Terbang Tinggi Laksana Rajawali

Menurut tinjauan,terdapat pelbagai spesies burung rajawali hidup di kawasan pegunungan Palestine. Antaranya rajawali emas yang memiliki bulu yang berkilau seperti emas.

Namun walaupun berbeza,semua jenis burung rajawali ini suka terbang pada ketinggian yang anginnya kencang. Ini kerana rajawali memiliki sayap yang sangat kuat.

Tetapi sayap rajawali ini tidak automatik menjadi kuat. Sejak kecil burung ini dilatih untuk terbang tinggi. Induk rajawali akan membuat sarangnya di kawasan yang tinggi. Apabila sudah tiba waktunya, ia akan membongkar sarang itu, sehingga anak-anaknya terpaksa “terjun bebas” di udara. Anak-anaknya dipaksa belajar terbang di tengah empasan angin kencang. Sementara induknya akan melayang-layang di atas, mengawasi dan memantau. Jika mereka tidak mampu terbang lagi, ia akan menjunam ke bawah untuk menopang anak-anaknya di atas kepak sayapnya.

Seperti itulah Tuhan melatih kita, agar bertumbuh kuat dan dewasa dalam iman.

Dia mau iman kita bertumbuh. Seperti induk rajawali, Dia melatih kita di tengah empasan “angin” kesukaran dan cabaran hidup. Sebab, iman tidak tumbuh dalam kemudahan dan kesenangan hidup. Ketika kesukaran diizinkan terjadi, Tuhan tetap mengawasi dan memantau iman kita. Pada waktu kita tidak mampu lagi,Dia akan segera menopang kita dan tidak akan membiarkan kita jatuh tergeletak.

“Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia…..”

Bebas Memilih

“…menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang pantas, bidang perindustrian juga semakin pesat dibangun dan membuka banyak peluang pekerjaan. Namun kepesatan pembangunan perindustrian menimbulkan masalah baru iaitu sisa toksik yang berbahaya.

Apabila pembuangan sisa toksik ini tidak dikelola dengan baik dan dibuang sembarangan,ia akan menimbulkan pencemaran alam. Contohnya jika sisa toksik dibuang ke sungai atau laut,spesis yang hidup di dalamnya boleh mati akibat keracunan.

Hal ini tidak jauh berbeza dengan kehidupan kita. Jika kita terus berada di tempat yang kotor dan penuh dengan pencemaran, lama kelamaan kita pun tercemar dan mengalami keracunan.

Beginilah gambaran tentang hidup yang berkompromi dengan dunia atau mencemarkan diri dengan dunia. Mungkin pada awalnya tidak menampakkan gejala apa-apa, tetapi bila berterusan dan keadaan ini tidak ditangani, kotoran-kotoran tersebut akan menembus masuk ke dalam kehidupan kita.

Namun hidup kita di tengah dunia yang jahat dan kotor ini,kita mempunyai kebebasan untuk memilih. Apakah kita mau hidup dalam kecemaran atau menjaga hidup tetap bersih. Kehendak Tuhan dalam hidup kita adalah menjaga kesucian dan kekudusan.

Namun, Tuhan tidak memaksa kita, Ia tidak ingin memperlakukan manusia seperti robot untuk mengikuti kehendak-Nya. Kita bebas memilih. Tetapi yang harus kita ingat adalah setiap ketidaktaatan pasti membawa konsekuensi yang menghancurkan, dan ketaatan pasti mendatangkan ‘upah’ yang baik.

Pilihan di tangan kita. Kehancuran atau ‘upah’ yang baik.

Sebenarnya Culas

Steve bercita-cita menjadi penulis. Ia pun meminta saranan daripada gurunya ms.Alice tentang cara menulis.

Ms.Alice menyarankan Steve banyak membaca buku. Namun Steve menolak kerana dia tidak suka membaca.

Lalu ms.Alice menyarankan Steve untuk berkenalan dengan penulis atau bergabung dalam komuniti penulis. Steve menolak juga kerana alasan pemalu.

Ms.Alice ada idea lain iaitu menyarankan Steve mencari ilham dari internet. Sekali lagi Steve menolak dengan alasan dia tidak tahu apa yang perlu dicari di internet.

