Kita Hanya Melancong

Suatu hari Emily pergi melancong. Dia membawa banyak barang: kasut, pakaian, dan barang-barang lainnya. Dalam fikirannya, “Lebih baik saya membawa semua yang diperlukan kerana nanti saya tidak dapat pulang lagi untuk mengambilnya.” Diapun membawa satu bagasi besar yang berat.

Sesampainya di tempatnya melancong, Emily tertarik membeli banyak barang di sana: baju, souvenir, dan banyak barang-barang khas daerah tersebut.

Ketika mau pulang, Emily menghadapi kesulitan kerana banyak barang yang tidak muat di dalam bagasinya. Akhirnya dia terpaksa meninggalkan sebagian barang miliknya di hotel.

Kadang kita cenderung mengumpulkan “terlalu banyak harta” dalam perjalanan hidup kita. Kita digoda oleh iklan-iklan yang mendorong kita untuk membeli barang-barang yang seolah-olah “tanpanya kita tidak dapat hidup”. Akibatnya, kita membeli lebih, dan lebih banyak barang lagi.

Ada perumpamaan tentang seorang kaya yang telah mengimpikan semua barang bagus yang dapat diperoleh kerana hasil tuaiannya berlimpah. Ia mengatakan akan mendirikan lumbung yang lebih besar, dan menghabiskan waktu untuk makan, minum, dan bersenang-senang. Namun, Tuhan berkata kepadanya, “Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?”

Jadilah seorang yang bukan hanya kaya harta dunia tapi harta rohani juga. Kerana hidup kita di dunia ini ibarat sedang melancong. Suatu hari nanti kita harus meninggalkan semua itu jika sudah tiba waktunya untuk kita kembali pulang ke rumah yang kekal.

Akibat Kelalaian

“π‘†π‘’π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘’π‘šπ‘’π‘šπ‘›π‘¦π‘Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘’π‘šπ‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘Žπ’‰π‘€π‘Ž π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘”-π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ -π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘Ÿπ‘’π‘  π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘›π‘Žπ‘ π‘–π‘ π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π’‰π‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘Žπ‘– π‘˜π‘œπ‘›π‘ π‘’π‘˜π‘’π‘’π‘›π‘ π‘– π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘™π‘Žπ‘–π‘Žπ‘›, π‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ , π‘‘π‘Žπ‘› π‘–π‘šπ‘π‘Ÿπ‘œπ‘£π‘–π‘ π‘Žπ‘ π‘– π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–, π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘’ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘–π‘›π‘”π‘–π‘›π‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘π‘™π‘–π‘˜π‘Žπ‘ π‘–. – Samuel Smiles

Ana seorang gadis muda sedang menunggu pesawatnya di ruangan menunggu sebuah airport yang super sibuk. Kerana menunggu berjam-jam, Ana membeli sebuah buku untuk mengisi waktunya. Dia juga membeli sebungkus biskuit. Dia kemudian duduk di ruangan menunggu VIP, sambil membaca dengan tenang.

Seorang pemuda duduk di sebelahnya, yang kelihatannya sedang asyik membaca majalah.
Ketika Ana mengambil biskuit pertama, pemuda itu juga turut mengambil. Ana merasa geram tetapi tidak berkata apa-apa. Dalam hatinya berkata, β€œewh tidak tahu sopan santun laki-laki ini. Kalau aku bukan seorang yang sabar, sudah kutumbuk dia ni”
Setiap kali Ana mengambil sekeping biskuit, pemuda itu juga ikut-ikutan mengambil sekeping. Ana makin marah namun dia tidak ingin membuat kekacauan di ruangan menunggu itu.

Ketika tinggal satu keping biskuit Ana berkata dalam hati, β€œEhm lihat saja apa yang akan dibuat oleh orang yang tidak tahu sopan santun ini?” Lalu, pemuda itu mengambil biskuit yang tersisa, membaginya menjadi dua, dan memberikan yang separuh padanya.
β€œhuh! benar-benar sudah keterlaluan ini!!!” katanya dalam hati. Ana marah besar. Dia segera menutup bukunya, mengemas barangnya, dan bergegas menuju pintu boarding.

