Musuh Yang Baik

Muhammad Ali dikagumi dan diminati banyak orang kerana dia seorang peninju legend. Namun, orang sering melupakan lawan-lawannya.

Salah seorang musuh lama yang bertarung dengan Muhammad Ali sampai tiga kali adalah Joe Frazier. Frazier menaklukkan Ali pada perlawanan pertama mereka yang disebut The Fight of the Century pada 8 March 1971.

Pada perlawanan tinju 15 round itu Frazier merebut tali pinggang dan gelaran “Juara Dunia Kelas Berat” dari Ali, namun pada perlawanan kali kedua (28 Januari 1974) dan ketiga (1 Oktober 1975) Frazier tewas kepada Ali.

Tanpa lawan yang lasak, tanpa musuh lama, mungkin Muhammad Ali sang legend tidak wujud.

Hidup kita pun merupakan sebuah pertandingan. Kita bertanding agar kita bertumbuh dewasa, tidak menjadi seorang yang lemah. Pertandingan tinju lawannya adalah manusia lain, tapi dalam pertandingan iman,lawan kita yang pertama adalah Iblis, yang dapat membuat kita kehilangan iman. Lawan kita juga adalah keinginan daging. Lawan yang lainnya adalah kegagalan kita dalam menaati perintah Tuhan.

Tanpa musuh,kita tidak akan menjadi pemenang. Tanpa pertandingan, kita tidak akan tahu seberapa besar kekuatan kita. Mari menjadi petarung yang gigih, agar kita dapat memenangi setiap pertandingan iman dalam hidup ini.

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.”

Janganlah Hendaknya Kamu Kuatir

Pohon bambu itu memohon agar petani itu tidak menebangnya. “Tapi aku sangat memerlukan kamu,” kata petani itu.

“Jika kami ditebang, siapa yang akan menggantikan kami?” keluh bambu itu lagi.

“Lihat, di kakimu tumbuh tunas-tunas baru,” jawab petani.

Petani itu pun memotongnya menjadi beberapa bagian. Memasang beberapa bagian tepat di bawah aliran sungai, lalu menyambungnya dengan bagian-bagian lain dan terhubung hingga sampai ke ladang dan kawasan sawah padi.

Air pun mengalir melalui bambu-bambu itu dan membasahi tanah pertanian. Benih-benih yang ditanam petani itu tumbuh dengan suburnya hingga masa penuaian.

Sering kita terlalu nyaman berada di satu tempat, tumbuh subur di sana, tanpa menyadari sesungguhnya ada tempat-tempat lain yang memerlukan kehadiran kita. Oleh itu Tuhan kadangkala “memaksa” kita dengan cara mencabut, memotong, dan mengeluarkan kita dari zon nyaman untuk dibawa-Nya pada sebuah rencana yang lebih besar dan bermanfaat. Kita pula selalu memberontak.

Sebelum tiba waktunya kita tidak memahami bahwa Tuhan hendak memakai hidup kita untuk sebuah tujuan yang lebih mulia. Sampai akhirnya kita akan mampu memahami maksud dan tujuan Tuhan mengapa Ia membawa kita ke sebuah tempat yang kita dahulunya tidak inginkan.

Ketika kita harus berada di sebuah tempat yang menurut kita tidak sesuai dengan harapan,berdoalah kepada-Nya. Tuhan tentu ada tujuan mulia dan di tempat itulah kita dapat dipakai-Nya untuk menjadi penyalur berkat-Nya. Sebuah tempat yang gersang pun akan menjadi segar kerana Tuhan menghadirkan diri kita di sana.

Jangan Biarkan Koiros Itu Berlalu Sia-sia

Tom Bahler jatuh cinta kepada Karen Carpenter. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Dua tahun mereka menjalani hubungan cinta.

Namun, beberapa lama kemudian Tom tidak lagi memandang kehadiran Karen sebagai kesempatan istimewa. Dia tidak memberi kepastian tentang ke mana arah hubungan mereka.

Kerana tiada kepastian akhirnya, Karen meninggalkan Tom. Waktu ditinggalkan barulah Tom menyadari, kesempatan berharga itu telah berlalu.

Dengan hati remuk, Tom menggubah lagu berjudul She’s Out of My Life. “Akhirnya aku belajar sesuatu,” kata Tom, “tetapi semua sudah terlambat.”

