Melatih Kesabaran

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

Isteri Socrates yang bernama Xanthippe seorang yang cerewet, kuat membebel dan suka mengkritiknya dengan keras.

Suatu hari, isteri Socrates jatuh sakit. Kawan-kawan Socrates berkata , “Kini engkau beruntung kerana tidak perlu mendengar kritikan dan bebelan isterimu buat sementara waktu.

Socrates menjawab, “Tidak mendapat kritikan sebenarnya membuat aku sedih. Aku kehilangan kesempatan untuk melatih kesabaran.”

Melatih kesabaran memang dapat dilakukan dengan banyak cara. Bagi Socrates, kesabarannya semakin terlatih ketika menghadapi bebelan dan kritikan isterinya.

Kesabaran juga dapat dilatih waktu menghadapi klien yang banyak permintaan, terperangkap dalam kesesakan jalan raya, anak-anak yang tidak mau mendengar nasihat dan masih banyak lagi. Orang yang sabar adalah seorang yang hebat, bahkan melebihi pahlawan.

Cuba kita re-check bagaimana sikap kita ketika diperhadapkan dengan “ujian kesabaran” melalui orang-orang di sekitar atau situasi yang kita alami sehari-hari? Bertahanlah dalam menjalani proses itu, kerana ia akan mendewasakan kita, menguatkan kita bahkan hasil buah kesabaran kita yang matang akan membuat hidup kita dan orang-orang yang kita sayang lebih baik dan sejahtera.

Pohon Oren Di Belakang Rumah Nenek

The strongest hearts have the most scars.

Unknown

Ada pohon Oren tumbuh di belakang rumah nenek. Ada ketika batang pohon Oren itu pernah patah terkena angin ribut yang kuat.

Lalu nenek memotongnya dengan rapi dan membungkus luka itu dengan kain melingkar sampai tumbuh tunas baru.

Bekas luka potongan itu memang masih ada, tapi tidak terasa sakit lagi. Bahkan muncul tunas baru, dan akhirnya berbuah.

Kita dalam kehidupan ini, mungkin pernah mengalami luka dan penderitaan yang hebat. Seolah-olah ada orang yang memotong garis hidup kita. Pada waktu itu, kita mungkin mengalami kegelapan. Hidup kita terasa suram.

Namun jika seandainya kita mampu mengolah dengan benar pengalaman pahit ini, kita akan sembuh dan akan berbuah seperti pohon Oren yang patah itu.

Mari lupakan luka hati kita. Tidak ada seorang pun yang tidak pernah disakiti dan terluka. Ampuni dan jangan tinggal di dalamnya. Serahkan segalanya kepada Tuhan. Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.

Kehilangan

Seorang guru mengambil sehelai kertas putih dengan lubang kecil di tengahnya dan bertanya kepada murid-muridnya. “Apa pendapat kamu tentang kertas ini?” tanyanya.

Hampir semua murid menjawab mereka melihat sebuah lubang. Ada sesuatu yang hilang dari kertas itu yang membuatnya tidak lengkap lagi.

Namun, seorang murid memiliki pendapat yang sangat berbeza dan berkata, “Saya melihat masih ada cukup ruang untuk melukis dalam kertas ini.”

Tuhan mengizinkan Iblis menguji Ayub. Iblis diperbolehkan mengambil semua harta benda bahkan anak-anaknya. Tetapi, Tuhan tidak mengizinkan Iblis menyentuh hidup Ayub. Harta benda dan anak-anak Ayub hilang, tetapi tidak demikian dengan hidupnya.

Iblis masih tidak puas hati. Ia request lagi dengan Tuhan. Kali ini Tuhan izinkan Iblis untuk mengambil kesihatan Ayub, tetapi jangan mencabut nyawa Ayub. Tuhan selalu menyisakan sesuatu dalam hidup Ayub. Ayub merespons setiap kehilangan itu dengan sikap yang benar.

Kita tidak dapat mengelakkan kehilangan terjadi dalam hidup ini. Tetapi pada waktu hal itu terjadi, kita boleh teladani Ayub. Kita boleh memilih untuk berfokus pada berkat yang masih tersisa. Kita selalu ada alasan untuk mengucap syukur bukan?