Ketika sudah duduk di dalam pesawat, Ana membuka begnya untuk mengambil kacamata, dan…. dia terkejut, ternyata biskut yang dibelinya masih ada di dalam begnya, dan belum dibuka. Ana merasa sangat malu. Dia merasa bersalah kerana kelalaiannya.

Dia lupa biskuitnya masih tersimpan di dalam beg. Ternyata pemuda tadi telah berbagi biskuit dengannya, tanpa marah sedikit pun. Sebaliknya Ana pula yang marah, kerana dia fikir pemuda itu ikut makan biskuitnya. Dia ingin sekali meminta maaf kepada pemuda itu atas kelalaiannya tetapi tidak ada kesempatan lagi. Sebentar lagi pesawatnya sudah mau take-off.

𝐼𝑑 𝑀𝑖𝑙𝑙 π‘”π‘’π‘›π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘™π‘™π‘¦ 𝑏𝑒 π‘“π‘œπ‘’π‘›π‘‘ π‘‘π’‰π‘Žπ‘‘ π‘šπ‘’π‘› π‘€π’‰π‘œ π‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘π‘œπ‘›π‘ π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘™π‘¦ π‘™π‘Žπ‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘›π‘” π‘‘π’‰π‘’π‘–π‘Ÿ 𝑖𝑙𝑙 π‘™π‘’π‘π‘˜ π‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘œπ‘›π‘™π‘¦ π‘Ÿπ‘’π‘Žπ‘π‘–π‘›π‘” 𝑑𝒉𝑒 π‘π‘œπ‘›π‘ π‘’π‘žπ‘’π‘’π‘›π‘π‘’π‘  π‘œπ‘“ π‘‘π’‰π‘’π‘–π‘Ÿ π‘œπ‘€π‘› 𝑛𝑒𝑔𝑙𝑒𝑐𝑑, π‘šπ‘–π‘ π‘šπ‘Žπ‘›π‘Žπ‘”π‘’π‘šπ‘’π‘›π‘‘, π‘Žπ‘›π‘‘ π‘–π‘šπ‘π‘Ÿπ‘œπ‘£π‘–π‘‘π‘’π‘›π‘π‘’, π‘œπ‘Ÿ π‘€π‘Žπ‘›π‘‘ π‘œπ‘“ π‘Žπ‘π‘π‘™π‘–π‘π‘Žπ‘‘π‘–π‘œπ‘›. -π‘†π‘Žπ‘šπ‘’π‘’π‘™ π‘†π‘šπ‘–π‘™π‘’π‘ 

Kerana Ukuran Kita Tidak Sama

“π‘†π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘˜π‘Žπ‘ π‘’π‘‘ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž π‘π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘–, π‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Žπ‘ π‘˜π‘Žπ‘˜π‘– π‘šπ‘’π‘šπ‘–π‘™π‘–π‘˜π‘– π‘’π‘˜π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–. π‘€π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘’π‘π‘–π‘™ π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ‘π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘Žπ‘˜π‘– π‘π‘’π‘ π‘Žπ‘Ÿ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘¦π‘Žπ‘˜π‘–π‘‘π‘–. π‘€π‘’π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘ π‘’π‘‘ π‘π‘’π‘ π‘Žπ‘Ÿ π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘Žπ‘˜π‘– π‘˜π‘’π‘π‘–π‘™ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘¦π‘’π‘ π‘Žπ’‰π‘˜π‘Žπ‘›.”

Setiap kita diberikan anugerah yang tidak sama. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Dengan itu,kita jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain.

Setiap kita tetaplah menjadi dirinya. Tidak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapapun. Berilah nasihat tulus pada yang orang lain dan jangan membebani dengan cara membandingkan-bandingkan.

Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain. Masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai kasutnya.

Kita harus belajar untuk menerima pandangan orang lain. Pengalaman yang berbeza akan membuat lebih berlainan lagi sudut pandang antara satu dengan yang lain.

Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita fahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya.
Pendapat kita mungkin benar, tetapi mungkin mengandung kesalahan. Pendapat orang lain itu mungkin salah, tetapi mungkin mengandung kebenaran.