Kesempatan bagaikan awan yang berlalu. Pergunakanlah ketika ia ada dlnampak di hadapanmu. Kesempatan ialah momen yang tepat untuk berbuat sesuatu.

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada gilirannya. Tuhan mengizinkan berbagai peristiwa singgah dalam hidup kita, silih berganti. Dan di setiap kejadian, ada kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bernilai kekal.

Sayangnya, kita sering tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Tuhan. Rutin kehidupan,menjebak kita menjalani hidup ini seperti mesin. Akhirnya kita lupa melihat bahwa dalam tiap rutin hidup, ada kesempatan indah untuk melakukan sesuatu. Akibatnya, koiros itu berlalu.

Hari ini, ketika sedang menjalani rutin seharian, jangan lalukan kesempatan untuk melakukan sesuatu walaupun mungkin hal kecil. Mungkin hanya sebuah senyuman atau kalimat pembangkit semangat tapi ia mampu menyentuh hidup seseorang. Atau hanya tunjukkan sikap simpatik dan caring,kita membuat seseorang itu dikuatkan. Setiap kesempatan mari kita gunakan untuk menabur kasih. Jangan biarkan Koiros itu berlalu sia-sia.

Pelangi Indah Sehabis Hujan

Hans dan isterinya sangat sedih kerana sejenis serangga perusak telah menyerang semua tanaman jagung di ladang mereka. Akibatnya, mereka mengalami kegagalan dan kerugian yang sangat besar.

Lalu demi untuk mencukupi keperluan hidup sehari-hari,mereka menggantikan tanaman jagung dengan tanaman kentang. Pada awalnya, memang sangat susah, tapi kemudian mereka berhasil menjualnya dan mendapatkan keuntungan yang banyak. Tidak lama kemudian, kentang itu berhasil menjadi barang dagangan yang memiliki nilai jual sangat tinggi.

Serangan serangga perusak yang merugikan telah berubah menjadi berkat bagi Hans dan keluarganya. Mereka bersyukur kerana tidak berputus asa tetapi terus berusaha walaupun telah mengalami kerugian yang besar sebelumnya.

Dalam kehidupan ini,kadang Tuhan izinkan sesuatu hal yang tidak menyenangkan terjadi kerana Dia ingin memberikan sesuatu yang lebih baik kepada kita. Jika waktu ini kita sedang menghadapi situasi sulit, stay strong and keep moving forward kerana ada pelangi indah sehabis hujan.

Kekayaan Besar

“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar…“

“Kaya” menurut pandangan dunia adalah mempunyai banyak wang, harta, dan berpangkat. Kaya menurut pandangan dunia tidak memerlukan reputasi atau nama yang baik,asal memiliki banyak wang dan harta yang berlimpah dia masuk kategori itu.

Apakah wang atau kekayaan yang dimiliki tersebut diperoleh dengan cara yang salah, tidak halal, atau melanggar hukum, itu tidak menjadi masalah. Itulah orang kaya di dunia.

Namun kaya menurut penilaian Tuhan berbeza. Nama baik dan reputasi yang baik adalah ukuran kekayaan manusia. Nama baik lebih berharga dari kekayaan yang besar. Tidak ada artinya orang memiliki kekayaan yang berlimpah di dunia jika ia “miskin” di mata Tuhan.

Apalah artinya orang memiliki kekayaan dan harta berlimpah tapi “nama”nya buruk di hadapan Tuhan dan juga manusia. Memiliki nama baik di hadapan Tuhan dan manusia adalah hal yang mutlak dan ia tidak dapat dibeli dengan wang atau digantikan dengan harta dunia.

Orang yang mempunyai nama baik atau reputasi baik adalah orang yang tidak melakukan pelanggaran atau perbuatan aib. Bila kita mempunyai nama baik sesuai dengan penilaian Tuhan berarti kita mempunyai kekayaan yang besar, kerana Tuhan pasti menggenapi janji-Nya. Kekayaan yang dari Tuhan itulah yang mendatangkan sukacita dan damai sejahtera sejati.

“Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”

Barometer Tidak Rusak

Seorang laki-laki memesan barometer. Setelah menerima alat itu, dia kecewa kerana jarum indikator terus menunjuk pada bahagian yang bertuliskan “Angin Taufan.”

Dia menggoyangkan barometer itu beberapa kali tapi jarumnya tetap tidak beralih.

