Stres tidak selalu berakibat buruk atau berdampak negatif apabila kita meresponi dan menanggapi masalah itu dengan bijak.
Ada positif dan negatifnya. Stres dari sisi yang negatif dapat menyebabkan seseorang menjadi lemah dan tertekan sehingga dapat menghambat kemajuannya.
Sisi positifnya, stres boleh diresponi sebagai suatu kesempatan bagi seseorang untuk bertindak dan mencari penyelesaian di tengah krisis atau situasi sulit sehingga menjadikannya semakin matang dan kuat dalam bertindak. Oleh itu kita tidak harus dari masalah.
Salah satu cara mudah agar kita terhindar dari stres adalah istirahat yang cukup dan makan secara teratur. Ketika melihat Elia sedang down Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk membangunkan Elia. “Bangunlah, makanlah! Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.”
Tuhan membiarkan Elia beristirahat sejenak untuk memulihkan fizikalnya, setelah itu Tuhan menarik Elia untuk mengungkapkan hal-hal yang menjadi beban dalam hatinya. “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”
Apabila kita mengungkapkan apa yang tersirat di hati kita kepada Tuhan, beban yang ada di hati akan menjadi semakin ringan.
Selain itu perlu juga bagi kita untuk menarik diri dari kesibukan sejenak untuk menenangkan diri. “Hati yang tenang menyegarkan tubuh,”.
Kita tidak perlu terus-menerus larut dalam masalah, mengasihani diri sendiri, berputus asa. Hidup harus tetap berjalan. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
Kita memiliki Tuhan yang begitu mengasihi dan memperdulikan kita, bahkan Ia ingin selalu dekat dengan kita. Kita memanggilNya “Bapa” kerana ia adalah gambaran suatu hubungan yang begitu dekat dan akrab, hubungan antara bapa dan anak dalam sebuah keluarga. Sangat dekat, hanya sejauh doa-doa kita.
Tuhan tahu apa yang kita perbuat, Dia tahu sekecil apa pun pergumulan kita, Dia tahu keperluan kita. “β¦jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga. Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Kerana Tuhan itu dekat, Dia juga tahu bila waktunya harus menegur, memperingatkan, dan jika perlu menghajar kita yang adalah anak-anak-Nya, apabila kita melakukan pelanggaran atau hidup menyimpang dari kehendak-Nya. Oleh sebab itu “β¦janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; kerana Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
Kerana Tuhan itu dekat, carilah Dia selalu selama Ia berkenan kita temui.
Berlian sering dikaitkan sebagai teman baik wanita. Segala-galanya tentang berlian adalah cantik. Daripada potongan, warna dan saiz yang berbeza kepada cara ia memantulkan cahaya dan kerdipan seperti sejuta bintang.Β Dan bukan sahaja ia cantik tetapi ia kuat.
Perkataan berlian berasal daripada perkataan Yunani ‘adamas‘ yang bermaksud tidak dapatΒ dikalahkanΒ atauΒ tidak dapat dihancurkan. Dan satu-satunya perkara yang boleh mencalarkan berlian adalah berlian lain. Ini kerana ia terdiri daripada satu unsur yangΒ paling tulenΒ dari semua batu permata. Tidak hairanlah kenapa berlian sangat berharga.
Kita ini ibarat berlian itu, kita bersinar terang. Itulah salah satu tujuan kita dicipta. Kita diciptakan dengan penuh kasih tujuannya untuk kita dapat mengasihi orang lain juga. Kita diciptakan dengan penuh kebaikan tujuannya untuk kita melakukan kebaikan kepada orang lain juga.
Kita adalah terang dunia, jangan biarkan cahaya kita tersembunyi. Biarkan terang kita bersinar dan menerangi kegelapan dunia ini.
Pancarkan terang kita telah terima. Mungkin pelita kita kecil, namun cahaya terangnya tetap diperlukan di dunia yang gelap ini. Bersinarlah dengan sikap, tutur kata, dan perbuatan yang baik.
Jangan takut ditolak. Sang pencipta kita sudah menyediakan rancangan damai sejahtera untuk kita. Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya.
“Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku.”
Melangkah berarti terus bergerak maju dalam kehidupan ini; kecuali jika hanya bergerak di tempat saja. Tidak melangkah berarti tertinggal.
Langkah yang teguh adalah langkah yang terus dilakukan walau seakan disadari bahwa langkah itu tiada akan memberi harapan.
Ketika kaki merasa lemah untuk melangkah sering kali terjadi karena tidak ada lagi tujuan yang hendak dicapai dalam perjalanan itu. Sering juga kesulitan-kesulitan yang terjadi membuat kaki terasa lesu untuk melakukan perjalanan itu.
Tantangan perjalan oleh sesama manusia baik mereka yang melakukannya dengan alasan “kasih” maupun oleh mereka yang karena maksud jahat, juga sering membuat perjalanan terhambat bahkan terhenti.
