Give And Take

โ€œ๐‘†๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘™๐‘Ž ๐‘ ๐‘’๐‘ ๐‘ข๐‘Ž๐‘ก๐‘ข ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘˜๐‘Ž๐‘š๐‘ข ๐‘˜๐‘’๐’‰๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘˜๐‘– ๐‘ ๐‘ข๐‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘œ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘๐‘ข๐‘Ž๐‘ก ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘š๐‘ข, ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘๐‘ข๐‘Ž๐‘ก๐‘™๐‘Ž๐’‰ ๐‘‘๐‘’๐‘š๐‘–๐‘˜๐‘–๐‘Ž๐‘› ๐‘—๐‘ข๐‘”๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘˜๐‘Ž. “

Semua orang berharap diperlakukan baik oleh orang lain: dihargai, dihormati, didengar, diperhatikan dan sebagainya. Jika kita ingin dihargai orang lain belajarlah menghargai orang lain, jika kita ingin diperhatikan, belajarlah untuk memperhatikan, jika ingin mendapatkan perlakuan yang ramah dari orang lain, belajarlah berlaku ramah terhadap mereka, jika kita ingin orang lain menepati janjinya, maka kita pun harus belajar menepati janji. Apa yang ingin suami perbuat terhadap isteri, isteri pun harus berbuat demikian kepada suami. Inilah yang disebut hukum kesamaan.

Ada ayat mengatakan โ€œdan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.โ€ Di zaman sekarang ini banyak orang hanya melihat kepentingan sendiri saja dan ini menyebabkan keretakan sebuah hubungan, baik itu dalam kehidupan berumah tangga, pertemanan, persahabatan atau bermasyarakat.

Sesungguhnya hukum kesamaan adalah sangat alamiah, sederhana dan mudah untuk dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak merugikan malah justru mendatangkan dampak yang positif bagi diri sendiri dan juga orang lain. Kalau kita memperlakukan orang lain dengan sangat baik, maka orang itu pun cenderung akan berbuat seperti apa yang telah kita perbuat terhadapnya.

Hendaklah kita saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. ๐‘ด๐’‚๐’“๐’Š ๐’Œ๐’Š๐’•๐’‚ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’–๐’๐’‚๐’Š๐’๐’š๐’‚ ๐’•๐’†๐’“๐’๐’†๐’ƒ๐’Š๐’‰ ๐’…๐’‚๐’‰๐’–๐’๐’–.

Kesulitan Yang Mengubah Kita

“๐พ๐‘–๐‘ก๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘™๐‘ข๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘Ž๐‘ ๐‘Ž-๐‘š๐‘Ž๐‘ ๐‘Ž ๐‘ ๐‘ข๐‘˜๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘ข๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘‘๐‘– ๐‘˜๐‘ข๐‘Ž๐‘ก, ๐‘—๐‘–๐‘˜๐‘Ž ๐‘ก๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜, ๐‘˜๐‘–๐‘ก๐‘Ž ๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘ก๐‘’๐‘ก๐‘Ž๐‘ ๐‘™๐‘’๐‘š๐‘Ž๐’‰.”

Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul.

Ayahnya yang seorang tukang masak, membawa anaknya ke dapur. Ia mengambil tiga periuk, mengisinya dengan air dan meletakkannya pada tungku yang sedang menyala.

Beberapa saat kemudian air dalam periuk itu mendidih. Pada periuk pertama, ia memasukkan lobak. Pada periuk kedua, ia memasukkan telur. Dan pada periuk ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan ketiganya mendidih. Selama itu si anak terdiam seribu bahasa.

Dua puluh minit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu mengambil lobak dari dalam periuk dan meletakkannya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkannya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga. Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, โ€œApa yang kamu nampak, Nak?โ€. Lobak, telur, dan kopi,โ€ jawab sang anak.

Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang lobak. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa lobak itu terasa lembut. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Kemudian sang ayah meminta anak itu merasa kopi. Sang anak tersenyum ketika merasa aroma kopi yang sedap itu. โ€œApa maksud semua ini, ayah?โ€ tanyanya. Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeza.

Lobak yang sebelumnya kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lembut dan lemah. Telur pula, sebaliknya, yang sebelumnya mudah pecah, setelah direbus menjadi keras dan kukuh. Sedangkan biji kopi tumbuk berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu.

โ€œMaka, yang manakah dirimu?โ€ tanya ayah pada anaknya. โ€œpada waktu dalam kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? Apakah kamu menjadi lobak, telur atau biji kopi?โ€

Tanam Kebiasaan Yang Baik Dalam Hidup.

Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang pemuda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan keras kepala. Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang masih kecil. โ€œcabutlah pohon ituโ€ katanya. Pemuda itu membungkuk dan hanya dengan jari saja dengan mudah ia dapat mencabut pohon itu sampai ke akar-akarnya.

Mereka berjalan lebih jauh lagi dan orang tua itu berhenti di depan sebuah pohon yang agak besar. โ€œCoba cabut pohon ini pulaโ€ katanya. Sekali lagi si pemuda menuruti perintah itu, namun kali ini ia menggunakan kedua tangannya dan dengan sekuat tenaga mencabut pohon tersebut sampai ke akar-akarnya.

Mereka berjalan lagi lalu berhenti di pohon yang sangat besar,โ€œsekarang cabut pohon iniโ€ kata orang tua itu.

โ€œWah, itu tidak mungkin!โ€ protes si pemuda. Saya tidak dapat mencabut pohon besar tersebut.โ€

Orang tua itu menjawab, โ€œKamu benar. Kebiasaan, entah baik maupun buruk, sama seperti pohon yang masih kecil, dapat dicabut dengan sangat mudah. Kebiasaan yang akarnya mulai mendalam seperti pohon yang sudah agak besar, untuk mencabutnya diperlukan usaha dan tenaga yang kuat.

Kebiasaan yang sudah lama telah berakar sangat mendalam, sehingga orang itu sendiri tidak dapat mencabutnya. ๐ฝ๐‘Ž๐‘”๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐’‰ ๐‘‘๐‘–๐‘Ÿ๐‘–๐‘š๐‘ข ๐‘Ž๐‘”๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘–๐‘Ž๐‘ ๐‘Ž๐‘Ž๐‘› ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ ๐‘’๐‘‘๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘˜๐‘Ž๐‘š๐‘ข ๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘Ž๐‘š๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐’‰ ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘–๐‘Ž๐‘ ๐‘Ž๐‘Ž๐‘›- ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘–๐‘Ž๐‘ ๐‘Ž๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘Ž๐‘–๐‘˜.โ€

Berdoa kepada Tuhan dan ubah sedikit demi sedikit perilaku yang buruk menjadi baik. Walaupun Kadangkala kita gagal, jangan putus asa,ulangi lagi. Jika kita memiliki sikap ingin berubah, kita pasti dapat mencabut dan membuang โ€œAKARโ€ buruk dan jahat itu.

Manusia Bijaksana, Baik, Berani dan Kuat Itu Adalahโ€ฆ

Manusia paling bijaksana itu, mungkin manusia yang paling tersakiti oleh sekitarnya tapi dia memilih untuk menelan rasa itu menjadikannya pelajaran yang paling berharga untuk terus melangkah ke hadapan.

Manusia paling baik dan murah hati itu, walaupun bukan orang kaya tapi dia tidak bosan-bosan berbuat baik kerana dia tahu apa itu kekurangan dan menyadari bahawa kita hidup perlu bertolong-tolongan.

Manusia paling berani itu, mungkin pernah menjadi orang yang paling penakut dan tersudutkan. Tapi dia memutuskan untuk mulai berani kerana dia menyadari kita sebenarnya tidak pernah berjalan sendiri. Ada Tuhan yang menyertai dan berjalan di hadapan kita.