Dia menulis surat komplain kepada penjual alat itu dan mengirimnya keesokan harinya semasa dalam perjalanan ke New York.

Petangnya dia pulang ke rumahnya di Long Island, dan mendapati rumahnya sudah hilang diterbangkan angin taufan.

Sangkaannya bahawa barometer itu rusak adalah salah. Jarum barometer itu menunjukkan arah dengan tepat. Kejadian berlaku September 1938, di mana angin taufan dahsyat yang hampir menghancurkan seluruh Long Island.

Kelaparan dashyat terjadi di Samaria. Seorang perempuan mengadukan dampak kelaparan itu kepada raja. Raja mendatangi Elisa sebab ia menyangka musibah itu terjadi akibat kesalahan hamba-Nya. Elisa menjawab bahwa besok harga makanan akan menjadi murah. Pembantu raja tidak percaya dan dengan sombong berkata: “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?”

Perkataan Nabi Elisa tergenapi. Waktu itu empat orang kusta masuk ke perkemahan orang Aram. Di sana banyak sekali makanan, minuman, dan harta benda yang ditinggalkan begitu saja.

Setelah rakyat lain diberitahu,mereka menyerbu perkemahan itu. Pembantu raja ada di sana, dan dipijak-pijak orang sampai mati.

Ketidakpercayaan sering mendatangkan akibat yang buruk. Kiranya kita berpegang teguh pada Tuhan dan petunjuk-petunjuk-Nya, yang senantiasa mengarahkan kita secara tepat: ke jalan yang benar.

Pilih Satu Saja

Hutan sedang kacau-balau. Hari itu terjadi perang besar. Pasukan burung dan pasukan binatang buas sedang berperang.

Ternyata ada satu haiwan yang tidak ikut berperang. Seekor kelawar. Ia hanya bersembunyi dari balik pohon sambil memerhati mereka yang sedang berperang.

Hari itu pasukan binatang buas menang. Dengan segera si kelawar keluar dan bergabung dengan mereka merayakan kemenangan. Ia mengaku dirinya binatang buas.

“Ada kamu pernah melihat burung yang memiliki gigi taring seperti aku? Tentu tidak, bukan? Jadi aku bukan burung, tetapi termasuk binatang buas.” Begitu alasannya setiap kali ada binatang buas yang bertanya.

Waktu pasukan binatang buas lengah berpesta, ternyata pasukan burung sudah merancangkan pembalasan dendam.

Tiba-tiba pasukan burung menyerbu perkampungan binatang buas. Binatang-binatang buas itu kelam kabut kerana tidak ada persiapan. Perang kali ini dimenangi pasukan burung.

Melihat kemenangan pasukan burung di kelawar segera bergabung dengan mereka. Ia mengaku dirinya burung kerana memiliki sayap dan boleh terbang.

Tapi muslihat si kelawar sudah ketahuan. Akhirnya ia dibenci, baik oleh burung maupun oleh binatang buas.

Kononnya sejak itulah kenapa kelawar suka menyembunyikan diri pada siang hari, dan baru keluar untuk mencari makan pada malam hari.

Dalam peperangan, tidak mungkin kita menjejakkan kaki sekaligus di atas dua kubu yang berlawanan. Begitu juga jika kita memilih menjadi orang percaya. Kita harus meninggalkan segala sesuatu yang bertentangan dengannya.

Kita tidak lagi mengejar kepuasan dan keinginan peribadi, tetapi memilih untuk menganut hal-hal yang baik dan benar. Kita tidak dapat mengikuti jalan orang percaya dan memuaskan hawa nafsu daging pada masa yang sama.

Salah Faham

“Sayang, saya rasa kita perlu mulai diet,” kata seorang suami pada isterinya.

Si isteri mencemuh. “Dia menganggap saya semakin gemuk dan hodoh,” fikirnya.

Pada hari yang lain, si isteri, dengan niat menghindarkan suaminya dari kena saman, berkata, “sayang, jangan laju-laju kalau memandu”

Si suami mengerutkan kening, fikirnya, “Huh, selalu saja dia menganggap saya ini tidak tahu aturan.”

Apabila pola komunikasi seperti ini dibiarkan berlarutan, kita boleh membayangkan bagaimana keadaan rumahtangga suami-isteri itu.