Percaya pada janji Tuhan akan membangun semangat yang membara sehingga tersedia tenaga yang cukup untuk melakukan perjalanan yang sulit sekali pun. Janji Tuhan pasti akan dipenuhi dan selalu mengarah kepada kebaikan yang sesungguhnya iaitu damai sejahtera.
Hampir semua orang kenal dan ‘fans’ kepada Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro. Pemain Bola Sepak dari Portugal dan sekarang bermain di Manchester United, England.
Namun tiada yang menyangka bahwa pada tahun 1984, Dolores Aveiro, ibu Cristiano Ronaldo, pernah ingin menggugurkan janin dalam kandungannya. Doktor tidak mau melakukan aborsi, namun Dolores tetap nekad. Ia pulang ke rumah dan minum bir panas dan berlari-lari sehingga penat agar janin itu gugur.
Namun, kehendak Tuhan tidak sama dengan keinginan manusia. Janin itu tetap bertahan hidup dan lahir menjadi bayi yang kuat, bahkan kemudian menjadi pemain bola yang kuat dan terkenal, yang akhirnya menjadi supporter kepada keperluan keluarga.
Tuhan telah menentukan dan menghendaki kehidupan kita sejak dalam kandungan. “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau⦔ .
Dan Tuhan juga sudah menetapkan dan menyediakan masa depan yang gilang gemilang untuk kita semua. Walaupun mungkin saat ini kita mengalami kesulitan percayalah, “your pain has a purpose.” Tetap bertahan sebab kamu orang pilihanNya.
“For I know the plans I have for you,β declares the LORD, βplans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future.”
Apa pun yang kita miliki termasuk keturunan adalah berkat dan kasih karunia dari Tuhan. Nafas kehidupan kita sendiri pun pemberian dari Tuhan. Tuhan dapat melakukan hal yang mustahil bagi manusia untuk terjadi menurut kehendak-Nya.
Ada kisah tentang Manoah dan isterinya yang mandul. Suatu hari malaikat Tuhan mendatangi isteri Manoah dan mengatakan bahwa pasangan itu akan dikaruniai anak.
Ketika isterinya menceritakan kejadian itu kepada Manoah, ia tidak berdoa minta anak tetapi Manoah berdoa meminta petunjuk dan hikmat,apa yang akan dilakukan setelah anak itu lahir nanti.
“Then Manoah prayed to the Lord: βPardon your servant, Lord. I beg you to let the man of God you sent to us come again to teach us how to bring up the boy who is to be born.β
Dear friends, Prioritas kehidupan ini bukanlah untuk memiliki segalanya tetapi untuk mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang Tuhan percayakan dan berikan kepada kita.
“The highest heavens belong to the Lord,but the earth he has given to mankind.” Psalm 115:16
“Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.”
Kata lain bagi cemooh adalah ejekan,hinaan ataupun celaan. Kata yang dari mulut seseorang yang bermaksud untuk menghina,melemahkan atau menjatuhkan orang lain.
Jika dicemooh lalu kita menjadi marah kerana hal itu,maknanya pencemooh itu berhasil dan menang. Jadi untuk tidak memberikan kemenangan mudah kepada pencemooh itu,ada dua cara yang kita boleh lakukan.
Pertama adalah KUATKAN MENTAL iaitu tidak menjadi sakit hati. Apa pun hal buruk yang diceritakan oleh orang lain kita usahakan untuk tidak menanggapinya dengan rasa sakit hati.
Kedua, kita abaikan saja si pencemooh itu. Biarkan ia berlalu seperti angin. Apa lagi jika bahan cemooh hanyalah hal-hal yang tidak penting. Ibarat kata pepatah: “anjing menggonggong kafilah berlalu”.
Namun kita perlu kekuatan yang teguh untuk melakukan ini,dan sumber kekuatan kita adalah sang Pencipta kita.
βSegala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.β
Margaretha seorang entrepreneur yang masih muda,cantik,kaya dan memiliki talenta yang luarbiasa. Namun sayang,sikapnya narsistik,sangat sombong, egois, suka menyinggung perasaan orang lain,tidak suka melihat orang yang lebih pandai,bahkan sering menindas orang-orang yang dianggapnya kecil. Dia suka menuduh orang lain sombong,berlagak pandai dan ‘menaikkan mutu’.
Sikap buruknya itu membuat orang-orang di sekitarnya menjauh. Merasa dirinya makin tersingkir, dia tersinggung,fikirannya terganggu dan hatinya dipenuhi amarah yang mendalam.
Suatu hari, Margaretha pergi berjumpa seorang guru bijak untuk meminta saran dan nasihat agar orang-orang di sekitarnya tidak lagi menjauhi atau mengucilkan dirinya.
Setelah mendengar semua keluh kesahnya,guru itu berkata dengan bijak, βgirl, sebagai terapi, lakukanlah hal-hal berikut ini: Setiap kali kamu berbuat jahat, menyakiti hati orang lain, tandailah perbuatanmu dengan menancapkan sebuah paku di atas pagar depan rumahmu. Setelah pagar rumahmu telah penuh dengan tancapan paku, datanglah kembali kepadaku.β
Maka, pulanglah Margaretha ke rumah dan menjalankan nasihat gurunya. Setiap kali ia berbuat jahat atau menyakiti hati orang lain, ia tancapkan sebuah paku di atas pagar rumahnya. Selang beberapa bulan kemudian, pagar rumahnya telah penuh oleh tancapan paku.
