Bumerang Diri Sendiri

“Ia membuat lobang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.”

Kita hidup di zaman orang tidak lagi segan untuk melakukan perbuatan jahat. Sanggup melakukan segala cara untuk mewujudkan apa yang diinginkan.

Sanggup memasang “jerat” atau “ranjau” untuk mencelakakan dan menghancurkan hidup orang lain tanpa peduli itu teman, kawan, atau lawan,dengan cara bergosip, memfitnah, menyebarkan berita hoax, atau perbuatan apa saja yang berunsur negatif.

Perbuatan seperti ini terjadi di di mana-mana. Tujuannya hanya satu, menjatuhkan atau menghancurkan orang lain yang dianggapnya sebagai saingan atau lawan.

Tanpa mereka sadari perbuatan jahat yang dilakukan itu akan menjadi bumerang yang dapat menghancurkan diri sendiri, atau senjata makan tuan.

“Terhadap dirinya ia mempersiapkan senjata-senjata yang mematikan, dan membuat anak panahnya menjadi menyala. Sesungguhnya, orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman dan melahirkan dusta. Kelaliman yang dilakukannya kembali menimpa kepalanya, dan kekerasannya turun menimpa batu kepalanya.” (Psalm 7)

Orang yang merancangkan kejahatan terhadap orang lain akan berperkara sendiri dengan Tuhan. Ada tertulis: “Rancangan orang jahat adalah kekejian bagi TUHAN,” .

Tuhan tidak pernah melepaskan pengawasan-Nya terhadap semua orang. Kejahatan sekecil apa pun, bahkan niat jahat yang timbul di dalam hati sekalipun Tuhan tahu dan pada waktunya Dia akan bertindak.

Biarlah kiranya kita menjadi orang-orang yang bijaksana dan tidak memasang bumerang untuk diri sendiri.

Mengampuni

..ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami…

Pada 3 July 1988, kapal perang USS Vincennes menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Airbus A300 Iran dengan 290 jiwa di dalamnya.

Pencetusnya remeh, kapten kapal USS Vincennes waktu tu berasumsi mereka sedang diserang oleh sebuah pesawat tempur F-14 milik Iran.

Majoriti masyarakat Amerika menentang idea pembayaran ganti rugi kepada para keluarga yang terkorban. Alasannya, mereka masih mengingat perlakuan kejam terhadap tebusan Amerika di Iran.

Namun Presiden Reagan berkeras dan tetap menyetujui pembayaran ganti rugi itu.

Ketika ditanya oleh wartawan bagaimana jika tindakannya itu adalah keutamaan yang buruk, ia menjawab, “Saya tidak pernah melihat belas kasihan sebagai keutamaan yang buruk.”

Daud telah bertindak mengambil Mefiboset cucu Saul ke dalam bagian keluarganya, walaupun Saul telah berlaku jahat kepadanya. Ini kerana Daud tidak mahu memiliki hati yang dikuasai oleh roh dendam. Itu sebabnya dia menaruh belas kasihan kepada Mefiboset dan untuk menunjukkan betapa dia sangat mengasihi dan mengampuni keluarga Saul.

Apa reaksi kita ketika mendapati seseorang, yang mungkin pernah melukai hati kita, dan kini sedang mengalami hal buruk? Apakah kita merasa senang kerana memang sudah sewajarnya hal buruk itu dialaminya sebagai balasan dari kejahatannya, atau kita merasa prihatin, menaruh belas kasihan, dan kemudian berusaha menolongnya?

Biarlah kiranya kasih Tuhan menggerakkan hati kita untuk menaruh belas kasihan dan pengampunan kepada setiap orang yang pernah melukai hati kita.

Hidup Penuh Misteri

Awan gelap memenuhi langit. Kilatan petir menyambar, menyulut kebakaran hutan.

Seekor rusa betina betina menyingkir ke tepian sungai yang curam kerana hendak beranak.

Tanpa menyedari di kanannya ada pemburu yang siap menembaknya. Di kiri pula seekor singa sedang mengintipnya.

Apa yang harus diperbuatnya? Daripada meratapi ancaman situasi, rusa memutuskan fokus untuk melahirkan.