Ms.Alice geram lalu bertanya, “Jadi kamu mau apa?”

Steve menjawab, “diberi saranan agar dapat menulis.”

Penyebab kenapa Steve menolak semua saranan ms.Alice bukan kerana saranan itu susah atau tidak dapat dilakukan, tetapi sebenarnya Steve malas atau culas.

Ada peringatan tentang kemalasan yang pernah dituliskan: “Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.” Seandainya Steve mau berusaha dengan tekun, lama-kelamaan dia akan mampu menulis.

“Hendak seribu daya,tak hendak seribu dalih.” Tuhan dan manusia tidak tertarik dengan pemalas. Memiliki kemampuan, tetapi tidak mau berusaha. Keinginannya banyak, tetapi tidak mau ‘bayar harga’. Ingin semua berjalan dengan mudah dan lancar, tanpa tangannya bekerja.

Oleh itu, lebih baik berusaha dan dapat sedikit daripada tidak berusaha sama sekali,kerana pasti tidak dapat apa-apa. Pakailah setiap sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan yang terbaik.

Manusia Yang Tidak Pernah Salah

Suatu hari Iblis, bertemu Tuhan. Iblis pun menceritakan keluh kesahnya.

“Tuhan, manusia itu keterlaluan. Mereka yang korupsi, mencuri, membunuh, saya yang disalahkan. mereka kata,”digoda Iblis,” keluhnya.

Tuhan pun menyambut keluhan Iblis.

“Sama, Aku pun begitu, Blis. Banjir, kecelakaan lalu lintas, suami isteri bercerai, mereka cakap, sudah kehendak Tuhan,” kata Tuhan.

Begitulah sifat manusia. Sering lari dari tanggungjawab, sering mencari kambing hitam,melemparkan kesalahan kepada pihak lain.

Itu juga yang terjadi di Taman Eden, ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Adam yang telah melanggar perintah Tuhan dengan memakan “buah terlarang” itu, melemparkan kesalahan kepada Hawa. Dan Hawa pula melemparkan kesalahannya kepada ular.

Ini adalah sifat yang buruk. Sebab dengan melemparkan kesalahan kepada pihak lain, bukan saja kita telah mengandakan dosa kita, tetapi kita juga tidak belajar dari kesalahan itu.

Seberapa cerdikpun kita bersembunyi dari dosa, kita tidak dapat lari dari Tuhan. Seperti Adam dan Hawa, kita tidak dapat mengelak dari konsekuensi dosa. Pada akhirnya, kita harus mempertanggungjawabkan setiap dosa kita di hadapan Tuhan.

Jika dosa dibiarkan tinggal dalam diri kita,akan melahirkan dosa-dosa lainnya. Oleh itu, kita harus memutus mata rantai dosa,dengan mengakui dan bertanggung jawab atasnya. Mungkin kita akan “sakit” sesaat menanggung akibatnya, tetapi itu lebih baik daripada kita harus menanggung akibat dosa yang berpanjangan.

Telinga Untuk Mendengar

Suatu hari Sam bermimpi sedang berada di sorga. Ketika berjalan-jalan ia melihat sebuah rak berisi benda-benda yang kelihatan aneh.

“Apa itu?” tanya Sam kepada malaikat.

Jawab malaikat, “Oh itu telinga orang-orang yang ketika hidup di dunia mendengarkan hal-hal yang harus mereka lakukan, tetapi tidak melakukannya. Jadi waktu meninggal, telinga mereka saja yang masuk ke sorga sementara bagian tubuh yang lain tidak.”

Lalu ada rak yang lain, dan malaikat menjelaskan, “Ini lidah orang-orang yang ketika hidup di dunia memberi tahu orang lain untuk berbuat baik dan hidup baik, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Maka ketika meninggal, lidah-lidah mereka saja yang masuk ke sorga dan bagian tubuh yang lain tidak.”

Humor ini mengingatkan kita untuk berhenti menjadi orang yang hanya suka mendengarkan pengajaran yang baik, tetapi tidak pernah melakukan apa yang didengarnya.