Dan kenyataannya, tidak ada perubahan. Orang-orang di sekitarnya tetap menjauh dan tidak mau berhubungan dengannya. Margaretha merasa lelah, kecewa dan tidak bahagia.
Lalu, ia mendatangi gurunya.Guru yang sudah menduga kedatangannya berkata, βgirl, dari raut wajahmu, aku tahu, tentu pagar rumahmu sudah dipenuhi paku. Benar? Nah, sekarang cuba kamu berbuat baik dan ramah kepada orang lain dan setiap kali kamu mampu berbuat baik,cabut satu paku dari pagarmu. Nanti bila paku-paku yang di pagar itu sudah habis kau cabuti, datang ke sini.β
Margaretha pulang dan bertekad mematuhi nasihat guru. Setiap hari, ia berusaha sekuat tenaga mengendalikan sikap buruknya dan setiap kali berhasil melakukan perbuatan baik, segera satu paku dia cabut.
Beberapa bulan kemudian, paku-paku di pagar rumahnya pun telah habis dicabuti. Tanpa disadari, Margaretha telah berubah menjadi orang yang lebih sabar, mau mengerti orang lain, dan lebih bijak.
Waktu kembali ke rumah guru, dengan senyum gembira gurunya menyambutnya dan kerkata, βgirl,sekarang kamu tentu sudah menjadi orang yang berbeza. Kau pasti lebih sabar, lebih bijak, dan mampu melakukan perbuatan baik. Apa yang dapat dipelajari dari semuanya ini? Lihatlah pagarmu, di sana ada bekas tancapan paku, bukan? Mau ditutupi atau dipoles seperti apa pun, pagar rumahmu tidak dapat kembali seperti sediakala. Sama seperti itulah luka yang pernah kau buat pada orang lain. Walaupun kamu berusaha untuk meminta maaf dan memperbaikinya, tetap ada bekas luka di hati mereka.β
Manusia tidak luput dari berbuat salah,sengaja ataupun tidak. Dan manusia juga kadang tidak mudah memaafkan apalagi jika kesalahan perlakuan buruk itu sungguh-sungguh melukai hati, menjatuhkan harga diri, dan menimbulkan penderitaan batin yang berkepanjangan. Mari, kita jaga ucapan, hati dan fikiran, juga sikap dan perilaku kita.
Pemuda itu tergamam ketika doktor memberitahu bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.
Setelah pulang dari klinik, pemuda itu dengan segera mengambil keputusan untuk mengubah tabiatnya.
Ia menjadi ramah dan memahami masalah di officenya.. Ia mulai bangun awal pagi untuk membantu isterinya memasak sarapan dan menyiapkan anak ke sekolah. Ia tidak lagi membentak anaknya kerana lambat bergerak.
Vonis doktor membuat dia menghargai setiap kesempatan untuk meninggalkan kesan baik bagi orang lain yang ada di sampingnya. Tapi mungkin jika pemuda tidak pernah diberitahu doktor bahwa waktu yang dia ada sudah singkat,belum tentu dia mengambil keputusan untuk berubah.
Kadang kita juga menjalani hidup seolah-olah kita memiliki waktu yang tidak akan berakhir. Lalu kita hidup berbuat sesuka hati. Tanpa peduli perasaan orang di sekeliling kita. Mazmur Daud berkata; “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.“
Waktu itu tidak boleh diputar. Jadi,jangan sia-siakan waktu yang berharga itu. Dengan menyadari kerapuhan kita dalam menuju hikmat dan kebijaksanaan sejati,bertanyalah kepada Sang Pencipta. Niscaya kita dimampukan memandang segala sesuatu sesuai dengan kehendakNya. Dan jika kita terus belajar menjalani hidup secara bijaksana, kita dalam pemeliharaan-Nya.
Perkataan “AWAS” adalah peringatan agar kita berhati-hati. Perkataan ini selalu kita jumpa di mana saja. “Awas Selekoh Tajam di Hadapan”, “Awas Kerja-kerja pembaikan sedang djalankan”, “Awas kanak-kanak sekolah sedang melintas”, dan banyak lagi.
Ada yang lebih ekstrem lagi: “Awas ada anjing garang!”. Kita harus mengambil berat setiap amaran atau peringatan ini. Jika kita melanggarnya,mungkin akan membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Kita harus mengawasi diri sendiri terlebih dahulu, bukan orang lain. Memang mudah kita mengawasi, mengamat-amati, menilai, mengoreksi kelemahan, serta menghakimi orang lain. Tetapi kadang lupa untuk mengawasi diri sendiri atau bercermin pada diri sendiri.
“Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, kerana dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.”
Kita harus jadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita, baik dalam perkataan, dalam tingkah laku dalam kasih, dalam kesetiaan dan dalam kesucian kita.