Let It Go

Janganlah mengatakan: β€œMengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?” Keterikatan dengan masa lalu akan menghalangi rencana dan tujuan kita di masa depan. Biarkan masa lalu itu berlalu,hiduplah dalam masa kini dan pandang hari esok yang penuh dengan harapan.

Kadangkala kita berfikir masa lalu lebih baik dari masa sekarang. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk melangkah di masa depan. Jika kita ingin masa sekarang berbeza dengan masa lampau, kita pelajari masa lampau itu, tetapi jangan hidup dalam bayang-bayang masa lalu.

Mungkin kita berfikir bahwa masa lalu lebih baik kerana;

1. Keadaan ekonomi yang baik.
Mungkin di masa lalu keadaan ekonomi dan kewangan berada pada level baik atau sangat baik sehingga kehidupan begitu makmur dan sejahtera secara finansial, sedangkan di masa sekarang keadaan kewangan kurang baik bahkan sangat kurang, dalam waktu yang sama kos hidup pula semakin tinggi. Lalu timbul rasa kecewa dan putus asa serta keluhan yang tak putus-putusnya dan perasaan takut menghadapi hari esok.

Jangan biarkan diri kita terbelenggu dengan masa lalu,segala sesuatu ada waktunya dan ketahuilah bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. PenyertaanNya sempurna. Bersyukurlah untuk masa kini dan yakini bahwa hari ini lebih baik dari kemarin.


2. Kenyamanan Situasi pada Masa Lalu.
Ada orang yang ingin kembali seperti masa lalu kerana mengingat akan kenyamanan hidup saat itu. Situasi hidup akan terus berubah, ada fasa-fasa kehidupan yang harus kita lalui. Tidak ada yang kekal dalam dunia ini, semuanya akan berlalu. Oleh kerana itu, kita hidup dari waktu ke waktu, jangan biarkan tubuh kita berjalan dengan waktu tapi fikiran kita tertinggal di masa lalu.

Ada fasa kanak-kanak,remaja, pemuda/pemudi,pernikahan, fasa berkeluarga dan mendidik anak, fasa belajar,bekerja,berhenti dari bekerja, pencen, fasa tua, dan tiba fasa kembali kepada Tuhan. Nikmatilah dan syukurilah setiap fasa dalam kehidupan kita, dan yakinlah bahwa setiap waktu itu baik jika bersama Tuhan.

Bekerjalah selama hari masih siang, giatlah dalam pekerjaan Tuhan, selalu bersukacita dalam hidup ini.
Lepaskanlah diri dari masa lalu, jangan selalu berandai-andai, dan syukurilah hari ini yang telah dijadikan Tuhan, dan nantikan hari esok dengan iman dan sukacita.

Kalahkan Goliatmu

Seorang gembala cilik yang berhasil mengalahkan dan membunuh raksasa bengis menjadi salah satu kisah yang sampai sekarang ini dikagumi oleh banyak orang. Kisah tersebut adalah tentang gembala kambing Daud mengalahkan Goliat. Dalam kisah ini, Daud berhasil mengalahkan Goliat dengan hanya memakai batu kecil yang dilempar menggunakan “umban”.

Daud mampu mengalahkan dan membunuh Goliat, bukan kerana dia hebat, kuat atau pintar. Tetapi semata-mata kerana pertolongan Tuhan. “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam.” kata Daud kepada lawannya.

Dalam kehidupan ini, kita Kadangkala harus berhadapan dengan goliat-goliat iaitu masalah atau kesulitan, yang membuat kita cemas dan takut, namun kita boleh belajar seperti Daud yang mengandalkan Tuhan dalam menghadapi raksasa bengis itu.

Masalah yang kita hadapi mungkin seperti raksasa yang menakutkan dan seolah-olah kita tidak mampu melaluinya, apalagi untuk menang dari masalah ini. Tetapi kabar baik untuk kita semua adalah, Tuhan selalu ada untuk berperang bagi kita jika kita percaya dan berharap padaNya.

Jangan mengandalkan manusia atau kekuatan sendiri. Andalkanlah Tuhan. Seperti Daud yang mengandalkan Tuhan dan dia mampu melawan Goliat. β€œDiberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan”.


Love Has No Limit

Kasih tanpa batas bukan mudah tetapi ia bukan mustahil untuk dapat dilakukan. Manusia biasanya hanya mengasihi orang yang mengasihinya. Misalnya bila orang membantu kita dalam kesulitan kita maka kita akan membantunya kelak.

