun bagaimanapun Meggi sadar ia tetap harus memberitahukan hal ini kepada ayahnya. Ketika menceritakan apa yang terjadi kepada ayahnya, wajah marahlah yang terlihat dari raut muka sang ayah. Meggie semakin takut, ia gemetar ia menutup mata dan tak berani menatap wajah ayahnya. Namun ternyata bukannya marah, sang ayah justru memeluk erat Meggie sambal berbisik, β€œAku mencintaimu anakku, aku tidak pernah melupakan janjiku”

Dalam kehidupan ini kita mungkin pernah melakukan kesalahan atau dosa yang besar,yang membuat kita merasa tidak layak lagi untuk diampuni. Namun percayalah bahwa Tuhan kita sangat mengasihi kita dan sangat bersukacita bila kita datang kepadaNya, bahkan Dia memeluk dan berbisik “Aku mengasihi engkau, anakku.”

“β€¦π‘†π‘’π‘˜π‘Žπ‘™π‘–π‘π‘’π‘› π‘‘π‘œπ‘ π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ’‰ π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘˜π‘–π‘Ÿπ‘šπ‘–π‘§π‘–, π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘‘π‘– 𝑝𝑒𝑑𝑖𝒉 π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘ π‘Žπ‘™π‘—π‘’; π‘ π‘’π‘˜π‘Žπ‘™π‘–π‘π‘’π‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘›π‘Ž π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ’‰ π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘˜π‘Žπ‘–π‘› π‘˜π‘’π‘ π‘’π‘šπ‘π‘Ž, π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘‘π‘– 𝑝𝑒𝑑𝑖𝒉 π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– 𝑏𝑒𝑙𝑒 π‘‘π‘œπ‘šπ‘π‘Ž.”

Nikmati Setiap Detik Di Hidupmu

Sekumpulan pelancong mempunyai waktu 30 minit untuk menyaksikan matahari terbit di puncak gunung.

Begitu fajar tiba, semua sibuk bergambar. Akibatnya, mereka tidak sempat berdiam diri untuk menyaksikan dan menikmati indahnya momen itu, saat sinar matahari perlahan-lahan menerangi gunung dan lembah, saat langit berubah menjadi jingga, betapa agungnya burung-burung helang terbang di kejauhan dengan pekikan suara membelah kesunyian pagi, menikmati hangatnya matahari pagi menerpa wajah.

Pelancong pulang dengan hanya membawa koleksi gambar, tetapi kehilangan momen terindah. Mereka pernah ke sana, tetapi tidak pernah sungguh hadir di sana.

Tuhan selalu memberikan momen yang indah kepada kita. Momen untuk beribadah. Momen untuk berkumpul bersama keluarga. Momen untuk menunjukkan rasa cinta pada hari ulang tahun kekasih kita. Momen untuk menyaksikan keindahan alam ciptaan Tuhan.

Pastikan kita benar-benar hadir dan menikmati setiap momen yang ada. Jangan biarkan kesibukan kita merusak momen yang indah itu.

Tidak Ada Yang Sempurna

“π‘†π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘ π‘Žπ‘‘π‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘Žπ‘ π‘Žπ‘  π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘ π‘‘π‘Ž π‘–π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘‘π‘–π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘›π‘Ž. πΎπ‘’π‘ π‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘›π‘Žπ‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘šπ‘Žπ‘‘π‘Ž-π‘šπ‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ 𝑀𝑒𝑗𝑒𝑑…..π‘‡π‘Žπ‘›π‘π‘Ž π‘˜π‘’π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜π‘ π‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘›π‘Žπ‘Žπ‘›, π‘Žπ‘›π‘‘π‘Ž π‘šπ‘Žπ’‰π‘’π‘π‘’π‘› π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› 𝑀𝑒𝑗𝑒𝑑.”

Stephen Hawkins

Suatu malam seorang ibu menghidangkan makan malam berupa telur goreng, sos, dan beberapa keping roti.

Kerana terlalu lelah bekerja seharian, sang ibu memanggang roti sampai hangus. Waktu makanan dihidangkan, anaknya melihat tegang menunggu respon sang ayah.

Tetapi ternyata, sang ayah mengambil roti itu sambil tersenyum, menyapunya dengan mentega, lalu memakannya dengan lahap. Sang ibu meminta maaf, tetapi suaminya menjawab, “Tidak apa-apa, Sayang.”

Sebelum tidur, anaknya menghampiri ayah dan bertanya, mengapa ayah mau makan roti hangus.

Sambil memeluknya, ayah berkata, “Ibumu sudah lelah bekerja. Lagipun roti itu tidak begitu buruk, masih boleh dimakan. Bersyukur saja ia masih bersama kita.”

Hidup kita juga berisi banyak hal yang tidak sempurna. Selain keberhasilan dan kebahagiaan, ada berbagai kegagalan dan kekecewaan. Tergantung apa yang menjadi fokus kita? Bahagian yang negatif, yang membangkitkan keluh kesah? Atau, bahagian yang positif, yang membuat hati kita membara dengan pujian dan syukur?