Manusia paling kuat itu, mungkin mereka yang paling sering menangis dan meneteskan airmata. Tapi dia memilih melakukannya diam-diam, kemudian menyeka wajahnya, tersenyum di luar dan menjadi lebih kuat setiap hari.

Setiap Orang Ada Cerita Hidupnya. Janganlah Cepat Menghakimi.

Janganlah menghakimi maka kamupun tidak akan dihakimi.

Seorang gadis berusia 24 tahun sedang berada di kereta api bersama dengan ibunya. Ia melihat keluar melalui jendela keretaapi dan berteriak, โ€œmama, lihat pohon-pohon itu berjalan!โ€

Mamanya tersenyum, namun ada pasangan muda yang duduk di dekatnya, memandang perilaku kekanak-kanakan gadis yang berusia 24 tahun dengan kasihan. Tiba-tiba si gadis kembali berseru โ€œmama, awan itu berlari mengejar kita!โ€

Pasangan itu tidak dapat menahan perasaan rimas mereka dan berkata kepada ibu gadis tersebut, โ€œMengapa tidak membawa anak kamu ke doktor sakit jiwa?โ€ ibu itu tersenyum dan berkata;

โ€œSaya sudah membawa dia ke doktor, dan kami baru saja pulang. Anak saya buta sejak lahir, dia baru mendapat donor mata dan baru dapat melihat hari iniโ€.

Sahabat-sahabat,
Setiap orang di dunia ini ada cerita tersendiri. Jangan terlalu cepat menilai atau menghakimi orang lain sebelum kita benar-benar mengenal mereka. Kerana mungkin kenyataan yang terjadi dapat mengejutkan kamu. Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, kerana Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.

Melihat Dari Sisi Yang Baik.

Suatu hari ketika dalam perjalanan pulang kerja Aley dirompak. Pada waktu itu dia sedang memandu dan terperangkap dalam kesesakan jalanraya. Tiba-tiba dia didatangi dua pemuda mengacukan pistol dan memaksa menyerahkan uang dalam dompetnya. Aley menuruti saja permintaan perompak itu.

Ketika sampai di rumah, Aley menceritakan kejadian itu kepada suaminya. Lalu suaminya bertanya bagaimana perasaannya. Marah? Menyesal?

“Tidak,” katanya. “Buat apa? Itu tidak akan mengembalikan uang yang hilang. Malah syukur cuma uang di dompet yang mereka ambil, bukan nyawa saya. Dan syukurnya lagi, saya yang dirompak bukan yang merompak. Semoga uang itu boleh berguna buat mereka.”

Di balik setiap kejadian atau keadaan yang kita alami, termasuk yang tidak menyenangkan sekalipun, selalu ada sisi-sisi baiknya. Kuncinya, kita jangan terjebak dalam kemarahan dan kekecewaan yang berpanjangan.

Kita tidak akan kehilangan sukacita dan rasa syukur jika kita menjalani segala situasi dengan penyerahan diri kepada Tuhan, dan menyakini bahwa di balik semua itu ada hikmahnya. Mungkin ini tidak akan menyelesaikan masalah tapi at least kita masih ada sukacita.

Menegur Atau Menghakimi? (Ada Bezanya).

Menegur dan menghakimi itu suatu yang sangat berbeza. Kita memang perlu menegur tapi kita tidak perlu menghakimi orang lain. Apa beza menegur dan menghakimi?

๐Œ๐ž๐ง๐ž๐ ๐ฎ๐ซ :

1. Cara penyampaian yang lebih baik. Intonasi suara lebih santai dan tidak emosi.

2.Menegur dengan cara berkelas, bukan di depan umum sehingga suasana menjadi tidak nyaman. Tetapi memilih berbicara secara empat mata.

3.Memberi masukan yang baik atau menasihati dengan cara positif walaupun orang yang ditegur itu salah.

