Ora Et Labora

“…Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”

Ora Et Labora adalah ungkapan bahasa Latin yang bermaksud berdoa dan bekerja . Ungkapan ini sebagai penegasan bahwa berdoa dan bekerja adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, saling melengkapi, dan ada keseimbangan.

Kita tidak boleh hanya berdoa saja tanpa melakukan sesuatu. Jadi harus disertai dengan tindakan, usaha, atau bekerja. Sebaliknya kita juga tidak boleh bekerja saja tanpa disertai berdoa, sebab bumi dan segala isinya, termasuk hidup kita, adalah milik Tuhan, Sang Pencipta dan Penyedia.

Pekerjaan kita dan semuanya adalah pemberian Tuhan. Mengawali hari dengan doa akan membuat kita tetap rendah hati di hadapan Tuhan. Doa menjaga kita supaya tidak melupakan Tuhan dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan.

Mungkin kita berfikir bahwa semua yang kita miliki adalah hasil kerja keras semata. Memang benar kita bekerja keras dan berkeringat bahkan sampai menitiskan air mata untuk memperolehinya.

Namun, pernahkah kita renungkan bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari diri kita, bahkan alam semesta? Iaitu Dia yang mampu memberikan segala apa yang kita perlukan? Tuhan kita bukan hanya Sang Pemberi, melainkan juga Pemilik segala sesuatu.

Berdoa tanpa bekerja atau bekerja tanpa berdoa akan berujung pada kesia-siaan. Dengan mengingat dan menerapkan ora et labora, pasti Tuhan memberkati jerih payah kita.

Slow Down

“Slow down and everything you are chasing will come around you.”


-John De Paola

Di tahun baru ini mungkin ada banyak resolusi yang ingin kita capai,sehingga kita senantiasa ingin bergerak dengan cepat. Kita berfikir untuk lebih produktif dan efisien, kita perlu memadatkan agenda, tergesa-gesa menyelesaikan makan atau memandu dengan terburu-buru. Namun kita tertanya-tanya kenapa kita tidak gembira.

Carol Odell, seorang penulis sebuah kolum konsultasi bisnes, mengatakan bahwa memperlambatkan pergerakan hidup dapat memberi kesan positif bagi kita di tempat kerja dan di rumah. Dia percaya ketergesa-gesaan dapat memengaruhi pengambilan keputusan kita dan menyebabkan kita mengabaikan hal-hal penting serta orang-orang yang kita kasihi.

Itu sebabnya Carol menganjurkan setiap orang untuk memperlambatkan pergerakan hidup, dan bahkan menyarankan idea yang agak radikal dengan sengaja menunggu lampu lalu lintas menjadi merah dan menggunakan waktu itu untuk meditasi.

Mungkin sudah waktunya kita mulai memperlambatkan pergerakan agar kita dapat menikmati berkat-berkat Tuhan dan lebih gembira dalam hidup ini.

“Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. “

Special Guest

Pagi itu Eric tukang kasut bangun lebih awal dari biasa. Dia membersihkan kedainya, kemudian kembali ke dalam rumahnya, menyalakan api di tungku, dan menyiapkan meja. Hari ini dia mengambil keputusan untuk tidak bekerja.

Dia menunggu kedatangan, seorang tetamu istimewa iaitu Tuhan. Malam sebelumnya Tuhan datang dalam mimpinya dan memberitahu Eric bahwa Dia akan datang mengunjunginya besok.

Eric yang excited dan penuh sukacita duduk di ruangan yang nyaman dan menunggu. Kemudian dia mendengar langkah kaki di luar dan ketukan pada pintu “dia sudah datang,” fikir Eric, sambil lari ke arah pintu dan membukanya. Ternyata itu hanyalah posmen. Wajahnya merah dan jari-jarinya biru kerana kedinginan. Dia menatap Eric sambil menelan air liur melihat cerek berisi teh di tungku. Eric mengajak dia duduk menghangatkan diri di dekat tungku dan memberikannya segelas teh.

Posmen itu berkata: “Terima kasih, teh ini sedap.” Kemudian dia menghilang di tengah cuaca dingin di luar.

Setelah posmen itu pergi, Eric membersihkan lagi mejanya. Lalu dia duduk di dekat jendela untuk menunggu kedatangan tetamunya. Dia yakin bahwa tetamu itu akan datang.