Selama jantung masih berdetak, kita harus bersyukur atas kebaikan Tuhan yang melimpah dan melingkupi kita. KasihNya, kebajikanNya, pengampunanNya, penyelamatan-Nya, kebajikanNya dan mujizat-Nya nyata nyata dalam kehidupan kita. Dia memberikan kita kecukupan.

Menghitung Hari Dengan Bijaksana


β€œπ΄π‘—π‘Žπ‘Ÿπ‘™π‘Žπ’‰ π‘˜π‘Žπ‘šπ‘– π‘šπ‘’π‘›π‘”π’‰π‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” π’‰π‘Žπ‘Ÿπ‘–-π’‰π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘˜π‘Žπ‘šπ‘– π‘ π‘’π‘‘π‘’π‘šπ‘–π‘˜π‘–π‘Žπ‘›, π’‰π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘šπ‘– π‘π‘’π‘Ÿπ‘œπ‘™π‘’π’‰ π’‰π‘Žπ‘‘π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘–π‘—π‘Žπ‘˜π‘ π‘Žπ‘›π‘Ž.”

Setiap hari adalah hari baru dan satu hari hanya dapat kita jalani satu kali saja. Kemudian hari tersebut berganti dengan hari berikutnya yang sama lamanya namun berbeda keadaannya. Hari yang telah kita lalui itu sudah menjadi masa lalu dan tinggal kenangan. Hari ini merupakan kesempatan, sedangkan hari-hari yang akan datang menjadi suatu pengharapan bagi kita.

Oleh kerana berharganya waktu, mari kita mempergunakannya dengan bijaksana dan memperhatikan hari demi hari dengan sungguh-sungguh, supaya tidak ada satu hari pun yang berlalu dengan sia-sia.

Kita yang telah dikaruniai banyak talenta, pergunakanlah sebaik-baiknya, sebab kita tidak tahu apakah esok kita masih ada kesempatan menyambut matahari menyingsing. “πΎπ‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž 𝑖𝑑𝑒, π‘π‘’π‘Ÿπ’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘˜π‘ π‘Žπ‘šπ‘Ž, π‘π‘Žπ‘”π‘Žπ‘–π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ 𝒉𝑖𝑑𝑒𝑝, π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘π‘Žπ‘™, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘“, π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘”π‘’π‘›π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘€π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘‘π‘Ž, π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž π’‰π‘Žπ‘Ÿπ‘–-π’‰π‘Žπ‘Ÿπ‘– 𝑖𝑛𝑖 π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘—π‘Žπ’‰π‘Žπ‘‘. π‘†π‘’π‘π‘Žπ‘ 𝑖𝑑𝑒 π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘π‘œπ‘‘π‘œπ’‰, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘’π‘ π‘Žπ’‰π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘˜π‘’π’‰π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘‡π‘’π’‰π‘Žπ‘›.”

Kita harus selalu waspada dan tidak lengah sedetik pun. Kita harus bertanggung jawab menjalani hidup sepanjang waktu yang diberikan Tuhan, sebab waktu yang kita jalani ini sedang bergerak menuju kekekalan, dan hidup yang kita jalani sekarang ini memiliki dampak kepada kekekalan. A pa pun yang kita lakukan sekarang sangat menentukan status kita di hadapan Tuhan kelak.

Hati Yang Teguh

“π»π‘Žπ‘‘π‘– π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘›π‘Žπ‘™ π‘˜π‘’π‘π‘’π‘‘π‘–π’‰π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–, π‘‘π‘Žπ‘› π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘™π‘Žπ‘–π‘› π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘‘ π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘ π‘’π‘›π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž.”

Kita meresponi segala hal di dunia ini dengan hati. Situasi juga mempengaruhi hati tetapi hati itu sendiri menentukan situasi hidup setiap orang dan dengan demikian hati menentukan suasana kehidupan.

Kepekaan adalah kemampuan untuk mengerti dan merasakan keadaan hati orang lain, baik itu kesenangan maupun kesedihan, serta membantunya untuk keluar dari kesedihan atau kesusahan yang dialaminya. Turut merasakan keadaan orang yang bersedih pun sudah merupakan kekuatan bagi yang lemah, jalan terang bagi yang berduka. Semakin peka seseorang terhadap sesamanya berarti semakin penuh kasih ia.

Semakin hati seseorang tertuju kepada orang lain, semakin baiklah orang itu tetapi semakin ingin berkuasa demi kepentingannya sendiri, semakin lemah kualiti hidupnya dan semakin mempersulit kehidupan di sekitarnya.

Hati yang teguh adalah kemampuan untuk menanggung beban kesedihan dan kesusahannya sendiri. Orang yang mampu menanggung sendiri hidupnya termasuk setiap kesedihannya adalah orang yang kuat.

Keadaan hati seseorang itu terpancar dari wajah dan expresinya. Jika hatinya ‘sihat’ , expresi wajahnya ceria, riang dan mudah tersenyum. Apakabar hatimu? “π‘Œπ‘Žπ‘›π‘” π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘¦π‘Ž 𝑑𝑒𝑔𝑒𝒉 πΎπ‘Žπ‘’π‘—π‘Žπ‘”π‘Žπ‘– π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘– π‘ π‘’π‘—π‘Žπ’‰π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘Ž, π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž-π‘€π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘–π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘Žπ‘¦π‘Ž.”