๐Œ๐ž๐ง๐ ๐ก๐š๐ค๐ข๐ฆ๐ข :

1. Menyampaikan dengan kalimat kasar, bahkan menghardik.

2.Bersembunyi dibalik topeng menegur atau menasihati padahal membully.

3.Nada suara meninggi dan memarahi.

4.Pelaku penghakiman biasanya merasa dirinya yang paling benar, dan berhak menghakimi seseorang tersebut.

Jika sedang menasihati seseorang mari kita belajar untuk lebih memperhatikan penggunaan kata-kata dan intonasi suara kita supaya orang yang dinasihati merasa kita bukan sedang menasihati tetapi menghakimi dirinya.

‘Fake’ atau ‘Original’ ?

“๐‘‚๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘Ž๐‘™๐‘ ๐‘ข ๐’‰๐‘Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘๐‘’๐‘‘๐‘ข๐‘™๐‘– ๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘‘๐‘–๐‘Ÿ๐‘– ๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘˜๐‘Ž ๐‘ ๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘–๐‘Ÿ๐‘– ๐‘—๐‘Ž๐‘‘๐‘– ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐’‰๐‘Ž๐‘ก๐‘–-๐’‰๐‘Ž๐‘ก๐‘–๐‘™๐‘Ž๐’‰.”

Selain wabak penyakit, dunia hari ini juga mengalami ๐‘ค๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘™๐‘ ๐‘ข๐‘Ž๐‘›. Hampir semua yang ada di dunia sudah dipalsukan. Baju, kasut, bag aksesoris, smartphone, bahkan sampai ubat dan makanan juga telah dipalsukan sehingga merugikan konsumen. Bahkan untuk penampilan diri saja pun palsu. Penggunaan filter untuk gambar/video yang berlebihan supaya kelihatan cantik katanya (tapi palsu).

Gaya hidup hedonisme menjadi pilihan. Budaya hidup yang suka mempamerkan kehidupannya seolah-olah ‘berharta’. Sanggup berhutang demi untuk gaya,mutu dan keunggulan katanya (tapi palsu).

๐‘†๐‘Ž๐’‰๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘ก-๐‘ ๐‘Ž๐’‰๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘ก,
Berhati-hatilah dengan segala bentuk kepalsuan. Mencari jati diri tidak perlu harus mendapat pengakuan dari orang lain terhadap kita. Berusaha mendefinisikan citra diri agar diakui orang lain hanya membuat kita menjadi tidak jujur pada diri sendiri.

Hiduplah dalam kejujuran, tidak perlu menggadaikan kebenaran dan menyeksa diri sendiri. ๐ต๐‘’ ๐’‰๐‘ข๐‘š๐‘๐‘™๐‘’ and ๐‘๐‘’ ๐‘ฆ๐‘œ๐‘ข๐‘Ÿ๐‘ ๐‘’๐‘™๐‘“. Biarlah kehidupan kita menghasilkan buah yang selaras dengan status kita sebagai ‘๐‘จ๐’๐’‚๐’Œ-๐’‚๐’๐’‚๐’Œ ๐‘ป๐’†๐’“๐’‚๐’๐’ˆ.’

Doa – Pilihan atau Keperluan?

“Berdoa adalah ekspresi iman seseorang yang natural sama seperti bernafas bagi hidupnya.โ€

Jonathan Edwards

Martin Luther pernah mengatakan, โ€œMenjadi seorang Kristian tanpa berdoa sama mustahilnya dengan hidup tanpa bernafasโ€ jadi doa bukan lagi suatu pilihan tapi merupakan keperluan mutlak kita. Sama seperti kita perlu bernafas untuk hidup.

Orang-orang yang berseru kepada Tuhan di dalam doa dan mengalami sendiri pertolongan Tuhan dalam hidupnya akan mengerti bahwa hanya Tuhan yang dapat diandalkan, tidak ada yang lain. Tuhan yang hidup akan mendengar dan menjawab doa kita.