Humor ini juga mengingatkan kita,berhenti menjadi orang yang hanya fasih berbicara tentang hal kebaikan, tetapi tidak pernah mempraktikkan kebaikan itu sendiri.

Saya percaya ketika kita menjadi PELAKU(DOER), buah-buah yang nyata akan kelihatan sehingga dapat dirasakan, dinikmati, dan memberkati orang lain.

“But be doers of the word, and not only hearers, deluding your own selves.”

Procasinator

“Action today can prevent a crisis tomorrow.”

Archis, hakim kota Thebes di Yunani Kuno, sedang menikmati anggur dengan para perwira setempat.

Tiba-tiba, muncul seorang kurier yang membawa surat berisi pemberitahuan tentang konspirasi yang mahu membunuhnya. Oleh sebab itu,dia ingatkan untuk melarikan diri.

Archis menerima surat itu. Akan tetapi menunda untuk membukanya, ia memasukkan surat itu ke dalam poket dan berkata kepada kurier itu, “Urusan business besok saja.”

Keesokan harinya, dia mati. Sebelum sempat membuka surat itu dia sudah ditangkap dan dikurung. Ketika itulah dia membacanya tapi semua sudah terlambat.

Penundaan memang tidak selalu berakibat fatal seperti yang menimpa Archis. Namun, kebiasaan menunda tugas biasanya menunjukkan kurang disiplin diri dan tidak bijak mengatur waktu.

Merasa tugas itu berat, membosankan, atau tidak menyenangkan itu bukan alasan yang wajar untuk menundanya. Jangan menunda besok untuk menuntaskan tugas hari ini. Tindakan hari ini dapat mencegah krisis besok. Lagipun besok belum tentu kita waktu dan mampu melakukannya.

“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” – Proverbs 10:4

Semangat Yang Kuat

Kadangkala kita mengalami kegagalan dalam hidup bukan kerana bodoh atau tidak berpendidikan, tetapi kerana kita tidak memiliki semangat dalam menjalani hidup.

Apabila diperhadapkan dengan masalah atau kesulitan kita terlalu cepat mengeluh atau mengasihani diri sendiri sehingga kehilangan semangat. Ada ayat yang berkata; “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”.

Walau diperhadapkan tantangan dan kesulitan yang berat,jangan sampai kehilangan semangat. Kerana hanya orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. Lagi pula,kita di”design” untuk menjadi pemenang. Sang Pencipta tidak pernah meninggalkan kita. Tapi ada waktu-waktunya di mana kita harus di”training agar kita benar-benar “ready” untuk meraih kemenangan itu.

“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.”

Kaya Tapi Tidak Bahagia

Christina Onassis (11 Disember 1950 – 19 November 1988) ialah seorang ahli perniagaan, sosialit dan waris kepada kekayaan raja kapal Yunani. Dia adalah satu-satunya anak perempuan Aristotle Onassis dan Tina Onassis Niarchos.

Kerana terlalu kaya Christina Onassis, menyelesaikan banyak masalahnya dengan wang. Christina sanggup membayar $ 30,000 sekali sebulan untuk jet peribadinya demi untuk mendapatkan bekalan minuman kegemarannya iaitu Diet Coke yang hanya ada di Amerika Syarikat dan dia pula tinggal di Eropah.

Sewaktu bercuti di Austria dan menyadari bahwa rakaman David Bowie favorit nya tertinggal di rumahnya yang terletak di Swiss, dia sanggup mengarahkan pilotnya untuk mengambilnya. Christina juga akan menawarkan wang tunai kepada teman-temannya untuk menemaninya selama 24 jam. Begitulah betapa mewahnya kehidupan Christina Onnasis. Hampir apa saja yang diinginkan mampu dibelinya.

Kelihatannya penuh dengan kebahagiaan bukan? Namun,
masa kecil Christina sangat tidak menentu dan sentiasa kesepian. Orang tuanya bercerai dan ayahnya sering tidak ada di sampingnya.

Setelah dewasa, keempat-empat pernikahannya bermasalah dan berakhir dengan penceraian. Dia mengalami depresi dan beberapa kali mencuba untuk bunuh diri.