Ketidakjelasan dan kesalahfahaman dalam berkomunikasi dapat menimbulkan luka emosional. Komunikasi yang sepatutnya menjadi jambatan penghubung antara manusia, akan berubah menjadi tembok pembatas jika berterusan dengan cara komunikasi yang salah.

“Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.” (Proverbs). Jangan terburu-buru berasumsi sebelum kita benar-benar memahami maksudnya. Tanggapan yang kurang teliti hanya menimbulkan masalah.

Apabila kita ragu-ragu atau tidak memahami apa yang disampaikan, jangan segan untuk meminta kejelasan. Metode ini disebut sebagai mendengarkan secara reflektif. Mendengarkan bukan sekadar berdiam diri ketika mitra kita berbicara, melainkan menyelidiki baik-baik untuk memahami maksudnya.

Untuk memastikan, ulangi apa yang diucapkan orang itu, dan berilah dia kesempatan untuk menjelaskan. Contohnya, Si isteri, boleh bertanya baik-baik, “sayang mengajak saya berdiet, ya?” Lalu, biarkan si suami menjelaskan apa maksudnya, dan kemudian si isteri dapat memahami apa yang di sampaikan. Barulah terjadi komunikasi yang jelas dan salah faham pun dapat dihindarkan.

Jawaban Yang Tidak Sesuai Dengan Yang Diharapkan.

Seorang anak meminta kepada ayahnya bunga cantik untuk menghias taman di depan rumahnya.

Namun, betapa kecewanya dia, apabila ayahnya malah memberinya kaktus yang berduri, bukan bunga cantik. Bentuknya tidak menarik, bahkan duri tajam di seluruh permukaannya mudah melukai.

Tapi kerana kasih kepada ayahnya, anak itu tetap menerimanya. Dia memelihara kaktus itu.

Setelah beberapa lama, muncul sepucuk bunga kecil yang sangat indah dan cantik di hujung kaktus itu.

Dia tidak menyangka dengan bersabar, dia kini mendapatkan bunga indah yang diidamkannya.

Ketika kita berdoa kepada Tuhan, terkadang kita juga mendapat jawaban doa yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Mungkin jawaban doa yang kita terima sangat berbeza dengan apa yang kita fikir akan kita peroleh. Bahkan, Tuhan seperti memberi kita hal yang susah atau buruk di mata kita.

Ketika menerimanya, kita mungkin merasa sangat kecewa. Akan tetapi, percayalah,asal tidak ada niat jahat di hati kita, Tuhan memperhatikan dan tidak menolak setiap doa kita.

Tuhan tidak pernah salah menjawab doa kita. Kadang Tuhan mengabulkan doa dan permohonan kita dengan cara yang unik, atau tidak serta-merta menjawab doa kita. Dia pasti tidak akan memberi hal buruk kepada kita. Jika jalan-Nya berbeza, Dia selalu ada tujuan yang lebih baik. Setiap perkara yang dipercayakan kepada kita, adalah jambatan menuju berkat dan sukacita.

Kesempatan Adalah Anugerah

Ted Williams adalah seorang gelandangan yang tinggal di kemah pinggir jalan Columbus, Ohio.

Pada tahun 80-an,sebelum hidupnya dihancurkan oleh dadah dan minuman keras dia adalah seorang penyampai radio. Tetapi dia kehilangan kariernya itu akibat ketagihan.

Dia hidup sebagai perompak, penipu, pemalsu, dan pengemis yang keluar masuk penjara.

Namun hidupnya berubah menjadi terkenal apabila sebuah studio rakaman menayangkan suara emasnya melalui YouTube.

Dalam siaran television NBC, William mengatakan dia “siap menjalani kesempatan kedua yang diberikan kepadanya”.

Tuhan juga sentiasa menawarkan kesempatan baru kepada setiap orang berdosa yang mau bertobat dan sungguh-sungguh datang kepadaNya. Dia selalu setia, mengampuni dan menyucikan segala kesalahan kita.

Mungkin dosa itu pada awalnya kelihatan nikmat. Namun,pada akhirnya dosa membawa penderitaan, sengsara, dan ketidaktenangan hidup. Ted Williams telah membuktikan pahitnya hidup dalam dosa. Itu sebabnya kini dia sangat menghargai anugerah kesempatan kedua yang dia terima.

Hidup ini kesempatan dan anugerah, hidupilah dengan bermakna.