George Muller seorang missionaris menjadi berkat bagi puluhan ribu anak-anak yatim piatu yang ada di Bristol, England. Muller bukan orang kaya tetapi dia adalah orang yang sepenuhnya bergantung pada pertolongan Tuhan di dalam doa. Muller memiliki beban besar dalam hatinya untuk menunjukkan kepada setiap orang, terutama mereka yang tidak percaya pada Tuhan, bahwa dia berdoa kepada Tuhan yang hidup dan menjawab doa-doanya dengan cara dan waktu-Nya yang ajaib.

Suatu pagi seperti biasa di rumah anak yatim,kira-kira 300 anak-anak sudah duduk manis di depan meja makan untuk sarapan. Tetapi saat itu di hadapan mereka hanya ada piring yang kosong. Hari itu mereka kehabisan makanan, tidak ada makanan yang dapat diberikan untuk anak-anak. Dengan tenang Muller tetap memimpin doa makan seperti biasa dan mengucap syukur kepada Tuhan untuk makanan yang akan mereka makan (dengan penuh keyakinan Tuhan akan menyediakan). Tidak lama setelah itu, terdengar suara ketukan pintu. Seorang tukang roti datang dengan membawa begitu banyak roti. Dia berkata bahwa sepertinya Tuhan menyuruhnya untuk membuat roti lebih banyak dari biasanya untuk dikirim ke rumah anak yatim.

Muller begitu berterima kasih dan membagikan roti itu kepada anak-anak. Tidak lama setelah itu, terdengar suara ketukan lain dari luar. Kali ini seorang tukang susu yang berdiri di depan pintu. Dia berkata bahwa tayar keretanya pancit dan memerlukan waktu yang lama untuk diperbaiki. Jadi dia memutuskan untuk memberikan semua susu yang dibawanya kepada rumah anak yatim Muller kerana kalau tidak, susu itu akan rusak.

Pagi itu, Tuhan menyediakan makanan dan minuman kepada ratusan anak dengan cara yang luar biasa. Dalam hidupnya, Muller tidak pernah meminta atau memohon bantuan dari orang lain. Dia mengandalkan dan percaya kepada Tuhan sepenuhnya dan Muller membuktikan sendiri bahwa Tuhannya hidup dan mendengar doa.

Tuhan selalu ingin mendengar kita berbicara kepada-Nya, Ia menyendengkan telinga-Nya terhadap doa permohonan kita. Bahkan ketika ada yang tidak dapat kita ucapkan dalam hati, Ia pun mengerti dan mengetahuinya. Tidak perlu bertele-tele dan sibuk menyusun kalimat indah atau merangkai kata yang panjang seperti ingin memberi setumpuk informasi kepada Tuhan dalam doa kita. Tidak perlu mengarahkan Tuhan atas jalan keluar sesuai keinginan kita. Tuhan tidak perlu arahan kita. Dia mengetahui setiap detail hidup kita dan paling mengerti jalan keluar terbaik bagi kita.

Serahkanlah seluruh jawaban doa di tangan Tuhan, biarkanlah Dia bekerja dengan bebas dalam hidup kita melalui cara-Nya sendiri.

Mencari Jalan Keluar.

“Sudahkah Anda mempersiapkan diri? Tidak ada jalan keluar lain. “

Vernon Grounds

Seorang komedian, bernama W.C. Fields (1880-1946), mampu membuat penonton tertawa terbahak-bahak, tetapi ia sendiri tidak pernah merasa bahagia. Ia tidak pernah memperhatikan kehidupan rohaninya.

Namun ketika mengetahui dirinya akan mati, ia mulai meluangkan waktu untuk membaca Bible. Ketika ditanya tentang minat barunya itu? Fields menjawab, “Saya sedang mencari jalan keluar, teman.”

Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi. Suatu saat nanti kita semua akan mati dan dihakimi oleh sang Pencipta, apakah kita sudah mempersiapkan pertemuan kita dengan-Nya? Jangan merencanakan untuk bertobat pada jam 11,kerana mungkin kamu akan mati pada jam 10.30.