Tiba-tiba datang kilatan petir mengganggu konsentrasi pemburu. Tembakannya meleset dan tertembak singa.

Lalu hujan lebat turun. Pemburu segera berlindung, melupakan buruannya. Rusa itu melahirkan dengan selamat.

Hidup penuh misteri. Manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Tuhan. Logik tidak selalu berlaku. Keadilan tidak selalu berbicara. Pencarian tidak selalu menghasilkan. Bila-bila saja kematian boleh menjemput.

Pengertian manusia terbatas sebab Tuhan, Sang Penyelenggara kehidupan ini, jauh melampaui kita. Pekerjaan-Nya tidak terselami dan tidak tertandingi. Daripada hanya tercekat dalam lingkaran misteri yang menegangkan, lebih baik kita lebih fokus untuk menjalankan tugas kehidupan yang ada di depan mata sambil menikmati buahnya. Selebihnya biarlah menjadi rahasia pekerjaan Tuhan.

Ada kalanya wajah kehidupan ini tidak ramah. Kiri kanan ada ancaman bahaya. Maju kena,mundur pun kena.Kita seperti terperangkap oleh situasi tidak terkendali. Bingung dan tegang.Serasa ingin menjerit.

Harus bagaimana? Jangan berkecil hati. Hindari berfikir rumit. Kerjakan saja yang harus dan perlu. Selangkah demi selangkah. Percayalah badai pasti berlalu. Kadang Tuhan memakai situasi sulit untuk menuntaskan pekerjaan-Nya.

Saling Mengasihi

“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.”

Kasih adalah bahasa kehidupan yang dengannya seseorang dikenal baik. Seseorang yang dikenal tidak baik bererti kasihnya tidak cukup dirasakan walau dia memperkenalkan diri sebagai orang yang pengasih. Kasih bukanlah pada apa yang dilakukan bagi diri sendiri tetapi tentang perbuatan pada orang lain.

Kasih adalah kerendahan hati iaitu mengakui bahwa hidupnya bukanlah apa-apa selain dari kasih Tuhan dan segala talenta yang ada adalah untuk kemuliaan Tuhan.

Lemah lembut adalah sikap hidup yang selalu menampakkan tindakan dan perkataan yang tidak menyakiti baik fizikal maupun mental sesamanya. Sopan santun dan keramahan termasuk dalam sikap ini dan dirindukan untuk dialami dari setiap orang tetapi sering sulit dilakukan. Lemah lembut itu adalah bahasa kasih yang merdu.

Sabar adalah kemampuan untuk menanggung dengan tabah segala beban yang ada tanpa mengeluh kerana lamanya waktu dan beratnya beban yang ditanggung. Ketika sabar sudah berbatas hilanglah kasih.

Saling membantu adalah kerelaan untuk memberi waktu, pemikiran, tenaga, dorongan semangat, dan material kepada orang lain untuk menolong dalam keperluannya. Saling membantu dalam hal yang baik adalah kasih.

Wanita Luarbiasa

Sepasang suami isteri,Shane dan Casie sudah 5 tahun tidak tinggal serumah. Rancangan mereka akan bercerai tahun depan. Lagipun Shane sudah ada kekasih baru.

Beberapa bulan kemudian, ada sesuatu terjadi. Shane mengalami kegagalan ginjal yang parah. Cassie tidak sampai hati melihat keadaan itu. “Bagaimanapun, dia masih suamiku,” ujarnya.

Maka Cassie sumbangkan satu ginjal untuk suaminya, tanpa syarat apapun. Rancangan untuk bercerai tetap berjalan.

Namun setelah keduanya pulih dari operasi, mereka jatuh cinta lagi. Shane berkata, “Buat apa aku mencari perempuan lain, jika di sini ada seorang yang mau berkorban begitu besar untukku?”

Akhirnya, Shane meninggalkan kekasih gelapnya dan kembali kepada Cassie.