Kamera Potret

β€œπΏπ‘–π‘“π‘’ 𝑖𝑠 π‘™π‘–π‘˜π‘’ π‘Ž π‘π‘Žπ‘šπ‘’π‘Ÿπ‘Ž. πΉπ‘œπ‘π‘’π‘  π‘œπ‘› π‘€π’‰π‘Žπ‘‘’𝑠 π‘–π‘šπ‘π‘œπ‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘›π‘‘. πΆπ‘Žπ‘π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’ 𝑑𝒉𝑒 π‘”π‘œπ‘œπ‘‘ π‘‘π‘–π‘šπ‘’π‘ . 𝐴𝑛𝑑 𝑖𝑓 𝑑𝒉𝑖𝑛𝑔𝑠 π‘‘π‘œπ‘›’𝑑 π‘€π‘œπ‘Ÿπ‘˜ π‘œπ‘’π‘‘, 𝑗𝑒𝑠𝑑 π‘‘π‘Žπ‘˜π‘’ π‘Žπ‘›π‘œπ‘‘π’‰π‘’π‘Ÿ π‘ π’‰π‘œπ‘‘.β€œ – Ziad K. Abdelnour

Seperti kamera yang hasilnya bergantung pada apa yang kita fokuskan, begitu juga kehidupan. Kita boleh memilih untuk memfokuskan kamera itu untuk memotret hal-hal yang baik atau memotret untuk hal-hal yang buruk.

Pilihannya bergantung pada kita, apa yang mau kita lihat dan apa yang mau kita fokuskan dalam hidup ini?

Jika kita memilih untuk memotret dan berfokus kepada hal-hal yang baik dan indah yang kita miliki serta menikmati hidup ini, kita akan memiliki kehidupan yang bahagia.

Sebaliknya, jika kita memilih berfokus kepada kecacatan, kemalangan, dan ketidaksempurnaan yang kita atau orang lain miliki, hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup kita, dan berfikir negatif dan berprasangka buruk tentang orang lain, sudah pastilah hidup kita akan penuh dengan drama dan penderitaan.

Ambil kamera, kemudian ambil sebanyak-banyak gambar sesuka hati. Dengan begitu, kita akan mengerti bentuk bahagia dari hasil potretan kamera kita sendiri.

Buang Sampahmu

Di taman perumahan saya, lori pengangkut sampah tidak datang setiap hari, tetapi hanya tiga kali dalam seminggu, iaitu setiap Isnin,Rabu dan Sabtu.

Namun, setiap pagi, saya akan membuang sampah rumah ke tong sampah besar di depan rumah, sebelum nanti diangkut oleh lori sampah menurut jadual.

Suatu kali, jiran bertanya mengapa setiap saya pagi membuang sampah itu, padahal lori sampah tidak akan datang mengambilnya.

Saya katakan kepada jiran ,”saya tidak nyaman menyimpan sampah di dalam rumah.”

Tidak ada orang yang nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Namun, bagaimana dengan sampah kehidupan kita? Faktanya, banyak orang nyaman-nyaman saja menyimpan sampah dalam hidup mereka.

Cuba kita re-check cara hidup kita?Masihkah kita menyimpan sampah kehidupan? Segala sesuatu yang duniawi seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan dalam diri kita? Masihkah kita menyimpan kemarahan, geram, kejahatan, fitnah dan segala perkataan kotor yang keluar dari mulut kita?

Memang bukan perkara mudah untuk menjaga hidup kita bersih dari sampah kehidupan. Namun, kita bila kita menanggalkan manusia lama serta kelakuannya dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui,ia tidak mustahil untuk dilakukan.

Dia Selalu Memikirkan Kamu

“π‘†π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘ π‘’π‘ π‘’π‘›π‘”π‘”π‘’π’‰π‘›π‘¦π‘Ž, π·π‘–π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ 𝑔𝑒𝑛𝑒𝑛𝑔-𝑔𝑒𝑛𝑒𝑛𝑔 π‘‘π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘π‘–π‘π‘‘π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘›π‘”π‘–π‘›, π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘‘π‘Žπ’‰π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘šπ‘Žπ‘›π‘’π‘ π‘–π‘Ž π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘–π‘˜π‘–π‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘›-π‘π‘¦π‘Ž, π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Žπ‘‘ π‘“π‘Žπ‘—π‘Žπ‘Ÿ π‘‘π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘”π‘’π‘™π‘Žπ‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘Ÿπ‘—π‘’π‘—π‘Žπ‘˜ 𝑑𝑖 π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  π‘π‘’π‘˜π‘–π‘‘-π‘π‘’π‘˜π‘–π‘‘ π‘π‘’π‘šπ‘–β€¦”

Gunung melambangkan kemegahan dan tempat mencari damai sejahtera. Gunung sering dilihat sebagai kekuatan strategis secara kerana orang yang berada di atas gunung sukar untuk diserang oleh musuh.