Dalam tempoh 29 bulan, Christina kehilangan seluruh keluarga terdekatnya. Abangnya Alexander meninggal dunia dalam nahas kapal terbang di Athens pada 1973 pada usia 24 tahun. Ibunya meninggal dunia akibat disyaki overdosis dadah pada tahun 1974, bapanya meninggal dunia pada Mac 1975.

Christina sendiri mati muda, pada usia 37 tahun (1988)dunia akibat serangan jantung yang disebabkan oleh edema pulmonari akut .

Kebahagiaan yang dunia tawarkan adalah semu,palsu dan tidak abadi. Sekalipun kita memiliki semuanya (wang, harta, populariti, pangkat), tidak menjamin kebahagian. Hanya mendekatkan diri dengan sumber kebahagian iaitu Sang Pencipta kita beroleh bahagia.“Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.”

Merpatiku

“Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!”

Ada kiasan kata ; “Jinak-jinak merpati”. Merpati adalah burung yang tidak terlalu susah tetapi juga tidak mudah untuk ditangkap. Sejenis burung yang boleh berada di sekitar manusia. Bagi manusia, merpati menjadi lambang kecantikan atau kemolekan karakter seseorang.

Merpati yang berada di celah-celah batu, yang bersembunyi di lereng-lereng gunung,adalah seseorang yang menjaga kualiti dirinya dengan baik tetapi hidupnya tetap terbuka bagi orang lain melalui suaranya yang merdu.

Suara merdu merujuk kepada tutur kata yang sopan dan lemah lembut. Tetapi boleh juga merujuk kepada pendapat yang baik dari orang lain tentang seseorang itu.

Wajah yang elok memang merujuk kepada paras yang cantik tetapi boleh juga merujuk kepada karakter baik dan budi yang luhur seseorang. Kecantikan hidup bukanlah pada roman wajah tetapi pada karakter seseorang yang nilainya seperti emas.

Seseorang yang seperti merpati itu bukanlah yang tersembunyi apalagi tertutup bagi orang lain. Apakah kita antara ‘merpati’ yang nilainya yang suci, mulia, dan terhormat itu?

Ask And It Will Be Given To YouYou

Jika kita ingin pergi ke suatu tempat tetapi tidak tahu arah dan jalannya, apa yang akan kita lakukan? Berdiam diri tentu tidak akan memberi jalan keluar. Satu-satunya cara yang kita harus lakukan adalah bertanya untuk menghindari kita dari tersesat.

Kehidupan kitapun begitu, kerana terlalu banyak masalah mungkin membuat kita tidak tahu lagi ke mana harus memulakan langkah. Ketika itu terjadi, apakah kita akan bertanya kepada Tuhan untuk mencari jawabannya?

Kematian raja Saul tidak serta-merta melancarkan perjalanan Daud untuk menaiki takhta menjadi raja. Daud sendiri pun tidak tahu apa yang harus dilakukan atau ke mana ia akan melanjutkan perjalanannya. Lalu Daud bertanya kepada Tuhan kerana ia tahu Tuhan akan memberitahunya apa yang harus dilakukan. Dan Tuhan meminta Daud untuk pergi ke Hebron.

“Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: ‘Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?’ Kata TUHAN kepadanya: ‘Pergilah.’ Lalu kata Daud: ‘Ke mana aku pergi?’ JawabNya: ‘Ke Hebron.'”

Pada saat itu Daud belum mengerti maksud Tuhan hingga beberapa waktu menetap di kota itu. Sampai akhirnya orang-orang Yehuda mengurapinya dan mengangkatnya menjadi raja Yehuda.

Dalam situasi terjepit dan dituntut untuk segera mengambil keputusan, langkah apa yang akan kita lakukan? Akankah kita bertanya kepada Tuhan?

Diperlukan kerendahan hati untuk bertanya dan menerima jawaban Tuhan. Kerana kadangkala jawaban Tuhan itu tidak sesuai dengan kehendak kita. Tapi maukah kita tetap taat?

Kadang kita harus menjalani sebuah perjalanan yang tidak mudah dan beberapa kali bertemu hambatan, namun perjalanan kita akan berakhir dengan indah. Kerana arahan Tuhan selalu berbuah kebaikan pada akhirnya.