Pengorbanan isteri sanggup meluluhkan hati suami. Pengabdian isteri adalah kecantikan batin yang tidak ternilai. Pengorbanan isteri ditunjukkan dengan perjuangannya setiap hari. Mulai dari memenuhi keperluan suami dan anak-anaknya sampai menjadi guru dalam keluarga. Dari pagi hingga malam ia berjerih lelah. Mengupayakan yang terbaik, demi masa depan keluarga. Ia lelah, tetapi bahagia.

Banyak suami atau anak memandang remeh pengorbanan isteri atau ibu. Kesibukannya mengurus rumah ataupun bekerja dianggap sudah biasa. “Memang sudah kewajibannya.” Kata mereka. Padahal di balik cerita sukses suami maupun keberhasilan anak, ada pengorbanan isteri atau ibu. Isteri atau ibu kita mungkin belum pernah menyumbangkan ginjalnya. Tapi, pengorbanannya dari hari ke hari tidak pernah kurang. Kita patut menghargainya.

“Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.”

Ujian Kejujuran

Susan telah ditawarkan posisi baru dalam pekerjaannya. Tetapi dia bimbang kerana bos baru menghendakinya mencatat jumlah yang berbeza pada laporan penerimaan barang.

Dengan berat hati Susan menolak tawaran promosi tersebut kerana dia tidak mau melakukan penipuan.

Keesokan harinya, waktu Susan mengutarakan jawaban dan alasannya,dia hairan kerana promosi posisi baru itu diberikan kepadanya.

Rupanya, bos perusahaan itu sedang menguji kejujuran dan ketulusan hatinya. Enam calon sebelumnya gagal melepasi ujian itu.

Orang benar adalah orang yang mengerti cara hidup benar, termasuk memilih hal yang benar walaupun ada tawaran menggiurkan untuk melakukan kejahatan. Orang benar adalah orang yang tidak takut pada risiko yang harus dihadapi ketika ia memilih untuk tetap berada di “jalur” yang benar.

Tuhan pun tahu cara menghargai orang yang tetap teguh berdiri demi kebenaran sekalipun seluruh dunia melakukan hal yang sebaliknya. Pilihan yang tidak populer dan dihindari oleh banyak orang, tetapi bernilai tinggi di mata Tuhan.

“Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.”

Sakit Hati Yang Menghancurkan

Kita semua pernah mendengar nama Adolf Hitler (20 April 1889 – 30 April 1945) pemimpin Parti Nazi di Jerman. Menjadi canselor pada tahun 1933 dan kemudian menyandang gelaran FΓΌhrer und Reichskanzler pada tahun 1934 sampai 1945. Hitler menjadi watak utama Jerman Nazi, Perang Dunia II di Eropa, dan Holocaust, pembunuhan beramai-ramai terhadap kira- kira enam juta orang Yahudi dan berjuta-juta mangsa lain .

Hitler dibesarkan oleh ayahnya dengan menggunakan kekerasan dalam mendidik anak-anaknya. Ayahnya suka memerintah dan mahu anaknya patuh kepada kata-katanya. Hitler kerap bertengkar dengan ayahnya, yang tidak setuju minatnya kepada seni lukis.

Perlakuan ayahnya membuat dia sakit hati dan dendam,dan mempengaruhi pilihan hidup dan tindakannya di kemudian hari. Sebuah pilihan hidup yang pahit dan menyebabkan kehancuran banyak orang.

Dalam kehidupan sehari-hari, dalam keluarga atau ketika kita bersosial dengan orang lain, kita tidak dapat menghindar dari kemungkinan timbulnya perselisihan faham yang boleh menyebabkan sakit hati. Namun kita boleh memilih cara meresponinya. Daripada membalas perilaku orang lain yang telah menyakiti kita, mari kita berdoa dan mengoreksi diri. Sakit hati boleh datang bila-bila saja, tetapi yang paling penting ialah bagaimana respons kita.

“Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati.”

Lepaskan Belenggu Masa Lalu

Jika kita membaca kajian terhadap pemimpin-pmimpin dunia, seperti Abraham Lincoln, Franklin D. Roosevelt, Sir Winston Churchill, Clara Barton, Helen Keller, Mahatma Gandhi, Bunda Teresa, Dr. Albert Schweitzer, dan Martin Luther King Jr.,25% dari mereka memiliki kecacatan fizikal yang serius dan 50% lainnya telah mengalami tindakan kekerasan di masa kanak-kanaknya atau dibesarkan di dalam kemiskinan.