Namun tanpa perlindungan Tuhan, kota di atas gunung pun tidak aman dari serangan musuh yang akan mengalahkannya.

Angin adalah pembawa kesejukan tetapi jika mengamuk,ia menjadi sangat menakutkan. Angin menyebabkan ombak besar yang menenggelamkan kapal di lautan atau menumbangkan pohon yang menindis kehidupan.

Fajar dan kegelapan adalah lambang proses kehidupan yang silih berganti antara susah dan senang, gembira dan sedih, untung dan malang.

Tuhan selalu memikirkan dan merancangkan yang baik bagi manusia yang percaya akan kuasa dan anugerah-Nya.

“π‘†π‘’π‘π‘Žπ‘ π΄π‘˜π‘’ 𝑖𝑛𝑖 π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘‘π‘Žπ’‰π‘’π‘– π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›-π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž-𝐾𝑒 π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘›π‘Žπ‘– π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’;β€¦π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘– π‘ π‘’π‘—π‘Žπ’‰π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘Ž π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘’π‘™π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘Žπ‘›, π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘šπ‘’ π’‰π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘‘π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” 𝑝𝑒𝑛𝑒𝒉 π’‰π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘π‘Žπ‘›.”

Tidak Atau Tunggu Dulu?

β€œπ΄π‘˜π‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘’, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– πΈπ‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘’ π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘—π‘Žπ‘’π’‰ π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘šπ‘’π‘›π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘” π‘Žπ‘˜π‘’.”

Jika kita berdoa dan langsung dijawab β€˜ya’ oleh Tuhan, kita pasti gembira. Tetapi jika jawaban dari Tuhan adalah β€˜tidak’, pada umumnya reaksi negatif yang kita tunjukkan: kecewa, bersungut-sungut, mengeluh, marah dan kemudian menyalahkan Tuhan. Kita tidak siap menerima kenyataan.

Jika Tuhan tidak menjawab ya atau menolak permintaan kita bukan berarti Tuhan pilih kasih atau bertindak jahat kepada kita. Tuhan berkata β€˜tidak’ mungkin sebab kita salah berdoa: apa yang kita minta dalam doa semata-mata hanya bertujuan untuk memuaskan keinginan daging kita. β€œπ΄π‘‘π‘Žπ‘’ π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘Ž π‘—π‘’π‘”π‘Ž, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Ž π‘Žπ‘π‘Ž-π‘Žπ‘π‘Ž, π‘˜π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘Ž, π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘–π‘›π‘‘π‘Ž 𝑖𝑑𝑒 π’‰π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π’‰π‘Žπ‘π‘–π‘ π‘˜π‘Žπ‘› π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘šπ‘’π‘Žπ‘ π‘˜π‘Žπ‘› π’‰π‘Žπ‘€π‘Ž π‘›π‘Žπ‘“π‘ π‘’π‘šπ‘’.”

Kadangkala jawaban Tuhan terhadap doa kita adalah β€˜tunggu’. Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan sehingga kita tidak sabar menanti-nantikan jawaban Tuhan. Ketidaksabaran menunggu jawaban dari Tuhan seringkali menjadi penyebab kegagalan kita mengalami penggenapan janji Tuhan. Daud berkata: β€œπ‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘‡π‘ˆπ»π΄π‘! πΎπ‘’π‘Žπ‘‘π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘”π‘’π’‰π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘šπ‘’! π‘Œπ‘Ž, π‘›π‘Žπ‘›π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘‡π‘ˆπ»π΄π‘!”

Sifat alamiah manusia umumnya menginginkan segala sesuatunya secara instan. Dan ketika pertolongan Tuhan sepertinya tidak kunjung tiba, kita pun menyerah di tengah jalan dan tidak lagi berdoa. Berdoa itu memerlukan konsistensi. Jangan cepat menyerah.

