
Menurut tinjauan,terdapat pelbagai spesies burung rajawali hidup di kawasan pegunungan Palestine. Antaranya rajawali emas yang memiliki bulu yang berkilau seperti emas.
Namun walaupun berbeza,semua jenis burung rajawali ini suka terbang pada ketinggian yang anginnya kencang. Ini kerana rajawali memiliki sayap yang sangat kuat.
Tetapi sayap rajawali ini tidak automatik menjadi kuat. Sejak kecil burung ini dilatih untuk terbang tinggi. Induk rajawali akan membuat sarangnya di kawasan yang tinggi. Apabila sudah tiba waktunya, ia akan membongkar sarang itu, sehingga anak-anaknya terpaksa “terjun bebas” di udara. Anak-anaknya dipaksa belajar terbang di tengah empasan angin kencang. Sementara induknya akan melayang-layang di atas, mengawasi dan memantau. Jika mereka tidak mampu terbang lagi, ia akan menjunam ke bawah untuk menopang anak-anaknya di atas kepak sayapnya.
Seperti itulah Tuhan melatih kita, agar bertumbuh kuat dan dewasa dalam iman.
Dia mau iman kita bertumbuh. Seperti induk rajawali, Dia melatih kita di tengah empasan “angin” kesukaran dan cabaran hidup. Sebab, iman tidak tumbuh dalam kemudahan dan kesenangan hidup. Ketika kesukaran diizinkan terjadi, Tuhan tetap mengawasi dan memantau iman kita. Pada waktu kita tidak mampu lagi,Dia akan segera menopang kita dan tidak akan membiarkan kita jatuh tergeletak.
“Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia…..”