Neil Rudenstein pernah menjadi presiden Harvard University. Latar belakang keluarga Rudenstein sama sekali bukan dari kalangan akademik tinggi. Ayahnya hanyalah seorang penjaga penjara dan ibunya seorang waitress.

Para pemimpin atau tokoh dunia tersebut tidak mempedulikan latar belakang kurang baik dari dirinya, keluarganya, atau lingkungannya. Mereka dapat melihat keadaan mereka dari sudut positif. Bahkan mereka tidak pernah mengasihani diri mereka sendiri atau meminta orang lain mengasihani mereka.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi kita dapat merusak masa kini yang sangat baik jika kita terus mengasihani diri atau mengharapkan orang lain untuk mengasihani kita.

Jangan biarkan masa lalu atau latar belakang kita membelenggu kehidupan sehingga menghalang kita untuk meraih kesuksesan. Terus maju dan berkarya. Bawalah semua masalah kita ke hadirat Tuhan. Percayalah, kuasa dan karya Tuhan sungguh ajaib bagi kita.

Kamu Adalah Garam Dunia

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

Selain melazatkan makanan atau membuat sesuatu yang tawar menjadi ada rasa, garam juga digunakan sebagai pengawet makanan, mencegah pembusukan,alternatif untuk menghalau kuman dan mencegah infeksi gigitan serangga. Antara makanan yang diawetkan dengan garam adalah telur, ikan, daging dan sebagainya. Makanan yang diawetkan dengan garam dapat dikonsumsi beberapa bulan.

Namun, hakikat cara kerja garam itu bersifat tersembunyi,perlahan-lahan tapi pasti. Tersamar, tidak ketara, dan secukupnya saja. Garam itu melazatkan makanan tanpa menjadi makanan itu sendiri. Meleleh, melebur dan akhirnya tidak terlihat lagi,yang tinggal hanya rasanya.

Keberadaan kita di dunia ini maunya seperti garam yang dapat memberi rasa bagi dunia yang sedang tawar ini, rasa yang dapat dinikmati dan berguna bagi semua orang. Menjadi garam dunia menuntut kita memberkati dengan tidak menonjolkan diri, memberi manfaat tanpa mempamer diri.

Di balik sebutir garam itu tersembunyi kerendahan hati. Menjadi garam dunia itu kita berkorban untuk tetap tulus dan jujur meskipun banyak kelicikan dan kepicikan di dunia ini. Menjadi garam dunia itu berarti kita memberkati satu sama lain dalam kerendahan hati.

Kebaikan Dibalas Kebaikan

“Carry out a random act of kindness, with no expectation of reward, safe in the knowledge that one day someone might do the same for you.”

Princess Diana

Seorang ibu tunggal biasa menolong Curtis Jackson, seorang homeless yang dia jumpa semasa dalam perjalanan ke pejabatnya.

Suatu hari ibu itu kehilangan pekerjaan dan rumahnya. Bersama anaknya yang masih kecil, mereka tinggal dalam kereta.

Ketika polis menjumpai mereka,polis itu mengancam akan mengambil anaknya jika mereka tidak mempunyai tempat tinggal yang sesuai. Lalu mereka pindah ke hotel.

Siapa yang membayar sewa hotel? Curtis Jackson. Dari upah bekerja kasar, Curtis mampu membayar sewa hotel ibu dan anaknya dalam waktu cukup lama. Sehingga mencapai sekitar 9,000 dolar.

Kadang Tuhan menghendaki kita memberi saat kita sendiri sedang tidak berlebih atau bahkan kita dalam kekurangan. Bila Tuhan menghendaki kita bermurah hati pada orang yang Dia tunjukkan, mari kita taat. Percayalah, Tuhan tahu apa yang kita perlukan. Jika Dia berkehendak memelihara seseorang melalui kita, Dia pasti berkuasa juga untuk memelihara kita.