Bukan Tuhan sengaja menunda waktu, tetapi Ia tahu waktu yang tepat dan terbaik bagi kita. Waktu Tuhan itu tidak pernah terlambat atau terlalu cepat, β€œπΌπ‘Ž π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Žπ‘‘ π‘ π‘’π‘”π‘Žπ‘™π‘Ž π‘ π‘’π‘ π‘’π‘Žπ‘‘π‘’ π‘–π‘›π‘‘π‘Žπ’‰ π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘€π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’π‘›π‘¦π‘Ž.” Selalu ada maksud dan tujuan Tuhan di balik penundaan-Nya: Ia ingin menguji kesabaran kita, menguji ketekunan kita dan mengajar kita untuk bergantung kepada-Nya.

Jangan Cemas Hatimu

β€œπ½π‘Žπ‘‘π‘–, π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘œπ‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘’ π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘šπ‘–π‘›π‘’π‘š π‘‘π‘Žπ‘› π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘™π‘Žπ’‰ π‘π‘’π‘šπ‘Žπ‘  π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘šπ‘’.”

Situasi dunia saat ini sering membuat hati kita cemas. Orang-orang kurang berada,cemas tentang bagaimana memenuhi keperluan hidup, orang-orang berada pula cemas memikirkan harta kekayaan yang dimiliki. Mau disimpan di mana, takut dirompak, atau cukupkah untuk menjamin kelangsungan hidup keturunannya.

Kita akan menjadi cemas jika hati dan fikiran kita terfokus hanya kepada perkara-perkara duniawi, padahal semua yang ada di dunia ini bersifat sementara saja.

Kecemasan adalah sesuatu yang dirancang oleh si jahat untuk menghasilkan stres, ketegangan dan maut. Kita boleh menghindari rasa cemas ini dengan belajar bersyukur dan menyerahkan segala kekuatiran kita kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kita sampai saat ini dan selamanya.

Kita mungkin berkata, “saya sudah berdoa tapi masih merasa cemas.” ini kerana kita tidak menyerahkan segala permasalahan hidup kepada Tuhan, tapi hanya sebagian saja atau beberapa saja, dan berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kekuatan sendiri. β€œβ€¦π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘’-π‘ π‘’π‘Ÿπ‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‡π‘ˆπ»π΄π‘ π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘˜π‘’π‘ π‘’π‘ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž, π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘–π‘ π‘’π‘™π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘‘π‘˜π‘Žπ‘›-π‘π‘¦π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘˜π‘’π‘π‘’π‘šπ‘Žπ‘ π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž.”

Jaga Hatimu

“π½π‘Žπ‘”π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰ π’‰π‘Žπ‘‘π‘–π‘šπ‘’ π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘”π‘Žπ‘™π‘Ž π‘˜π‘’π‘€π‘Žπ‘ π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Žπ‘›, π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ π‘–π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ π‘˜π‘’π’‰π‘–π‘‘π‘’π‘π‘Žπ‘›.”

Banyak orang berkata dalam hidup ini kita harus menjaga fikiran, harta, kesihatan, dan sebagainya. Itu semua baik dan penting. Namun ada satu hal terpenting yang harus dijaga lebih dari pada yang lain, dan adalah HATI.

Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu. Ada hubungan antara hati dan jalan hidup kita. β€œπ΅π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘π‘Ž π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ’‰ π‘šπ‘’π‘›π‘œπ‘™π‘Žπ‘˜ π’‰π‘Žπ‘‘π‘– π‘›π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘–π‘›π‘¦π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘›π‘– 𝑖𝑑𝑒, π‘‘π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž 𝑖𝑑𝑒 π‘˜π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘ π‘™π‘Žπ’‰ π‘–π‘šπ‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž.”

Hati memiliki peranan yang penting dalam hidup kita. Hati adalah pusat kegiatan hidup manusia. Banyak penyakit manusia yang berpunca dari virus tetapi ada satu virus yang sangat berbahaya. Virus itu adalah sakit hati dan iri hati, yang dapat menyebabkan kerohanian kita mandul dan mati.