Kita ada misi yang perlu dilakukan di dunia ini. Iaitu mengasihi orang lain tanpa batas. Misi ini bertujuan agar kehidupan manusia di dunia ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana?

1. Mengasihi dengan tulus hati tanpa menharapkan balasan atau berpura-pura baik.

2. Mengampuni tanpa syarat.

3. Menerima orang lain sebagaimana dia adanya.


4. balaslah kejahatan dengan kebaikan.


Namun ini hanya mampu dilakukan bila kita hidup dalam bersyukur akan karya keselamatan Tuhan pada kita. Mari belajar menghayati, meresapi akan perbuatan Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita mampu mengasihi tanpa batas dan menciptakan dunia yang penuh kasih. Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita.


Kerana kasih-Nya yang besar, Dia menciptakan manusia segambar denganNya dan menjadi yang termulia. Dipelihara-Nya kita, sehingga kita beroleh hidup.

Kerana kasih setiaNya,kita tidak hidup sekedar hidup, tapi menikmati damai sejahtera dan berlimpah berkat. Kita menjadi pemilik dan pengelola alam semesta ciptaan tanganNya.

Kerana cinta dan kasihNya, setelah kita jatuh dalam dosa yang harusnya dihukum, tapi ditebus dan diampuniNya. Sehingga kita beroleh sejahtera dan hidup berlimpah kasih karunia.

Saudaraku,
marilah kita mempraktikan saling mengasihi dalam hidup kita dimulai dari keluarga kita. Hiduplah di dalam kasih, maka kita dan keluarga akan diberkati selamanya.

Jangan Takut!Percaya Saja.

Apakah kita sadari atau tidak, Terkadang Tuhan sedang melatih iman kita dengan jawaban doa yang tertunda. Saya yakin dan percaya dengan sungguh bahwa Tuhan itu selalu ada setiap saat mendampingi dan menopang hidup saya. Ketika saya sedang dalam tekanan yang berat dia selalu ada.

Saya yakin dan percaya doa-doa saya didengarkanNya bahkan setiap tetes airmata yang jatuh ditampungNya dan disimpan dalam kirbatNya. Saya tetap percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa-doa saya sesuai dengan rencanaNya.

Ketika doa-doa kita belum dijawab, kita sering dipengaruhi oleh kata-kata orang lain yang cenderung melemahkan. Tapi tetap pegang janji Tuhan, jangan takut! percaya saja, meski secara mata kasar keadaan tampak semakin buruk dan sudah tidak ada harapan lagi.

Kita sering menghendaki pertolongan dan jawaban doa dari Tuhan itu secara cepat, tidak perlu menunggu lama, padahal waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Adakalanya jawaban Tuhan terhadap doa dan permohonan kita adalah, Tunggu. Namun yang pasti janji Tuhan adalah ya dan amin, dan Tuhan bertindak sesuai dengan waktu-Nya, bukan waktu kita.

Bagi Tuhan tidak ada kata terlambat kerana Ia tahu benar waktu yang tepat untuk bertindak, sebab itu tetaplah bertekun dan menantikan Dia.

Tidak ada doa yang lahir dari iman, yang tidak dijawab oleh Tuhan. Sekali pun kita merasa bahwa doa kita menemui jalan buntu, tetapi yang pasti, Tuhan selalu ada cara untuk mewujudkan harapan kita. Jika permohonan atau doa kita tertunda, tidak bermakna doa itu tidak akan terjawab. Jangan takut! Percaya saja.

My beloved friends, mungkin begitu banyak harapan kita yang belum terkabul. Namun ingatlah, inilah ujian atas kesabaran untuk melihat keteguhan iman kita kepada Tuhan. Sebab itu, jangan takut, percaya saja.

Kenapa?

Seorang lelaki yang sedang belayar mengalami musibah kapal karam dan terdampar di sebuah pulau. Setiap hari dia berdoa dan minta Tuhan hantarkan orang untuk menyelamatkan. Namun tidak ada yang datang. Lelaki itu sangat kecewa.

Setelah beberapa bulan berlalu, lelaki itu belajar bagaimana untuk survive di pulau itu. Dia mengumpulkan barang-barang yang ditemuinya di pulau itu dan menyimpannya di dalam pondok yang dibinanya.