Tiba-tiba dia melihat seorang anak laki-laki yang sedang menangis. Eric memanggilnya dan mengetahui bahwa anak itu kehilangan jejak ibunya di kota dan tidak tahu jalan untuk pulang. Kemudian,Eric menulis “Tunggu saya. Saya akan kembali segera.” pada sehelai kertas dan meletakkannya di atas meja. Kemudian dia membiarkan pintu terbuka sedikit. Dia memegang tangan anak kecil itu dan membawanya pulang.

Ternyata perjalanan itu mengambil masa yang lebih lama dari jangkaan. Hari sudah mulai agak gelap waktu dia sampai di rumahnya. Ketika sampai di rumah Eric terkejut mendapati ada seseorang di dalam rumahnya sambil memandang ke luar jendela. Hatinya berdebar. “Pasti Tuhan, yang sudah berjanji untuk datang.”fikirnya.

Ketika membuka pintu Eric mendapati bahwa orang itu adalah perempuan yang tinggal di tingkat atas flatnya. Perempuan itu kelihatan sedih dan lelah. Dia memberitahu bahwa anaknya sedang sakit parah,dia tidak tahu mau berbuat apa.

Eric merasa kasian dan ikut bersedih. Perempuan itu hidup sendiri dengan anaknya sejak suaminya meninggal dalam kecelakaan. Jadi dia ikut wanita itu. Mereka bersama-sama menyelimuti anaknya dengan kain basah. Eric duduk di tepi katil anak laki-laki itu, sementara ibunya beristirahat sejenak.

Ketika Eric kembali ke rumahnya, hari sudah larut malam. Eric sangat lelah dan sungguh kecewa lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Hari sudah larut. Tuhan belum juga datang.

Tiba-tiba dia mendengar suara Tuhan yang berkata, “Terima kasih, kerana menghangatkan tubuh saya di rumahmu hari ini. Terima kasih kerana menunjukkan jalan ke rumah. Dan terima kasih atas dukungan dan bantuanmu. Anakku, saya berterima kasih kerana hari ini saya telah menjadi tetamu istimewamu.”

” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Lembaran Baru

Kita sudah memulai lembaran yang baru di tahun yang baru ini. Mari kita tidak mengingat-ingat dan meratapi kegagalan-kegagalan yang lalu. Kini saatnya kita mengarahkan pandangan ke depan dan menata langkah yang baru.
“…𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑒𝑙𝑢𝑝𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑙𝑎𝒉 𝑑𝑖 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑘𝑎𝑛𝑔𝑘𝑢 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟𝑎𝒉𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖 𝒉𝑎𝑑𝑎𝑝𝑎𝑛𝑘𝑢, 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑟𝑖-𝑙𝑎𝑟𝑖 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑢𝑗𝑢𝑎𝑛 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒𝒉 𝒉𝑎𝑑𝑖𝑎𝒉,”

Kita jadikan tahun ini sebagai tahun di mana kita akan mengalami dan menikmati janji-janji Tuhan dalam kehidupan kita. Namun untuk meraih janji-janji itu,kita harus memperhatikan beberapa hal.

𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚, kita harus memiliki kesabaran. Kita harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu kita. Kita tidak lagi bersungut-sungut dalam apa pun keadaannya. Seperti petani yang harus bersabar menunggu hingga musim menuai tiba. Dalam masa penantian itu,petani tidak tinggal diam. Sebaliknya mereka tetap bekerja,mengairi tanaman, memberi baja, mencabut rumput, dan membasmi serangga perosak tanaman. Panas terik, hujan lebat, petir, tidak mematahkan semangatnya. Petani tetap teguh,setia dan fokus pada janji Tuhan.

𝐊𝐞𝐝𝐮𝐚, kita harus bertekun. Jika kita membaca kisah Ayub, meskipun mengalami ujian dan penderitaan yang hebat dan berat, hatinya tetap berpaut kepada Tuhan kerana dia tahu bahwa ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan, dan kerana ketekunannya hidup Ayub dipulihkan secara luar biasa.

Mari kita berjalan di tahun ini dengan sabar dan tekun, yakini bahwa Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Tahun Yang Baru

Hari ini kita melangkah ke tahun yang baru. Banyak impian dan harapan wujud di benak setiap orang. Banyak juga ramalan bahwa hari-hari di depan kita tidak semakin mudah.