β€œπ‘†π‘’π‘ π‘’π‘›π‘”π‘”π‘’π’‰π‘›π‘¦π‘Ž, π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘π‘œπ‘‘π‘œπ’‰ 𝑑𝑖𝑏𝑒𝑛𝑒𝒉 π‘œπ‘™π‘’π’‰ π‘ π‘Žπ‘˜π‘–π‘‘ π’‰π‘Žπ‘‘π‘–, π‘‘π‘Žπ‘› π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘π‘Žπ‘™ π‘‘π‘–π‘šπ‘Žπ‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘› π‘œπ‘™π‘’π’‰ π‘–π‘Ÿπ‘– π’‰π‘Žπ‘‘π‘–.”

Jangan menganggap virus sakit hati dan iri hati itu remeh. Mari kita menjaga hati kita dari kontaminasi virus berbahaya ini.

β€œπ΄π‘‘π‘Ž π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘”-π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘‘π‘– π‘ π‘Žπ‘˜π‘–π‘‘ π‘œπ‘™π‘’π’‰ π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘˜π‘’π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘ π‘Ž, π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘–π‘ π‘–π‘˜π‘ π‘Ž π‘œπ‘™π‘’π’‰ π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘˜π‘’π‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰π‘Žπ‘›-π‘˜π‘’π‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ’‰π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜π‘Ž… “

Kata-kata vs Tindakan

Suatu hari, seorang wanita meminta bantuan kepada pendeta kerana tidak ada tempat berteduh. Oleh kerana sangat sibuk dan tidak berdaya untuk membantu, pendeta itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini:

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›β€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘˜π‘’π‘™π‘œπ‘šπ‘π‘œπ‘˜ π‘‘π‘–π‘ π‘˜π‘’π‘ π‘– π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘–π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž.

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘Ÿπ‘Žβ€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘¦π‘’π‘™π‘–π‘›π‘Žπ‘ π‘˜π‘’ π‘˜π‘Žπ‘π‘’π‘™ π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘Ž π‘π‘Žπ‘”π‘– π‘˜π‘’π‘π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž.

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‘π‘’π‘™π‘Žπ‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘”β€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π’‰π‘Žπ‘‘π‘– π‘˜π‘’π‘™π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘šπ‘π‘–π‘™π‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž.

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘ π‘Žπ‘˜π‘–π‘‘β€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘™π‘’π‘‘π‘’π‘‘ π‘šπ‘’π‘›π‘Žπ‘–π‘˜π‘˜π‘Žπ‘› π‘ π‘¦π‘’π‘˜π‘’π‘Ÿ π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‡π‘’π’‰π‘Žπ‘› π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  π‘˜π‘’π‘ π‘–π’‰π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž.

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘’π‘‘π‘’π’‰β€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π’‰π‘œπ‘‘π‘π‘Žπ’‰ π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘‡π‘’π’‰π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘”π‘Žπ‘– π‘‘π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘’π‘‘π‘’π’‰π‘Žπ‘› π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘π‘–.

π‘†π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘˜π‘’π‘ π‘’π‘π‘–π‘Žπ‘›β€¦
π‘‘π‘Žπ‘› π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘™π‘˜π‘Žπ‘› π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘Žπ‘› π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘Ž.

π΄π‘›π‘‘π‘Ž π‘˜π‘’π‘™π‘–π’‰π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑑𝑒 𝑠𝑒𝑐𝑖, 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑑𝑒 π‘‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘‘ π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘‡π‘’π’‰π‘Žπ‘›.
π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘ π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘‘ π‘™π‘Žπ‘π‘Žπ‘Ÿ, π‘˜π‘’π‘ π‘’π‘π‘–π‘Žπ‘›, π‘‘π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘–π‘›π‘Žπ‘›β€¦

Kadang kita sendiri mungkin tidak jauh beza dengan pendeta tersebut. Dalam memberi bantuan, kita kerap lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis. Namun, tidak ada satu pun tindakan nyata yang kita lakukan.

Mengasihi bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan. Seribu kata mutiara tidak ada artinya jika tidak ada satu saja perbuatan nyata.

“π΄π‘›π‘Žπ‘˜-π‘Žπ‘›π‘Žπ‘˜π‘˜π‘’, π‘šπ‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘™π‘Žπ’‰ π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘ π‘–π’‰π‘– π‘π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Žπ‘› π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘’ π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘–π‘‘π‘Žπ’‰, π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘’π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘˜π‘’π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›.”