Suatu hari setelah balik dari berburu makanan dan kembali ke pondoknya, dia sangat kecewa melihat pondok dan semua barang yang dikumpulkannya sedang terbakar dan menjadi asap tebal berkepul-kepul.

Lelaki itu terduduk dan menangis dengan kuat. Dia mulai menjerit-jerit dan marah kepada Tuhan. “Tuhan, Kenapa Kau sanggup biarkan ini terjadi?! Berbulan lamanya saya berdoa untuk orang datang menyelamatkan saya tapi tidak ada seorang pun yang datang. Dan sekarang semua yang saya ada sudah terbakar. Kenapa?!”

Dia duduk dan menangis lagi. Tiba-tiba dari jauh dia melihat ada sebuah kapal datang menuju ke arah pulau yang sedang dia duduki. Akhirnya lelaki itu diselamatkan dan kembali ke kota. Lelaki itu bertanya kepada kapten kapal, bagaimana dia boleh datang ke pulau itu. Kapten itu menjawab, ketika mereka sedang belayar, mereka melihat ada kepulan asap tebal naik ke udara. Lalu mereka mengambil keputusan untuk memeriksa tempat itu dan menemui dia.

Dalam kehidupan, kita akan menghadapi banyak tantangan, masalah dan hal-hal yang buruk. Tapi apa yang buruk itu, Tuhan boleh ubahkan menjadi baik. Kadangkala malapetaka itulah yang menjadi berkat. Kita hanya perlu belajar bertenang dan percaya bahawa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Pertolongan Tuhan Kadangkala tidak terlalu cepat tapi tidak pernah terlambat. Percaya saja. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Doa

Kesulitan hidup bukanlah alasan untuk menyerah, sebab selalu ada harapan bagi orang yang percaya. Doa berkuasa dan mampu mengubah segala sesuatu. Doa itu tidak dibatasi oleh jarak dan waktu.

Kita akan melihat kuasa doa yang besar itu apabila kita yakin dengan apa yang kita doakan. Doa yang terpaksa dilakukan kerana tidak ada lagi alternatif lain, mungkin berkuasa dan mungkn juga tidak.

Doa yang berkuasa adalah doa yang disampaikan oleh orang yang benar dan orang percaya. Doa yang berkuasa terjadi dalam lingkungan masyarakat yang tidak egois. Ataupun dalam kata lain, saling memperhatikan dan saling berganding bahu berdoa untuk sesama ataupun berdoa untuk kota yang diduduki.

Doa orang benar mengubahkan hidup.
Saat keadaan dalam hidupmu tidak seperti yang kamu harapkan, berdoalah.
Saat bisnesmu dan keluargamu tidak berjalan sesuai dengan yang kamu harapkan, berdoalah.
Saat masyarakat di lingkunganmu, orang-orang yang engkau kenal dan kasihi masih hidup dalam kejahatan, berdoalah.
Saat keadaan dunia hari ini belum membaik, berdoalah.

“… Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

Kuasa Lidah

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Percayakah kamu bahwa setiap kata-kata yang kita ucapkan memiliki kuasa untuk menentukan kehidupan atau kematian? Kata-kata yang digemakan akan kembali memantul kepada kita yang mengucapkannya.

Dengan kata-kata pujian, seorang ibu menumbuhkan rasa percaya diri pada anaknya. Dengan menebar fitnah, seseorang menghancurkan karier kawan sekerjanya. Begitulah daya kekuatan kata-kata. Mulut manusia dapat menghasilkan perkataan yang membangun atau menghancurkan.

Oleh sebab itu kita harus berhati-hati menggunakan lidah kita. Kata-kata kasar yang kita ucapkan, kata-kata dusta, fitnah, gosip, umpatan dan lain-lainnya apabila kita menggemakannya pada akhirnya semua itu akan berbalik kepada kita sendiri.

Kita adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia. Diciptakan segambar dan serupa dengan-Nya. Diberi akal budi. Diberi kuasa atas seluruh bumi. Jadi kalau kita berbicara, janganlah memakai kata-kata yang kotor. Pakai sajalah kata-kata yang membina dan memberi pertolongan kepada orang lain. Kata-kata seperti itu akan mendatangkan kebaikan kepada orang-orang yang mendengarnya.