Tetapi mari kita belajar untuk tetap tenang. Ketenangan itu adalah keputusan dan bukan keadaan. Yang bermaksud, seburuk apa pun situasi yang ada dan membuat hati tidak tenang kita dapat memutuskan untuk tetap tenang. Kerana kita mempunyai Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita dan pertolongan-Nya selalu tepat pada waktunya.

Dunia kita ini sudah semakin kehilangan ketenangan. Banyak orang gelisah dan khuatir. Tetapi di tahun yang baru ini kita diingatkan lagi bahwa kunci untuk hidup tenang adalah memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan. Hanya Dia yang dapat kita andalkan.

Orang yang tenang akan kuat menghadapi persoalan apa pun. Orang yang tidak tenang pula akan cenderung menuju ke arah fikiran yang negatif. Lalu keliru dalam membuat keputusan.

Kerana itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang supaya kita kuat dalam situasi apapun.

Hikikmori

Hikikomori adalah istilah bahasa Jepun untuk menggambarkan orang yang suka menyendiri dan menjauhi kehidupan sosial. Mereka mengurung diri dalam bilik selama beberapa waktu, bertahun-tahun, bahkan sampai berpuluh-puluh tahun. Mereka melakukannya kerana tidak tahan menanggung tekanan hidup. Mereka stres dan depresi.

Menurut analisis yang dilakukan NHK untuk acara Fukushi Network, penduduk hikikomori di Jepun mencapai lebih dari 1.6 juta orang. Total perhitungan NHK hampir sama dengan perkiraan Zenkoku Hikikomori KHJ Oya no Kai sebanyak 1,636,000 orang.

Menurut survei Kementerian Kesihatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan, 1.2% penduduk Jepun pernah mengalami hikikomori. 2.4% di antara individu berusia 20 tahun pernah sekali mengalami hikikomori (1 di antara 40). Dibandingkan dengan perempuan, laki-laki yang mengalami hikikomori adalah empat kali ganda.

Tekanan hidup dialami oleh semua orang, tanpa memandang bulu.Jika saat ini kita mengalami tekanan, stres, bahkan depresi, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Berserulah kepadaNya. PertolonganNya tidak pernah terlambat sesuai dengan waktunya Tuhan. Waktu Tuhan pasti yang terbaik walau kadang tidak dapat dimengerti. Tetap percaya.

Letters To God

Tyler Doughtie (23 September 1995 – 7 Maret 2005),berasal dari Nashville, Tennessee. Sejak usia 8, Tyler mulai bergumul dengan kanser otak yang tumbuh agresif di kepalanya.

Semasa sakit Tyler banyak menulis surat kepada Tuhan. Setiap surat dimasukkan ke envelope,ditampal stem, dan tulisan di depan envelope itu = 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘: 𝑇𝑢𝒉𝑎𝑛. 𝐷𝑎𝑟𝑖: 𝑇𝑦𝑙𝑒𝑟.

Ketika menulis surat itu, Tyler seolah-olah sedang mencurahkan isi hati kepada sahabat dekatnya. Yang ia tahu pasti mau membaca dan membalasnya.

Maka, Tyler tidak pernah ragu untuk menceritakan apa saja. Dia menuliskan perasaan, fikiran, kekuatiran, dan harapannya. Dia tidak pernah jemu menuliskannya setiap hari. Dan, semakin banyak Tyler menulis surat, dia semakin mengenal dan akrab dengan Tuhan.

Apabila banyak orang mendapati bahwa surat-surat Tyler kepada Tuhan itu adalah doa-doanya, mereka kemudiannya meniru perbuatan itu dan menjadikan Tuhan sebagai sahabat yang selalu mendengar doa.

Doa bukanlah rangkaian kalimat indah. Bukan juga permohonan rasmi yang formal dan kaku. Doa tidak sulit dilakukan. Sebab, doa adalah hubungan, komunikasi yang dekat dengan Tuhan kita.

Doa adalah curahan hati yang jujur. Tidak perlu berbunga-bunga. Dia yang Mahatahu sangat mengerti segala keperluan kita.

Tuliskan surat kepadaNya setiap hari agar kita semakin mengenal dan dekat dengan Tuhan yang menjadi sahabat kita di setiap musim kehidupan.

Faith Like Potatoes

“The condition for a miracle is difficulty, however the condition for a great miracle is not difficulty, but impossibility.” Angus Buchan

Angus Buchan dan ribuan penduduk berkumpul di Stadium King Parks, Durban, Afrika Selatan, berdoa meminta hujan turun.

Sebelumnya seorang petani jagung dan peternak, Angus, memutuskan untuk menanam kentang. Dia sudah diperingatkan, bahwa tidak boleh menanam kentang tanpa sistem pengairan yang cukup.

Selama empat bulan hujan tidak turun- turun juga. Angus tidak patah semangat. Dia memilih untuk tetap percaya.

Suatu hari Angus meminta Simeon Bhengu, assistantnya, agar menyiapkan pegawai mereka untuk menuai ladang kentang. Sebelum memulai kerja-kerja menuai,dia mengucapkan doa dan syukur atas tuaian hari itu tanpa mengetahui kentangnya bertumbuh atau tidak.

Hasilnya, mereka menuai kentang berukuran besar dan subur. Angus dan penduduk setempat bersukacita menyaksikan keajaiban Tuhan itu. Tiada siapa yang dapat menduga bahwa Tuhan memiliki cara lain untuk menumbuhkan kentang.

Cara berfikir kita selalu tidak selaras dengan cara berfikirnya Tuhan. Rencana Tuhan sering tidak terselami oleh daya fikir kita yang terbatas. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok.

Hal itu kadang membuat kita khuatir, namun hal itu dapat memperkuat iman kita. Apa yang penting adalah
ketika menghadapi jalan buntu,kita terus mau berdoa dan berusaha dengan tetap percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita. Kita yakini bahwa, sekalipun keadaan tampak buruk, Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baik.

Jawaban Tuhan mungkin tidak senantiasa ajaib seperti pengalaman Angus, namun rencana-Nya pasti mendatangkan kesejahteraan bagi kita.

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Tertunduk lesu. Itulah yang terjadi pada seorang laki-laki melihat isterinya terbaring di ranjang hospital dengan penuh luka-luka di badannya.

Laki-laki itu menyesal kerana tidak menghantar motorsikalnya untuk di servis,padahal isterinya sudah banyak kali memberitahu brek motosikal itu ada masalah.

Pada hari itu,isterinya membawa motosikal itu agak laju sebab terburu-buru menjemput anaknya di sekolah, lalu melanggar kendaraan lain kerana brek motorsikal itu rusak.

Isteri masuk hospital, motorsikal rusak, dan harus membayar ganti rugi pemilik kendaraan yang dilanggar isterinya.

Penyesalan pasti selalu datang terlambat, setelah kita merasakan berbagai kesusahan yang terjadi. “Seandainya aku…, ” itulah yang selalu diucapkan.

Penyesalan juga dirasakan oleh Daud kerana perbuatannya yang mengambil Batsyeba dari suaminya. Daud harus menanggung konsekuensi yang berat dari dosanya itu. Dan Daud menyingkapi penyesalan itu dengan bertobat.

Jika ketika ini kita menyesal kerana melakukan sesuatu yang tidak benar, sehingga harus menanggung berbagai kerugian, jangan terus menyalahkan diri sendiri. Jadikan ini pelajaran berharga dan bangkit kembali. Mintalah kekuatan dari Tuhan agar kita mampu menjalaninya dengan melakukan berbagai hal yang berguna dan membangun.

Oh Duniaku!

Oh duniaku! Hidup di zaman sekarang ini sungguhlah teramat berat,cabaran yang kita hadapi semakin besar. Banyak hal dan kejadian yang kita alami di dunia ini aneh dan sulit untuk difahami.

Oh duniaku! Hidup yang bersih dan jujur sudah sulit untuk ditemukan. Orang jujur dan hidup bersih semakin tertekan sedangkan mereka yang hidup dalam ketidakjujuran dan hidup menyimpang dari kebenaran semakin berleluasa. Orang-orang miskin semakin tertindas dan mengalami ketidakadilan.

Oh duniaku! Di zaman sekarang ini keadilan dapat dijualbeli, yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan. Semuanya boleh dibeli jika seseorang itu berpangkat dan berduit.

Oh duniaku! Dosa tidak lagi dianggap sebagai dosa, tetapi sudah ditoleransi. Kefasikan justru dijunjung dan dihargai.

Namun seburuk apa pun keadaan dunia ini mari kita kuatkan hati dan semangat agar tidak terbawa arus dunia dengan memiliki cara hidup yang berbeda. Kita adalah garam dan terang dunia. Di tengah pembusukan dunia yang terjadi begitu cepatnya, garam dan terang dunia berfungsi memberikan rasa dan cahaya.